oleh

Video Jemaah Ciumi Tangan Anak Bahar Smith Dihujat & Viral, Netizen: Itu Sunnah

Online – Beredar sebuah video tangan anak Bahar bin Smith alias Habib Bahar bin Ali bin Smith, Sayyid Maulana Malik Ibrahim bin Smith, diciumi oleh jemaah dengan penuh takzim.

Saat beredar, video itu menuai banyak tanggapan. Ada yg bilang, para jemaah berlaku berlebihan kepada anak Bahar bin Smith. Namun di sisi lain, diminta pula untuk tidak menyalahkan anak Bahar Smith.

“rendahnya derajat bangsa ini di hadapan bangsa gurun Jangan salahkan si bocah. Dia blm ngerti apa-apa. Yang pada cium tangan aja yg kelewat bloon,” tulis akun Twitter filosofiksi.

Muzani: internal Gerindra meminta Prabowo maju di Pilpres 2024
Tak lama, unggahan video tersebut ditanggapi oleh Ferdinand Hutahaean. Lewat akun Twitternya, Ferdinand mengirimkan emot tertawa sambil memangis.

Muzani: internal Gerindra meminta Prabowo maju di Pilpres 2024
Unggahan ini lantas menimbulkan polemik. Akun Twitter @ariefghozaly misalnya, ia menyebut kalau perlakuan para jemaah yg mencium tangan anak Bahar Smith adalah sikap mengikuti sunnah Nabi.

“Banyak pro & kontra di video ini. Setau sy kita disunnahkan mencium tangan anak kecil, bukan anak kecil yg mencium tangan kita (orang dewasa). Alasan & rahasianya: ambil berkah, mereka blm berdosa. Dan fyi, sy sering cium tangan keponakan sy yg belum akil baligh.”

Untuk diketahui, dikutip dari buku “Kado Pernikahan” yg ditulis Syaikh Hafizh Ali Syuaisyi, dijelaskan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam juga mencontohkan untuk mencium & memeluk anak penuh kasih sayang.

Hal ini diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, ia berkata, ” Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mencium Hasan bin Ali Radhiyallahu Anhu, & di dekat beliau ada Al-Aqra nin Habis At-Tamimi. Al-Aqra berkata ‘Sesungguhnya saya punya sepuluh orang anak. Namun Aku tidak pernah mencium satu pun di antara mereka’.

Rasulullah lalu memandangi Al-Aqra & bersabda “Siapa yg tidak menyayangi ia tidak disayangi” (diriwayatkan oleh Al-Bukhari 5997 & oleh Muslim 23). Juga diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu Anhu, ia berkata ” Rasulullah Alaihi wa Sallam memeluk putranya Ibrahim lalu menciumnya” (diriwayatkan oleh Al-Bukhari 1303 & oleh Muslim 2315).

Dari keterangan hadist-hadist tersebut menunjukkan bahwa seseorang yg mencium anak atau saudaranya yg masih kecil sebagai tanda sayang, hukumnya adalah sunnah. Baik anak laki-laki maupun anak perempuan.

Hadist-hadist shahih lainnya yg senada juga cukup banyak. Namun, perlu dicatat, kalau mencium anak didorong oleh nafsu syahwat, berdasarkan kesepakatan para ulama, hukumnya haram, baik itu dilakukan ayahnya sendiri atau orang lain.

Sampai di situ saja? Tidak. Hukum menciumi tangan orang saleh atau orang pakar ilmu, diberitakan dari laman Rumaysho, disebut sunnah dengan alasan: Mencium tangan itu berkisar antara hukum boleh atau mustahab (dianjurkan). Jika yg dicium tangannya adalah seorang pakar ilmu, orang saleh, ataukah orang yg mulia, & karena pertimbangan agama lainnya, seperti itu dianjurkan (disunnahkan).

Namun ada penekanan tegas saat mencium tangan dalam laman itu juga. Disebut bahwa adapun kalau maksudnya mencium tangan untuk tabarruk (ngalap berkah) dengan orang saleh atau selain mereka, di mana tidak ada dalil yg mendukung hal tersebut, seperti itu tidaklah disyariatkan.

Sayyid Maulana Malik Ibrahim bin Smith sendiri sebelumnya pernah bikin heboh karena meminta kepada umat muslim di Indonesia untuk mendoakan keselamatan ayahnya yg berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batu Nusakambangan, Jawa Tengah, supaya diberikan kesabaran & ketabahan pada Mei 2020 silam.

Permohonan putra perdana Habib Bahar di-unggah dalam akun Twitter @MSApunya. Kini asa seorang anak untuk ayahnya yg berada di Lapas Nusakambangan itu sudah disukai oleh netizen sebanyak 2,848 & dikomentari 86 view.

“Assalamualaikumwarohmatullahiwabarokatuh. Ana Maulana Malik Ibrahim bin Smith, mengimbau kepada seluruh umat muslim di Indonesia & kepada pesayang aba Sayyid Bahar bin Ali bin Smith, mohon doanya kepada aba ana supaya diberi kekuatan, kesabaran & ketabahan dalam menghadapi ujian Allah. Insya Allah ana dapat memperjuangkan aba ana. Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,” ujar Maulana dalam video tersebut.(era.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *