oleh

Varian Baru Covid-19 Paling Ganas Ditemukan di Indonesia, Ini Gejala hingga Bahayanya

Slot SimakNews.com – Varian Baru Covid-19 Paling Ganas Ditemukan di Indonesia, Ini Gejala hingga Bahayanya,

Online – Saat sejumlah negara mewaspadai adanya Covid-19 varian India atau B1617.2, ternyata virus ganas itu sudah ditemukan di Indonesia.

Varian baru Covid-19 diketahui sudah ditemukan di Cilacap, Jawa Tengah.

Varian baru Covid-19 diketahui dapat menular lebih cepat.

Hal ini yg menyebabkan 32 tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap terpapar Covid-19.

“Jadi karena varian baru ini kan tingkat penularannya yg lebih cepat,” ujar Direktur RSUD Cilacap Ichlas Riyanto, dalam konferensi pers di Pendapa Kabupaten Cilacap, Sabtu (22/5/2021).

Hingga saat ini Ichlas belum dapat memastikan apakah nakes tersebut terpapar Covid-19 varian India atau bukan. Ichlas mengatakan, gejala yg ditimbulkan dari Covid-19 varian India sama dengan Covid-19 pada umumnya.

“Tanda spesifik tidak ada, cuma penularannya saja yg cepat,” mengatakan Ichlas. Terima kasih sudah membaca Kompas.com. Dapatkan informasi, inspirasi & insight di email kamu. Daftarkan email Untuk mengantisipasi kejadian serupa, mengatakan Ichlas, pihaknya akan menguatan penerapan protokol kesehatan, termasuk pengpakai alat pelingdung diri (APD).

Ichlas juga memastikan, sejak virus corona mewabah, tenaga kesehatan di rumah sakit sudah mengenakan APD secara lengkap.

Sebelumnya, sebanyak 13 anak buah kapal (ABK) asal Filipina yg ada di Cilacap, Jawa Tengah, dipastikan terpapar Covid varian baru dari India atau B1617.2.

Menurut keterangan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji kepastian itu didapatkan setelah Pemkab menerima hasil tes genome dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Gejala & Ciri-cirinya

Kementerian Kesehatan mengonfirmasi adanya tiga varian baru virus corona yg sudah masuk ke Indonesia, yakni berasal dari Inggris yg disebut varian B.1.1.7, varian B.1.351 dari Afrika Selatan & varian Covid-19 India yg diketahui sebagai B.1.617.

Dilansir dari Kompas.com, Jumat (8/5/2020), Oscar MacLean, seorang Bioinformatika di Pusat Penelitian Virus University of Glasgow, Inggris mengatakan bahwa mutasi virus adalah fitur replikasi virus yg pasti terjadi. “Ini tidak dapat dihindari.

Meskipun penting untuk memantau mutasi virus, tetapi bukan berarti jadi satu-satunya perhatian,” mengatakan dia seperti diberitakan dari Newsweek.

Berikut ini tiga varian virus corona di Indonesia, dari bahayanya hingga gejalanya.

1. Varian Inggris B.1.1.7

Varian B.1.1.7 adalah salah satu mutasi virus corona kali perdana muncul di Inggris. Lonjakan kasus Covid-19 terjadi di beberapa wilayah di Inggris, menciptakan para ilmuwan mencoba mengidentifikasi penyebabnya. Para ilmuwan kemudian menemukan mutasi virus corona menciptakan virus SARS-CoV-2 lebih menular. Kendati sudah mengerjakan lockdown ketat, namun akhirnya varian virus corona Inggris ini menyebar ke sejumlah negara di dunia, termasuk di Indonesia.

Mutasi virus pada varian ini menciptakannya lebih mudah memasuki sel manusia. Sehingga kalau seseorang menghirup udara yg mengandung partikel virus corona di dalamnya, maka partikel ini akan lebih mungkin masuk menginfeksi beberapa sel di sinus atau hidung, & akhirnya masuk ke paru-paru. Varian baru virus corona Inggris ini juga disebut yg paling ditakutkan pada lonjakan kasus Covid-19 di Thailand beberapa waktu lalu.

Gejala Covid-19 Inggris ini tidak jauh berbeda dengan infeksi Covid-19 pada umumnya, antara lain seperti. Batuk & sakit tenggorokan Demam Kelelahan & nyeri ototo Hilang rasa & indra penciuman Sesak napas Sulit berpikir jernih Pusing, malaise & mual

2. Varian Afrika Selatan B.1.315

Varian baru virus corona B.1.315 adalah mutasi virus corona yg muncul di tengah lonjakan kasus di Afrika Selatan.

Dilansir Kompas.com, Kamis (6/5/2021), mutasi virus corona dari Afrika Selatan ini disebut dapat memengaruhi netralisasi beberapa antibodi. Namun demikian, varian B.1.315 yg belum lama ini terdeteksi di Indonesia, belum diketahui apakah sanggup meningkatkan risiko keparahan Covid-19.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa varian B.1.351 dengan mutasi virus yg disebut E484K ini diduga dapat memengaruhi penurunan efikasi vaksin Covid-19.

Sama seperti varian B.1.1.7, varian virus corona Afrika Selatan tersebut juga memiliki kemampuan menular lebih cepat. Gejala Covid-19 dari infeksi varian virus corona Afrika Selatan ini tidak jauh berbeda dengan infeksi Covid-19 pada umumnya, tetapi mutasi dari varian ini tergolong berbahaya.

3. Varian India B.1.617

Lonjakan kasus infeksi virus corona di India, menciptakan negara itu babak belur dihantam virus ini.

Mutasi virus corona ini menciptakannya lebih menular & menyebabkan penyakit yg disebut lebih parah, serta menghindari kekebalan yg dibuat oleh vaksin.

Selain itu, varian B.1.617 disebut juga sebagai varian dengan ‘mutasi ganda’ dengan label L452R di California, & berlabel E484Q di Afrika Selatan & Brasil. Dua mutasi virus India tersebut, pada L452R dikhawatirkan dapat meningkatkan transmisi virus atau lebih menular, & mengurangi kemanjuran antibodi dalam melawan infeksi.

Sedangkan mutasi virus berlabel E484Q, dikhawatirkan dapat menciptakan virus memiliki pengikatan sel yg lebih baik dibandingkan sebelumnya yg berpotensi dapat menghindari kekebalan.

Adapun gejala Covid-19 yg disebabkan infeksi dari varian virus corona India ini antara lain seperti batuk terus menerus, suhu tubuh tinggi hingga kehilangan indra perasa & penciuman. (kompas.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *