oleh

Vaksin Nusantara dr Terawan Dapat Dukungan DPR, Pakar: Ini yg Bahaya!

Slot SimakNews.com – Vaksin Nusantara dr Terawan Dapat Dukungan DPR, Pakar: Ini yg Bahaya!,

Online – Pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman angkat bicara soal dukungan anggota Komisi VII DPR RI yg belakangan mendesak vaksin Nusantara lanjut uji klinis Fase III. Seperti diketahui, vaksin bentukan eks Menkes Terawan Agus Putranto ini tak dapat restu kelanjutan uji klinis dari Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM) lantaran tak memenuhi standar klinis pembuatan vaksin.

“Tetap nggak dapat lah ya (dukungan DPR tanpa izin BPOM), ini yg berbahaya,” sebut Dicky saat dikonfirmasi detikcom Kamis (17/6/2021).

Pasalnya, Dicky menegaskan kelanjutan uji klinis vaksin Nusantara tanpa izin BPOM akan berbahaya bagi warga yg menerima vaksin tersebut. Terlebih tidak ada supervisi terkait uji keamanan vaksin hingga tata cara sesuai standar ilmiah yg selama ini ditetapkan setiap otorisasi kesehatan di sejumlah negara, dalam hal ini BPOM.

“Dan sekali lagi vaksin itu adalah produk medis yg melalui uji klinis tahapan uji klinis & bukan produk politis sehingga dia harus memenuhi kriteria prosedur ilmiah regulasi yg berlaku di setiap negara,” sambung Dicky.

“Jadi kalau itu dilewati dia jadi produk politis ya artinya tidak dapat dianggap sebagai produk medis iya artinya akan berbahaya,” bebernya.

Baca juga: Vaksin Nusantara ‘dr Terawan’ Ngotot Ingin Uji Klinis, BPOM Angkat Bicara
Dalam kesimpulan rapat Komisi VII DPR RI bersama eks Menkes Terawan, disebut para anggota mendukung penuh & mendesak uji klinis vaksin Nusantara terus dilanjutkan.

“Komisi VII DPR RI mendukung penuh pengembangan vaksin imun Nusantara oleh Dokter Terawan Agus Putranto & mendesak lanjutan uji klinis fase III yg sesuai dengan kaidah uji klinis, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” ujar Wakil Ketua Komisi VII Eddy Soeparno saat membacakan kesimpulan hasil rapat, Rabu (16/6/2021).

Tak cuma itu, Komisi VII juga harap Ketua Konsorsium Riset & Inovasi COVID-19 Ismunandar segera memasukkan riset vaksin bentukan eks Menkes Terawan berbasis dendritik sebagai salah satu dari daftar pengembangan riset vaksin.

Saat dikonfirmasi detikcom, Kepala Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM) Penny K Lukito juga menegaskan status vaksin Nusantara kini cuma sebatas riset & pelayanan, yg jadi tanggung jawab Balitbangkes Kemenkes RI.

“Sudah bukan melalui jalur BPOM. Bukan produk yg akan dipakai massal, diproduksi massal, tetapi itu pelayanan individual,” mengatakan Penny.(health.detik.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *