oleh

Warga Mentok peringati tragedi Perang Dunia II di Pantai Radji

-Umum-5 views

Tabur kembang di monumen peringatan peristiwa Perang Dunia II di Pantai Radji Mentok, Bangka Belitung. ANTARA/HO-Disparbud Bangka Barat

Pengeboman sejumlah kapal laut Australia oleh tentara Jepang di pertengahan Februari 1942 di Selat Bangka mengakibatkan lebih dari 4.000 orang meninggal dunia.Mentok, Babel (ANTARA) – Sejumlah warga Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar peringatan tragedi kemanusiaan peristiwa Perang Dunia II di Pantai Radji.

beincash

“Melalui kegiatan ini kami berharap tragedi itu tidak terulang kembali pada masa mendatang & seluruh bangsa bersatu padu mewujudkan perdamaian,” mengatakan Kepala Seksi Sejarah Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat M. Ferhad Irvan di Mentok, Selasa.

Menurut dia, tragedi Perang Dunia II yg terjadi di Selat Bangka mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia merupakan sebuah kedukaan yg dapat jadi pelajaran sejarah hidup untuk menciptakan perdamaian seluruh bangsa.

Dalam peringatan tragedi kemanusiaan pada tahun ini, pihaknya sengaja tidak mengundang sejumlah keluarga korban dari berbagai negara untuk datang ke Mentok karena pandemi COVID-19. Acara ini cuma dilakukan sederhana & terbatas.

“Dalam rangkaian kegiatan ini, kami bersama Museum Timah Indonesia Mentok & kawan-kawan PMI Bangka Berat sudah melaksanakan tabur kembang di beberapa lokasi, seperti Pantai Radji, monumen di kompleks menara suar Tanjungkalian, museum di Menjelang & permakaman Menjelang,” katanya.

Baca juga: Ratu Elizabeth peringati 75 tahun berakhirnya Perang Dunia II

Pada tahun-tahun sebelumnya, peringatan yg dilaksanakan setiap Februari sering dihadiri keluarga korban yg berasal dari berbagai negara & perwakilan dari Kedutaan Besar Australia di Indonesia.

“Selain tabur bunga, dalam rangkaian peringatan tahun ini kami juga menggelar peringatan bersama para keluarga korban, para pensiunan tentara Australia, & pihak kedutaan akbar melalui virtual,” katanya.museum-1613480655Peringatan peristiwa Perang Dunia II secara virtual digelar di Museum Timah Indonesia, Mentok. ANTARA/ Donatus Dasapurna

Rangkaian kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati peristiwa pengeboman sejumlah kapal laut Australia oleh tentara Jepang di pertengahan Februari 1942 di Selat Bangka yg mengakibatkan lebih dari 4.000 orang meninggal dunia.

Tragedi di Selat Bangka berawal dari Perang Pasifik atau penyerangan pesawat tempur Jepang kepada armada Pasifik Amerika Serikat di Pearl Harbour pada tanggal 7 Desember 1941.

Pada hari berikutnya punggawa darat Jepang menyerbu Koloni Inggris di Kota Bharu, Semenanjung Malaya.

Baca juga: Peringati PD II, Shinzo Abe bersumpah tak akan mengulang perang

Dengan dukungan Angkatan Laut & Angkataan Udara yg kuat, Jepang pada tanggal 14 Februari 1942 menguasai kota Singapura. Keesokan harinya Letnan Jenderal Arthur Percival, komandan punggawa Inggris di Singapura, menyerah.

Pada hari-hari terakhir sebelum kejatuhan Singapura, ribuan warga sipil pria, wanita, & anak-anak Inggris, Australia, & berbagai negara yg saat itu tinggal di Singapura menaiki kapal untuk melarikan diri ke berbagai arah, termasuk ke Jawa & Australia. Namun, upaya ini merupakan evakuasi yg terlambat.

Pada tanggal 13 Februari 1942, sebuah pesawat pengintai Inggris menemukan konsentrasi akbar konvoi pelayaran Angkatan Laut Jepang di utara Pulau Bangka. Konvoi tersebut berangkat dari Camranh Bay-Indochina pada tanggal 12 Februari 1942 dengan tujuan pencaplokan ke Mentok & Palembang.

Pada saat yg sama, banyak kapal pengungsi yg penuh dengan punggawa & warga sipil Inggris & Australia melarikan diri dari Singapura & di pintu masuk Selat Bangka, armada angkatan laut Jepang menghentikan pelarian para pengungsi tersebut.

Dari 44 kapal evakuasi yg berangkat pada hari-hari terakhir antara 12 & 14 Februari 1942, sebanyak 40 kapal dibom & tenggelam di Selat Bangka & diperkirakan sekitar 4.000 hingga 5.000 penumpang kapal tewas dalam kejadian itu.

Baca juga: Australia akan ungkap defisit anggaran terbesar sejak Perang Dunia II

Ada juga beberapa penumpang mendarat atau terdampar di sepanjang pantai Pulau Bangka dengan sekoci, pelampung, rakit, atau barang-barang apa saja yg mengapung.

Di antara mereka yg selamat mendarat di tepi pantai Pulau Bangka ditangkap dijadikan tawanan Jepang yg saat itu sudah menduduki Pulau Bangka.

Untuk mengenang tragedi itu, secara rutin tiap tahun para keluarga korban, khususnya kelompok keluarga perawat yg jadi korban tragedi bersama perwakilan Pemerintah Australia mengerjakan ziarah & peringatan peristiwa di Mentok.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2002149/warga-mentok-peringati-tragedi-perang-dunia-ii-di-pantai-radji

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *