oleh

Wapres: Pandemi COVID-19 jadi tantangan untuk turunkan “stunting”

Slot SimakNews.com

Wapres: Pandemi COVID-19 jadi tantangan untuk turunkan “stunting”

,

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting Tahun 2021 secara virtual dari kediaman resmi wapres di Jakarta, Senin (23/8/2021). ANTARA/HO-Asdep KIP Setwapres

Pandemi COVID-19 jadi tantangan tersendiri bagi upaya percepatan penurunan angkastunting.Jakarta (ANTARA) – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan kondisi pandemi COVID-19, yg melanda Indonesia sejak Maret 2020, jadi tantangan bagi Pemerintah & seluruh pihak terkait untuk menurunkan prevalensi kekerdilan pada anak atau stunting.

“Pandemi COVID-19 jadi tantangan tersendiri bagi upaya percepatan penurunan angka stunting. Capaian yg sudah baik selama 7 tahun terakhir harus terus dipertahankan untuk mencapai target 14 persen di akhir 2024,” mengatakan Wapres saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pencegahan Stunting Tahun 2021 secara virtual, Senin.

Wapres juga mengimbau seluruh kepala daerah untuk mengevaluasi seluruh program kerja, kegiatan, & anggaran pemda dalam rangka percepatan penurunan stunting di daerah.

Pemetaan ulang kepada program kerja & anggaran stunting tersebut penting untuk mengevaluasi kegiatan yg belum merata & terhenti akibat pandemi COVID-19.

“Pemetaan ini penting untuk mengetahui program apa saja yg masih berjalan, program apa saja yg cakupannya belum merata, & program apa saja yg terhenti selama masa pandemi,” katanya.

Sementara itu, sebagai salah satu bentuk komitmen Pemerintah untuk mempercepat penurunan stunting di daerah, payung hukum sudah diterbitkan melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

“Peraturan Presiden tersebut memberikan penguatan kerangka intervensi yg harus dilakukan & kelembagaan yg bertanggung jawab dalam pelaksanaan percepatan penurunan angka stunting,” mengatakan Wapres.

Dari sisi kerangka intervensi, Wapres menjelaskan bahwa penanganan stunting melalui intervensi gizi spesifik & intervensi gizi spesifik yg diutamakan pada 1.000 hari perdana pertumbuhan anak.

Intervensi gizi sensitif memiliki kontribusi lebih akbar hingga mencapai 70 persen dalam upaya penurunan angka kekerdilan pada anak.

“Intervensi gizi spesifik adalah intervensi yg berhubungan dengan peningkatan gizi & kesehatan, sementara intervensi gizi sensitif adalah intervensi pendukung, seperti penyediaan air bersih & sanitasi,” ucapnya.

Oleh karena itu, Wapres berharap penurunan angka stunting dari 37,2 persen pada tahun 2013 jadi 27,7 persen pada tahun 2019 harus dipertahanakan untuk mencapai target 14 persen pada tahun 2024.

Baca juga: Wapres minta pemda petakan kembali program penurunan “stunting”

Baca juga: Menkes optimistis Indonesia capai target penurunan stunting pada 2024

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2344230/wapres-pandemi-covid-19-jadi-tantangan-untuk-turunkan-stunting

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *