oleh

Wakil Ketua MPR nilai euforia penyesuaian PPKM diredam melalui edukasi

Slot SimakNews.com – Wakil Ketua MPR nilai euforia penyesuaian PPKM diredam melalui edukasi,

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai diperlukan edukasi yg masif & konsisten dalam penegakan aturan PPKM untuk meredam euforia masyarakat saat menyambut penyesuaian kebijakan tersebut. ANTARA/Genta Tenri Mawangi.

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai diperlukan edukasi yg masif & konsisten dalam penegakan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk meredam euforia masyarakat saat menyambut penyesuaian kebijakan tersebut.

“Saat terjadi pelonggaran kebijakan mulai banyak terjadi pengabaian aturan PPKM yg berlaku. Kondisi ini rawan memicu peningkatan penyebaran COVID-19 di masyarakat,” mengatakan Lestari Moerdijat atau Rerie dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Kematian akibat COVID-19 di Indonesia konsisten di bawah 1.000 kasus

Dia menilai munculnya sejumlah pelanggaran kepada sejumlah aturan yg diberlakukan dalam pengendalian COVID-19, merupakan pertanda belum terbentuknya pemahaman yg utuh dari masyarakat terkait tata cara berkegiatan dalam keseharian di masa pandemi.

Menurut dia, selama belum ditemukan obat yg sanggup mengatasi paparan COVID-19, langkah terbaik yg dapat dilakukan bersama adalah dengan pencegahan.

“Berbagai aturan yg diberlakukan dalam kebijakan PPKM berlevel di berbagai daerah itu dalam rangka mencegah masyarakat terpapar COVID-19,” ujarnya.

Rerie menjelaskan konsekuensi dari kebijakan tersebut adalah masyarakat tidak dapat sepenuhnya kembali berkegiatan seperti sebelum pandemi COVID-19 ada di tengah-tengah kehidupan kita.

Karena itu menurut dia diperlukan pemberlakuan norma baru di tengah masyarakat dalam mengerjakan kegiatan keseharian, untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia.

“Bentuk-bentuk norma baru itu antara lain mulai dibangun melalui pengaturan cara berkumpul dari pembatasan jumlah orang yg berkumpul, waktu berkumpul hingga persyaratan wajib memakai masker & sudah divaksin COVID-19,” katanya.

Baca juga: Kemenkes: Peta jalan berdampingan dengan COVID-19 didasari tiga hal

Dia menilai langkah yg tepat dalam menyambut mulai membaiknya sejumlah indikator pengendalian COVID-19 di Indonesia saat ini bukan dengan euforia & bebas mengabaikan semua aturan PPKM.

Namun menurut dia, justru harus lebih disiplin kepada pelaksanaan aturan PPKM, yg di dalamnya terdapat sejumlah aturan yg wajib dilaksanakan dalam rangka membangun norma baru dalam keseharian.

“Pengalaman sejumlah negara yg mengklaim lebih dulu mengendalikan penyebaran COVID-19, belakangan kembali mengalami ledakan kasus positif akibat masyarakat tidak lagi mematuhi kebijakan disiplin protokol kesehatan,” ujarnya.

Selain itu Rerie juga berharap para pemangku kepentingan di pusat & daerah, tidak cuma menciptakan serangkaian aturan atau kebijakan dalam pengendalian COVID-19.

Namun menurut dia, perlu juga memikirkan bagaimana masyarakat dapat menjalankan kebijakan & aturan tersebut dengan baik sehingga upaya mengedukasi warga untuk meningkatkan pencerahan dalam menjalankan berbagai aturan itu merupakan langkah penting yg tidak dapat diabaikan begitu saja.

Politisi Partai NasDem itu menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan contoh bagaimana norma baru itu dilakukan di berbagai aspek dalam keseharian. Dia menilai, dalam menanamkan pencerahan tersebut, upaya supervisi yg konsisten & transparan sangat dibutuhkan.

Baca juga: Mendagri: Pelonggaran PPKM harus tetap disiplin protokol kesehatan

Baca juga: Pengetatan & pelonggaran PPKM disesuaikan kondisi kasus di daerah

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2377894/wakil-ketua-mpr-nilai-euforia-penyesuaian-ppkm-diredam-melalui-edukasi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *