oleh

Wapres: Pendataan keluarga Indonesia agar bansos tepat sasaran

Wakil Presiden Ma’ruf Amin memberikan sambutan pada acara peluncuran program Muslim Center of Excellence (M-COE) yg diselenggarakan Unilever Indonesia secara daring dari rumah dinas wapres di Jakarta, Kamis (8/4/2021). (Asdep KIP Setwapres)

Jakarta (ANTARA) – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan pendataan keluarga di Indonesia penting supaya bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah kepada masyarakat dapat diberikan tepat sasaran.

beincash

Perbaikan data keluarga tersebut, lanjut Wapres, antara lain bertujuan untuk mendapatkan keakuratan jumlah keluarga yg memerlukan bantuan sosial, mengatakan Ma’ruf saat menerima Tim Pendataan Keluarga Perdana BKKBN di kediaman dinas wapres di Jakarta, Kamis (8/4).

“Ini dilakukan karena sering terjadi ketidaktepatan & kurang akuratnya data. Baik dalam masalah pembangunan keluarga, stunting, bahkan juga bantuan sosial,” mengatakan Wapres dalam keterangannya yg diunggah di akun resmi media sosial miliknya, Jumat.

Wapres juga meminta perbaikan data keluarga tersebut melibatkan rukun warga (RW) setempat, mengatakan Wapres saat menerima.

“Saya meminta BKKBN supaya dalam mengerjakan pendataan melibatkan unsur-unsur unit terkecil di tingkat Rukun Warga (RW). Selain itu, tetap memperhatikan waktu-waktu yg tepat supaya mudah menemui target yg didata,” katanya.

Baca juga: BKKBN rancang 10 strategi pokok turunkan kekerdilan

Wapres berharap BKKBN dapat menciptakan perkembangan untuk menyelesaikan masalah kekerdilan pada anak atau stunting di daerah-daerah.

“Selain itu, tentunya, mengkoordinasikan anggaran penanganan stunting dengan kementerian & lembaga supaya implementasinya maksimal,” ujarnya.

Pendataan keluarga oleh BKKBN dilakukan setiap lima tahun sekali, yg pada tahun ini berlangsung pada 1 April hingga 31 Mei 2021.

Pendataan keluarga tersebut dilakukan untuk menyediakan basis data, sebagai dasar bagi Pemerintah dalam melaksanakan kebijakan peningkatan & pemerataan pembangunan serta kesejahteraan keluarga.

Dalam keterangan yg dikutip dari laman resmi bkkbn.go.id, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan pendataan keluarga tersebut penting untuk memotret & mengenali keluarga Indonesia.

Baca juga: BKKBN: Pandemi berdampak akbar kurangnya pemenuhan gizi keluarga

Selain itu, pendataan juga bertujuan untuk mengetahui potensi & kendala keluarga Indonesia dalam fungsi vital di bidang kesehatan, pendidikan, serta ekonomi.

Pendataan Keluarga Tahun 2021 menyediakan profil pasangan usia subur, keluarga dengan balita, keluarga dengan remaja, keluarga dengan lansia, keluarga berisiko stunting, & aspek kesejahteraan keluarga by name by address yg tidak tersedia secara lengkap pada sumber data mana pun.

Pendataan Keluarga Tahun 2021 berlangsung di seluruh wilayah Indonesia kepada sekitar 77,9 juta kepala keluarga.

Petugas Pendataan Keluarga Tahun 2021 terdiri atas Petugas Lini Lapangan KB dari BKKBN & Kader Keluarga Berencana, dengan rincian sebanyak 7.230 manajer data tingkat kecamatan, 83.441 pengawas tingkat desa, & 1,2 juta petugas kader pendata.

Baca juga: BKKBN fokus bina kesehatan calon pengantin cegah lahir bayi stunting

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2090302/wapres-pendataan-keluarga-indonesia-agar-bansos-tepat-sasaran

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *