oleh

Wapres imbau ulama-ulama di daerah disuntik vaksin AstraZeneca

Arsip-Komisi Fatwa MUI Jawa Timur di Surabaya, Senin (22/3), mengumumkan hukum penggunaan vaksin AstraZeneca untuk pencegahan virus corona (COVID-19) hukumnya “halalan toyyiban”. (ANTARA Jatim/Hanif Nashrullah)

Jadi masyarakat tidak perlu ragu mengpakainya dari segi kebolehannyaJakarta (ANTARA) – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengimbau seluruh ulama di daerah untuk disuntik vaksin COVID-19 AstraZeneca, untuk memberikan keamanan & keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin buatan Inggris tersebut kondusif dipakai.

beincash

Wapres Ma’ruf Amin saat menyaksikan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 kepada pengurus & anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, di Jakarta, Rabu, yg penyuntikannya mengpakai vaksin AstraZeneca, menyatakan akan terus dianjurkan ke MUI-MUI di daerah, seperti di provinsi, kabupaten & kota, supaya tidak ada keraguan.

“Jadi masyarakat tidak perlu ragu mengpakainya dari segi kebolehannya,” mengatakan Wapres Ma’ruf Amin, di Kantor MUI Pusat Jakarta.

Penyuntikan vaksin AstraZeneca kepada ulama-ulama di MUI Pusat tersebut juga salah satunya bertujuan untuk memberikan rasa kondusif & percaya kepada masyarakat bahwa vaksin buatan Inggris itu boleh diberikan.

“Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, maka MUI Pusat hari ini mengerjakan vaksinasi dengan mengpakai vaksin AstraZeneca supaya tidak ada keraguan,” ujarnya pula.

Ulama-ulama di Jawa Timur juga sudah mendapatkan suntikan vaksin AstraZeneca pada Maret lalu.

“Majelis ulama, ketua majelis ulama di daerah, di Jawa Timur itu, para ulama & kiainya sudah mengpakai AstraZeneca. Jadi saya pikir ini hal yg sangat baik,” mengatakan Wapres pula.

Sebelumnya, MUI menyatakan vaksin AstraZeneca mengandung unsur haram karena mengpakai tripsin babi dalam proses pembuatannya. Namun, MUI memperbolehkan penggunaan AstraZeneca dalam kondisi darurat untuk menghentikan darurat kesehatan pandemi COVID-19.

Berdasarkan rekomendasi Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), vaksin AstraZeneca memiliki risiko lebih kecil dibandingkan manfaatnya.

Meskipun ada sejumlah laporan terkait indikasi pengentalan darah setelah disuntik vaksin AstraZeneca, WHO menyatakan angka peningkatan indikasi tersebut lebih kecil daripada angka kasus infeksi COVID-19.

WHO beranggapan vaksin AstraZeneca memiliki manfaat lebih akbar daripada risikonya, sehingga vaksinasi dengan AstraZeneca boleh dilanjutkan.
Baca juga: Ulama MUI Pusat disuntik vaksin AstraZeneca
Baca juga: Wapres dorong pemda aktif sosialisasikan vaksinasi COVID-19

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2085826/wapres-imbau-ulama-ulama-di-daerah-disuntik-vaksin-astrazeneca

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *