oleh

Wapres: Perwujudan ketahanan pangan masih jadi pekerjaan rumah

Tangkapan layar Wakil Presiden Ma’ruf Amin memberikan sambutan pada Seminar Nasional Ketahanan Pangan Keluarga & Amaliyah Ramadhan 1442 Hijriah, yg diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara daring, Senin (3/5/2021). (Fransiska Ninditya)

Itu jadi pekerjaan rumah bagi kita semua, untuk berupaya lebih keras lagi dalam mencapai ketahanan panganJakarta (ANTARA) – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan perwujudan ketahanan pangan nasional di Indonesia masih jadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah & seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Itu jadi pekerjaan rumah bagi kita semua, untuk berupaya lebih keras lagi dalam mencapai ketahanan pangan,” mengatakan Wapres Ma’ruf Amin saat membuka Seminar Nasional Ketahanan Pangan Keluarga & Amaliyah Ramadhan 1442 Hijriah secara daring, Senin.

Wapres mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia & hak untuk mengakses pangan merupakan salah satu unsur hak asasi manusia (HAM), seperti diatur dalam Undang-undang Dasar 1945 & Deklarasi Roma Tahun 1996.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi negara hingga dengan perseorangan.

Wapres menjelaskan keterpenuhan tersebut harus tercermin dari ketersediaan pangan yg cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata & terjangkau, serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan & budaya masyarakat.

Baca juga: Wapres nilai RI perlu strategi agresif jadi produsen halal dunia

Baca juga: Wapres: Pembatasan mudik tingkatkan penjualan daring produk halal

Wapres juga menyebutkan ada empat pilar ketahanan pangan yg harus diwujudkan bagi kesejahteraan masyarakat.

“Empat pilar ketahanan pangan yaitu ketersediaan, akses atau keterjangkauan baik secara fisik & ekonomi, utilisasi atau keragaman, & stabilitas atau keberlanjutan,” tukas-nya.

Belum tercapainya ketahanan pangan di Indonesia tersebut, lanjut Wapres, juga di dengan kemerosotan Indonesia dalam peringkat Indeks Ketahanan Pangan Global Tahun 2020, dari posisi ke-62 di 2019 jadi posisi ke-65 di 2020.

Dalam Indeks tersebut, posisi Indonesia berada pada urutan ke lima di kawasan ASEAN, di bawah Singapura (posisi ke-20), Malaysia (ke-43), Thailand (ke-51) & Vietnam (ke-63).

“Turunnya posisi Indonesia dalam indeks tersebut mengindikasikan belum terpenuhi-nya salah satu atau beberapa pilar dalam ketahanan pangan,” ujarnya.

Sementara itu, 10 negara yg tercatat memiliki tingkat ketahanan pangan terbaik di dunia ialah Finlandia, Irlandia, Belanda, Austria, Republik Ceko, Inggris, Swedia, Israel, Jepang & Swiss.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2135674/wapres-perwujudan-ketahanan-pangan-masih-jadi-pekerjaan-rumah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *