oleh

Xanana Gusmao Bongkar Kondisi Timor Leste, Rakyatnya Disebut Akan Mati 10 Tahun ke Depan, Ada Apa?

-Umum-0 views

Online – Mantan presiden Timor Leste Xanana Gusmao menyoroti keadaan negara yg pernah dipimpinnya dalam hal pertahanan finansial.

Xanana Gusmao pesimis rakyat Timor Leste akan keluar dari krisis saat ini meski dana abadi ratusan triliunan rupiah yg tersimpan di luar negeri segera cair.

Ia mengatakan mengatakan, meski dana abadi ratusan triliunan rupiah itu cair, 10 tahun ke depan seluruh rakyta Timor Leste akan mati.

Ternyata ini alasan dari pernyataan Xanana Gusmao tentang nasib rakyat di negara bekas provinsi ke-27 NKRI itu.

Dilansir dari The Oekui Post, Senin (14/9), baru-baru ini Banco Central Timor-Leste mengumumkan mengenai jumlah dana

Perminyakaan yg ditabung di bank New York sekarang mencapai US 18,4 miliar atau setara dengan kurang lebih Rp 272 triliun.

Sementara itu, keberlanjutan keuangan bagi pemerintah aktual mulai mengkhawatirkan.

Pada 4 Agustus 2020 kementerian keuangan sudah mengorganisir tentang anggaran negara.

Yakni dengan menggelar seminar yg juga menandai persiapan anggaran negara tahun 2021 di Auditorium Xanana Gusmao, Kementerian Keunangan Dili.

Pemerintah sudah merencanakan untuk menganggarkan dana senilai US 1,4 miliar untuk 2021 nantinya.

Seminar itu mendiskusikan segala prioritas nasional.

Termasuk mengenai akibat covid-19 & rencana pemulihan ekonomi untuk dapat menentukan paket fiskal guna tahun 2021.

Perdana Menteri, Taur Matan Ruak dalam pembukaan semina mengatakan bahwa 2020 merupakan tahun yg penuh tantangan.

Hal itu lantaran pertama, anggaran negara tidak lolos di Parlemen Nasional.

Akibatnya negara mengpakai dana duadecimal, & setelah itu bencana alam menghantam pada 13 Maret & 22 Mei.

Bencana alam itu sendiri mengakibatkan kerugian mencapai 50 juta dolar.

Presentasi yg ditontonkan dalam seminar meliputi rencana program, priorotas, prestasi sosio-ekonomi & akibat covid-19,

prestasi politik keuangan & proposal tentang rancangan anggaran negara tahun 2021.

Kepala pemerintah menekankan bahwa jajaran pemerintah & warga masyarakat harus lebih dewasa menghadapi

dan memikirkan solusi dari keadaan yg dihadapi sekarang.

Khususnya untuk pencegahan pandemi covid-19.

Tak dapat dihindarkan, debat pun menutup seminar dengan pembahasan seputar prioritas nasional & maksimum dari proposal anggaran negara tahun 2021.

Mengenai hal itu, Kay Rala Xanana Gusmao percaya bahwa Timor Leste memiliki uang di bank New York, AS.

Lebih jauh, Xanana juga sangat percaya bahwa Rancangan Anggaran Negara akan lolos dengan suara mayoritas di Parlemen Nasional.

Namun menurutnya, meski dana perminyakan masih ada, 10 tahun lagi semua orang akan mati kalau pemerintahan yg sekarang tetap memimpin dalam 10 Tahun lagi.

Sementara itu diketahui, sudah hampir tahun lebih pemerintahan yg dipimpin perdana menteri Rauk Matan Ruak tidak mengeluarkan anggaran negara hingga saat ini.

Sejak lepas dari Indonesia & jadi sebuah negara merdeka, hingga saat ini, Timor Leste sama sekali belum menunjukkan perekembangan ekonomi yg memuaskan.

Padahal, sejak 21 tahun silam, tepatnya tahun 1999, UNDP sangat berperan dalam mengerjakan pemulihan pasca negeri itu memilih merdeka dari Indonesia.

Menurut Multidimensi Global (MPI) 2020, Timor Leste masuk dalam indeks negara termiskin di dunia.

Data tersebut dilaporkan PBB oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), menurut HDR UNDP.

PBB menyebutkan, UNDP menjalankan program pembangunan berkelanjutan, & berfokus menempatkan Timor Leste pada pemerintahan yg demokratis.

Namun, dikatakan pertumbuhan ekonomi Bumi Lorosae cukup lambat.

Dari 162 negara Timor Leste berada di urutan ke-152 negara termiskin di dunia.

Menurut MPI 2020, Timor Leste memiliki angka kemiskinan sebanyak 0,210 atau sekitar 45,8 persen.

Dalam survey tahun 2019, setidaknya ada 559.000 orang yg berada di bawah kemiskinan atau sekitar 45,7 persen.

Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan tahun 2018, yg sebelum berjumlah 581.000 orang.

Terdapat setidaknya 26,1 persen rakyat Timor Leste yg rentang mengalami kemiskinan.

Kemudian, cuma 27,8 persen rakyat Timor Leste yg mendapatkan kesehatan layak menurut data tahun 2019.

Di sektor pendidikan cuma 24,2 persen orang Timor Leste yg berhasil mendapatkannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *