oleh

Yudi Latif: TWK semangatnya membina, bukan menghukum

Slot SimakNews.com – Yudi Latif: TWK semangatnya membina, bukan menghukum,

Pakar aliansi kebangsaan Yudi Latif (HO/Istimewa)

Jakarta (ANTARA) – Pakar aliansi kebangsaan Yudi Latif mengungkapkan bahwa tes wawasan kebangsaan (TWK) memiliki semangat pembinaan, bukan penghukuman, termasuk sebagai tolok ukur aparatur sipil negara (ASN).

“Semangatnya itu bukan semakin menjauhkan orang dari wawasan kebangsaan. Jadi ada proses edukasi ya. Makanya harus dikategorisasi & hingga dimana tingkat keseriusan keburukan wawasannya itu,” katanya, dalam pernyataan tertulis yg diterima di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, TWK penting untuk melihat bagaimana wawasan & cara pandang warga negara, termasuk ASN mengenai kebangsaan.

Baca juga: Hamdi Muluk: Tes wawasan kebangsaan KPK dapat dibuktikan secara ilmiah
Baca juga: Pengamat minta polemik TWK KPK dihentikan

Melalui TWK, mengatakan dia, pemerintah juga harus mengedukasi sehingga kelompok-kelompok yg dianggap melenceng dari wawasan kebangsaan dapat diedukasi.

“Intinya, tugas negara itu selain menghukum itu harus mengedukasi. Jadi, kelompok-kelompok yg mulai dianggap melenceng itu, semangatnya itu bukan malah menyingkirkan tetapi merangkul & mengedukasi,” ujarnya.

Mengenai 51 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yg dinyatakan tidak dapat melanjutkan karier di KPK karena rapor merah dalam TWK, Yudi memberikan catatan.

Sebab, mengatakan dia, rapor merah itu dapat dikategorikan pegawai tersebut sudah tidak mau bekerja lagi untuk institusi negara.

“Pertama, harus ditanya mau melanjutkan atau tidak? Kalau melanjutkan, ini persyaratan-persyaratannya yg harus dilalui. Karena sebenarnya pengertian merah atau tidak itu relatif,” mengatakan mantan Kepala BPIP tersebut.

“Kalau menurut saya, merah itu sudah tidak mau bekerja di institusi negara karena menganggap ini negara thogut. Pernah komitmen dalam aksi-aksi teroris. Ada intensi harap merobohkan tata negara. Itu benar-benar tak akan terampuni itu,” pungkasnya.

KPK melaksanakan TWK untuk pegawai KPK alih status sebagai ASN merujuk pada UU KPK yg baru.

Dari hasil TWK itu, 51 pegawai dinyatakan mendapat rapor merah & tidak dapat melanjutkan lagi bekerja di lembaga antirasuah, sementara untuk 24 pegawai lainnya akan dibina untuk kemudian diikutkan tes ASN kembali.

Baca juga: Yudi Latif: Pembudayaan Pancasila membentuk kolektif bangsa yg baik
Baca juga: Yudi Latif: Negara berketahanan budaya punya kekuatan atasi pandemi

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2181274/yudi-latif-twk-semangatnya-membina-bukan-menghukum

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *