oleh

Wapres Ma’ruf Amin berziarah ke makam Aria Wangsakara

Wakil Presiden Ma’ruf Amin bersama istri Wury Estu Handayani & putrinya, Siti Nur Azizah, berziarah ke makam leluhur yg juga bupati perdana Tangerang, Pangeran Aria Wangsakara, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Serpong, BSD, Kamis (6/8/2020). (Asdep Komunikasi & Informasi Publik (KIP) Setwapres)

Jakarta (SIMAKNEWS) – Wakil Presiden Ma’ruf Amin bersama istri Wury Estu Handayani & putrinya, Siti Nur Azizah, berziarah ke makam Aria Wangsakara, yg diketahui sebagai bupati perdana di Tangerang, & masih leluhur dari Ma’ruf Amin, pada Kamis (6/8).

Dalam keterangan yg diterima di Jakarta, Jumat, Ma’ruf Amin sudah lama harap berkunjung ke makam yg berada di tengah perumahan mewah Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan.

Baca juga: Wapres ingatkan ulama jangan sepelekan COVID-19

“Baru sekarang dapat melaksanakan, karena terbentur banyak kegiatan,” mengatakan Ma’ruf Amin.

Ma’ruf Amin tiba di Taman Makam Pahlawan (TMP) Seribu di Serpong, BSD, pada Kamis sore, dengan didampingi istrinya, Wury Estu Handayani, bersama perangkat terbatas yg melekat.

Di lokasi, Siti Nur Azizah, yg akan mencalonkan diri sebagai wali kota Tangerang Selatan, sudah menunggu untuk turut serta berziarah.

Baca juga: Wapres berharap vaksin COVID-19 tersedia pada pertengahan 2021

Juru Bicara Wapres Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi mengatakan Ma’ruf Amin sempat berbincang dengan juru kunci makam & sejumlah tokoh masyarakat setempat. Dalam dialog tersebut diketahui bahwa Aria Wangsakara masih merupakan leluhur dari Ma’ruf Amin.

“Setelah diusut lewat silsilah keturunan, Wapres Ma’ruf Amin ternyata merupakan keturunan ke-12 dari Pangeran Aria Wangsakara tersebut,” mengatakan Masduki yg ikut serta dalam rombongan Wapres.

Baca juga: Ma’ruf Amin: MUI perlu siapkan fatwa untuk vaksin COVID-19

“Silsilah tersebut antara lain melewati tokoh bernama Wira Negara, yg lebih diketahui dengan sebutan Syekh Ciliwulung; & kalau dirunut ke atas, maka silsilah Wapres Ma’ruf Amin berjumpa dengan nasab Raja Sumedang Larang atau Kesanulun,” ujar Masduki.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *