oleh

Viral Broadcast Warga Sebut Ada ‘Kartel Kremasi’, Pemprov DKI Buka Suara

Slot SimakNews.com

Viral Broadcast Warga Sebut Ada ‘Kartel Kremasi’, Pemprov DKI Buka Suara

,

Online – Beredar pesan berantai di media sosial seorang warga Jakarta Barat dengan judul ‘diperas kartel kremasi’ terkait jenazah COVID-19. Pemprov DKI Jakarta pun buka suara.

Pesan berantai ini tersebar di aplikasi WA hingga Facebook. Warga tersebut mengaku ditawari bantuan mencarikan krematorium untuk ibunya yg meninggal karena COVID-19 oleh seorang petugas Dinas Pemakaman. Oknum tersebut mengatakan kremasi dapat dilakukan di Karawang, Jawa Barat, dengan tarif Rp 48,8 juta. Ada pula letak lain dengan tarif Rp 45 juta bahkan Rp 65 juta.

Warga itu juga mengatakan ada kartel kremasi lainnya yg menawarkan jasa yg sama tetapi lokasinya di Cirebon, Jawa Barat, dengan tarif sebesar Rp 55 juta. Di dalam pesan berantai tersebut tercantum kejadian pada 12 Juli 2021.

Warga itu pun mengeluhkan harga kremasi yg hingga puluhan juta rupiah karena sebelumnya jenazah sang kakak dikremasi dengan biaya tak hingga Rp 10 juta.

Penelusuran Pemprov DKI

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan & Hutan Kota DKI Jakarta sudah menelusuri laporan warga tersebut. Hasilnya, pihaknya memastikan petugasnya tidak menerima pengantaran jenazah ke luar kota pascalonjakan kasus COVID-19 di Jakarta.

“Kami sudah menelusuri bahwa pada tanggal 12 Juli 2021, petugas kami tidak ada yg mengantar jenazah kremasi ke luar Jakarta. Jenazah yg dikremasi di Karawang dibawa sendiri oleh pihak keluarga. Petugas kami cuma menginformasikan bahwa krematorium di Jakarta tidak menerima kremasi jenazah COVID-19 & yg dapat menerima adalah krematorium di luar Jakarta,” mengatakan Kepala Dinas Pertamanan & Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati dalam keterangan tertulis, Minggu (18/7).

Suzi menginstruksikan supaya yayasan kremasi melapor kepada rumah sakit terkait penjadwalan kremasi beserta tarifnya. Hal ini demi mencegah proses tawar-menawar di lapangan oleh oknum yg merugikan masyarakat.

Selain itu, Suzi meminta warga segera melapor apabila menemukan oknum yg mengaku petugasnya & memintakan uang kepada warga.

“Jika oknum tersebut benar pegawai kami, maka Pemprov DKI Jakarta akan langsung menindak tegas. Namun, kalau bukan pegawai, Pemprov DKI Jakarta akan melaporkan ke kepolisian untuk proses lebih lanjut,” tegasnya.

Selain itu, Suzi memastikan pelayanan mobil jenazah & petak makam akan dilakukan antara rumah sakit & petugas Dinas Pertamanan & Hutan Kota DKI Jakarta. Dia meminta warga menghindari praktik calo pemakaman COVID-19.

“Kami sarankan juga kepada warga supaya tidak berhubungan dengan calo untuk pelayanan mobil jenazah & petak makam, karena pihak RS sudah secara otomatis menghubungi Distamhut DKI Jakarta. Jika warga meninggal di rumah, segera hubungi RT/RW & puskesmas kecamatan,” jelasnya.

“Pelayanan pemakaman, seperti pengangkutan jenazah juga pemberian peti jenazah itu tanpa biaya, baik jenazah COVID-19 maupun tidak, yg mana sudah merupakan SOP dari Distamhut DKI Jakarta. Kecuali, izin penggunaan petak & perpanjangan petak makam dikenakan retribusi sebesar Rp 100.000 per 3 tahun,” sambungnya.

Tak Ada Layanan Kremasi Jenazah Corona di Jakarta

Suzi menjelaskan saat ini terdapat tiga krematorium swasta di Jakarta yg tidak menerima kremasi jenazah COVID-19. Yaitu Grand Heaven, Daya Besar, Cilincing; & Krematorium Hindu. Sementara itu, krematorium swasta yg masih menerima kremasi jenazah COVID-19 justru berada di luar wilayah Jakarta.

“Melihat tingginya pelayanan pemakaman di Jakarta saat ini, maka petugas Palang Hitam tidak melayani pengantaran jenazah ke letak kremasi swasta di luar Jakarta. Masyarakat yg harap mengerjakan kremasi kepada anggota keluarganya dapat dilakukan secara berdikari & memastikan biaya langsung ke lokasi-lokasi kremasi swasta, bukan melalui oknum,” pungkasnya.(detiknews.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *