klinik -
in

Ya Ampun Ngeri !! Klinik Aborsi dr. SWS Omset Rp 70 Juta/bln Hancurkan Ribuan Janin Pakai Cairan Asam Sulfat

Online – Klinik aborsi ilegal dr. SWS di Jalan Raden Saleh, Senen, Jakarta Pusat, membuang ribuan janin hasil aborsi ke dalam kloset.

Sebelum dibuang, janin yg masih berusia muda itu terlebih dahulu dihancurkan dengan mengpakai cairan asam sulfat.

Advertisements

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menjelaskan bahwa para tersangka terlebih dahulu menaruh janin hasil aborsi ke dalam ember. Selanjutnya, disiramkan dengan cairan asam sulfat hingga hancur.

“Prosesnya itu, janin yg dikeluarkan dari kandungan seorang wanita dicampur dengan asam sulfat dalam ember, kemudian larut & dibuang ke dalam kloset,” mengatakan Tubagus saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Menurut Tubagus, para tersangka mengerjakan hal itu untuk menghilangkan barang bukti.

Namun, saat mengerjakan penangkapan pada 3 Agustus 2020 lalu pihaknya berhasil menemukan bukti berupa janin yg masih disimpan di dalam ember.

“Tapi kebetulan saat penangkapan, masih ada satu janin dalam ember yg belum dihancurkan,” mengatakan Tubagus

Klinik aborsi ilegal dr.SWS sanggup meraup omzet hingga Rp 70 juta perbulan. Tarif yg ditawarkan kepada pasien pun bervariasi tergantung tingkat kesulitan & usia janin yg hendak digugurkan.

Rinciannya, untuk usia kandungan enam hingga tujuh pekan dikenakan tarif sebesar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.

Kemudian, usia kandungan delapan hingga sepuluh pekan Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta. Selanjutnya, usia kandungan sepuluh hingga 12 pekan Rp 4 juta hingga Rp 5 juta.

Sedangkan, usai kandungan 15 hingga 20 pekan dikenakan tarif Rp 7 juta hingga Rp 9 juta.

“Setidak-tidaknya dalam satu bulan kurang lebih Rp 70 juta. Dalam satu bulan bersih, artinya sudah pengeluaran & lain-lain,” ungkap Tubagus.

Dari beragam tarif yg ditawarkan kepada pasien, keuntungan tersebut nantinya dibagi untuk tiga bagian.

Pertama untuk regu medis seperti dokter & perawat, kemudian calo & pihak pengelola.

“Kalau pembagiannya 40 persen jasa medis, 40 persen untuk calo, 20 persen untuk pengelola,” jelasnya.

Pembunuhan berencana

Pengungkapan kasus praktik aborsi ilegal di Klinik dr.SWS berawal dari keterangan SS yg merupakan tersangka sekaligus aktor utama dalam kasus pembunuhan berencana kepada bos toko roti asal Taiwan, Hsu Ming Hu (52) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kepada penyidik, SS mengaku mengugurkan kandungan hasil persetubuhan dengan Hsu Ming Hu pada tahun 2018 di Klinik dr.SWS.

Ketika itu, SS mengugurkan kandungannya lantaran sang bos tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya.

Bahkan, Hsu Ming Hu lah yg memerintahkan & membiayai SS untuk mengugurkan kandungannya dengan biaya operasional sekitar Rp 20 juta.

“Ada beberapa barang bukti yg kita amankan berupa catatan-catatan para pasien & beberapa dapat kita lakukan pemeriksaan kepada yg bersangkutan. Salah satunya adalah tersangka (SS) dari Polda yg kemarin berhasil diungkap dalam pembunuhan kasus warga negara asing di Bekasi yg jenazahnya dibuang ke Subang,” ucap Tubagus.

Dalam kasus klinik aborsi ilegal ini, polisi sudah mengamankan 17 tersangka. Masing-masing tersangka berinisial dr.SS, dr.SWS, dr.TWP, EM, AK, SMK, W, J, M, S, WL, AR, MK, WS, CCS, HR, & LH.

Mereka memiliki peran berbeda. Rinciannya, enam tersangka merupakan tenaga medis yakni dokter & perawat.

Kemudian empat tersangka merupakan pengelola klinik yg berperan mengerjakan negosiasi, penerimaan & pembagian uang.

Selanjutnya, empat tersangka memiliki tugas antar jemput pasien, membersihkan janin, jadi calo, & membelikan obat. Sementara, tiga tersangka lainnya merupakan pasien yg mengerjakan aborsi.

“Sudah diamankan 17 orang tersangka. Terdiri dari medis; tiga orang dokter, satu orang bidan, & dua orang perawat. Itu ada enam tenaga medis,” terangnya.

Berdasar hasil pemeriksaan, diketahui bawah Klinik dr.SWS sudah beroperasi selama lima tahun terakhir.

Selain membuka praktik kontrol kesehatan kandungan, klinik tersebut juga mengerjakan praktik aborsi ilegal.

Dari data yg diperoleh, ungkap Tubagus, terhitung sejak Januari 2019 hingga April 2020 klinik tersebut sudah mengerjakan praktik aborsi kepada 2.638 pasien.

“Asumsi perkiraan setiap hari kurang lebih lima hingga tujuh orang yg mengerjakan aborsi di tempat tersebut,” ungkapnya.

Atas perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 299 & atau Pasal 346 & atau Pasal 348 ayat 1 & atau Pasal 349 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP & atau Pasal 194 juncto Pasal 75 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan & atau Pasal 77A juncto Pasal 45A Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman maksimal untuk dua undang-undang spesifik (Kesehatan & Perlindungan Anak) tersebut adalah ancamannya 10 Tahun. Sedangkan undang-undang KUHP bervariasi ada yg empat tahun, kemudian lima tahun enam bulan, & kemudian karena bersama-sama dilakukan dengan Pasal 349 akan ditambah sepertiganya,” pungkas Tubagus.(Suara.com)

Report

What do you think?

888 points
Upvote Downvote

Written by Agen Slot

Agen Slot Online Terbaru 2020

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0