WhatsApp Image 2020 07 21 at 1.24.50 PM -
in

Wakil Ketua MPR kritisi rencana sertifikasi penceramah

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. (ANTARA/HO)

Umat Islam sangat berjasa dalam menyelamatkan keutuhan NKRIJakarta (ANTARA) – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengkritisi rencana Kementerian Agama (Kemenag) yg akan menerapkan sertifikasi penceramah cuma untuk umat Islam, karena kebijakan tersebut merupakan tindakan yg tidak adil & diskriminatif.

Advertisements

HNW mengingatkan supaya Kemenag tidak memberi “kado” buruk bagi umat Islam pada momen peringatan HUT Kemerdekaan RI & Tahun Baru Islam/1442 Hijriah.

“Padahal sesuai fakta sejarah, umat Islam sangat berjasa dalam menyelamatkan keutuhan NKRI. Khususnya ketika umat Islam mau berkorban, untuk memenuhi tuntutan mengubah sila perdana Pancasila jadi Ketuhanan Yang Maha Esa, sehingga selamatlah keutuhan RI yg baru saja diproklamasikan tanggal 17-8-1945,” mengatakan HNW dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, rencana Kemenag akan mengerjakan sertifikasi bagi penceramah agama Islam sudah ditolak & dikritisi tokoh non-muslim seperti Christ Wamena.

HNW mengatakan kalau pun sertifikasi diadakan, penerapannya harus ditujukan untuk penceramah dari semua agama supaya tegak keadilan, tidak saling mencurigai, & prinsip beragama yg moderat, toleran, inklusif betul-betul jadi komitmen bagi semua penceramah dari semua agama.

“Menteri Agama jangan diskriminatif kepada umat Islam, & harus berlaku adil sesuai sila ke-2 & ke-5 Pancasila. Bila program sertifikasi itu akan dilaksanakan juga, harus profesional, amanah, adil & tidak diskriminatif apalagi dengan politisasi,” ujarnya pula.

Anggota Komisi VIII DPR RI itu menilai, program pemerintah semestinya untuk penceramah semua agama secara adil & amanah.

“Apalagi Menteri Agama pernah menyatakan bahwa dirinya bukan Menteri Agama Islam, melainkan Menteri semua agama,” katanya lagi.
Baca juga: HNW: Jangan abaikan peran NU-Muhammadiyah sebagai penggerak pendidikan

HNW menyampaikan bahwa sekali pun dirinya mendukung Islam wasathiyah (moderat), tasamuh (toleran), & menolak radikalisme, wacana sertifikasi da’i yg diskriminatif & tidak profesional & sudah bergulir sejak 2015 adalah wacana yg berlebihan.

Kebijakan tersebut, menurut dia, justru dapat jadi tidak moderat & tidak toleran karena lebih baik hadirkan keteladanan terkait toleransi & moderasi antara lain dengan kebijakan membuka ruang dialog, kalau tujuannya memang harap mencegah radikalisme & hadirkan ceramah serta penceramah agama yg moderat, toleran & tidak radikal.

“Kalau pun program tersebut hendak diterapkan, maka aturan tersebut harus diberlakukan kepada juru dakwah dari semua agama. Seleksinya dilakukan secara transparan, mengpakai ukuran-ukuran yg dibenarkan oleh ajaran masing-masing agama, serta ketentuan hukum yg berlaku di NKRI,” katanya.

HNW mengaku heran dengan sikap “ngotot” Kemenag karena program sertifikasi penceramah tidak ada dalam janji kampanye Presiden Jokowi, & juga tidak jadi kegiatan Prioritas Rencana Kerja Pemerintah/Kemenag 2020 seperti yg sudah dihinggakan ke DPR pada akhir 2019 maupun April 2020 setelah “refocusing” kegiatan akibat COVID-19.

Dia justru khawatir program yg diskriminatif itu dapat menimbulkan kecurigaan kepada pemerintah, saling curiga di kalangan penyebar agama, meresahkan kalangan da’i Islam, apalagi bila program itu dapat ditunggangi untuk menyulitkan da’i & umat Islam.

“Padahal mereka dahulu justru sangat berjasa untuk memperjuangkan kemerdekaan RI sekalipun dituduh sebagai kelompok radikal oleh penjajah Belanda. Umat Islam bahkan sangat toleran, memenuhi tuntutan kalangan minoritas, dengan persetujuan mengubah sila ke-1 jadi Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujarnya pula.
Baca juga: Wakil Ketua MPR desak RUU HIP dicabut dari prolegnas

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/1678434/wakil-ketua-mpr-kritisi-rencana-sertifikasi-penceramah

Report

What do you think?

888 points
Upvote Downvote

Written by dono

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0