oleh

Wapres: Selama tidak mengancam, mengkritik bukan tindakan radikal

-Umum-5 views

Wakil Presiden Ma’ruf Amin di rumah dinas wapres Jakarta, Selasa (16/2/2021). (Asdep KIP Setwapres)

Jakarta (ANTARA) – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan bahwa memberikan kritik kepada pemerintah bukan termasuk tindakan radikal selama kritik tersebut dihinggakan sesuai koridor hukum & tidak mengancam terjadinya perpecahan bangsa.

beincash

“Bersikap agak kritis kepada pemerintah, saya kira mungkin itu tidak (radikal). Sepanjang itu tidak ada hal-hal yg menunjukkan adanya gerakan-gerakan yg dapat mengancam, itu saya kira tidak masuk dalam (radikalisme),” mengatakan Wapres Ma’ruf di Jakarta, dalam wawancara di stasiun televisi swasta, Selasa malam.

Wapres mengatakan pengertian radikalisme masih luas, sehingga sulit dibedakan antara bersikap kritis & bertindak radikal. Wapres juga mengakui masih ada anggapan radikal kepada kelompok atau orang yg menyampaikan kritik kerasnya kepada pemerintah.

Baca juga: Wapres Ma’ruf Amin minta dai turut berperan atasi radikal terorisme

“Saya kira pemahaman radikalisme itu kemudian jadi confuse (membingungkan, red.) ya. Misalnya, ketika orang bersikap kritis, mengkritik pemerintah, itu kemudian dianggap sebagai suatu tindakan radikal,” katanya.

Menurut Wapres, harus ada pemahaman yg jelas terkait radikalisme, sehingga setiap kritik yg dilontarkan kepada pemerintah tidak sering dianggap sebagai upaya radikal.

“Memang sering kali orang bersikap kritis kepada pemerintah, terus dianggap sebagai radikal. Mungkin itu yg perlu didudukkan. Saya kira nanti ada pelurusan tentang radikal itu seperti apa, nanti ada penjelasan yg lebih konkret,” katanya.

Baca juga: Wapres Ma’ruf minta ASN perkuat komitmen kebangsaan cegah radikalisme

Selain itu, lanjut dia, harus dipahami pula disparitas antara memberikan kritik membangun & upaya untuk mengubah sistem atau merusak tatanan pemerintahan yg sudah disepakati.

“Harus dibedakan antara memberikan kritik yg sehat & memang harap mengerjakan perubahan dengan gerakan yg harap mengubah negara dengan cara yg tidak konstitusional, dengan tidak demokratis. Ketika itu dilakukan dengan cara-cara tidak demokratis, mengubah negara, mengganti dasar negara, mengganti pemerintah, nah ini (radikal),” katanya.

Wapres juga mengingatkan bahwa ancaman radikalisme nyata, sehingga perlu semangat yg sama antara pemerintah & seluruh kalangan masyarakat untuk tidak membiarkan paham tersebut berkembang di Indonesia.

Baca juga: Wapres: Intoleransi, radikalisme harus dihilangkan supaya Indonesia maju

“Oleh karena itu, seluruh masyarakat & pemerintah harus punya semangat yg sama, kesepakatan yg sama untuk tidak membiarkan berkembangnya paham radikal itu, supaya kerukunan terjaga, keutuhan bangsa terjaga, persatuan Indonesia terjaga & stabilitas nasional juga terjaga. Ancaman itu ada,” ujarnya.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2003521/wapres-selama-tidak-mengancam-mengkritik-bukan-tindakan-radikal

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *