oleh

Uzbekistan minta izin terkait adegan Bung Karno pada Film Imam Bukhari

Dubes Uzbekistan untuk Indonesia Ulugbek Rozukulov menerima cinderamata dari Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat berkunjung ke Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (1/4/2021). ANTARA/HO-PDIP/aa.

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Uzbekistan meminta izin kepada Megawati Soekarnoputri terkait adegan Bung Karno dalam film dokumenter tokoh Muslim Imam Bukhari yg akan diproduksi dalam waktu.

beincash

“Saya mewakili Pemerintah Uzbekistan & pihak swasta yg akan memproduksi film itu meminta izin kepada Ibu Megawati Soekarnoputri terkait scene atau adegan Bung Karno, & tokoh yg akan memerankan Bung Karno saat momen Bung Karno mengunjungi makam,” mengatakan Dubes Uzbekistan untuk Indonesia Ulugbek Rozukulov saat beraudiensi dengan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis.

Saat audiensi, Dubes Rozukulov didampingi oleh Second Secretary untuk Politik & Ekonomi Muzaffar Abduazimov. Sementara Hasto, didampingi oleh Ahmad Basarah, Ketua DPP Bidang Luar Negeri & Hanjaya, Direktur Hubungan Luar Negeri PDIP.

Dubes Rozukulov dalam siaran pers-nya mengatakan, Imam Bukhari merupakan tokoh ilmu pengetahuan yg revolusioner berasal dari Uzbekistan.

Dijelaskannya, juga banyak scientist Islam yg terkenal di dunia memang berasal dari Uzbekistan.

Baca juga: Uzbekistan tawari jadi tuan rumah perundingan pemerintah Afghanistan dengan Taliban

Baca juga: Pemain Uzbekistan jalani uji coba di Persiraja

Atas inisiasi ini, PDIP menyambut baik & akan memberikan informasi-informasi tentang kunjungan Bung Karno saat itu.

“PDI Perjuangan menyambut baik rencana produksi film mengenai tokoh Muslim Imam Bukhari. Termasuk di dalamnya akan memuat adegan Bung Karno saat berkunjung ke makam Imam Bukhori pada 1956,” tutur Hasto.

Dalam kesempatan itu, Basarah memaparkan kaitan antara Bung Karno & Islam. Bahkan, Bung Karno memiliki hubungan dekat dengan Nahdlatul Ulama & Muhammadiyah, dua organisasi Islam akbar di Indonesia.

Basarah mengatakan memang layak peran Bung Karno ada di film dokumenter Imam Bukhari karena Bung Karno lah yg meminta supaya makam Imam Bukhari ditemukan, dipugar & kini jadi objek wisata dunia.

“Bung Karno yg meminta dicari & ditemukan sebagai syarat berkunjung ke Moskow saat diundang Pemerintah Uni Soviet pada 1956 lalu,” papar Basarah.

Basarah menerima informasi bahwa direncanakan film itu nantinya akan diputar di UNESCO.

“Film ini menggambarkan peradaban muslim di Uzbekistan & peran Bung Karno dalam penemuan makam tokoh Islam, Imam Bukhari,” ucap Basarah.

Basarah beberapa waktu lalu kunjungan ke Uzbekistan, menyempatkan diri berkunjung ke makam Imam Bukhari yg terawat dengan baik jadi Mausoleum Imam Bukhari.

Pascapertemuan ini, lanjut dia, akan ada rapat secara virtual untuk membahas soal produksi film ini. Termasuk dengan melibatkan sejarawan dalam rapat itu.

Setelah Lebaran 2021 ini, mengatakan Basarah, rombongan PDIP akan berkunjung ke Uzbekistan.

Usai audiensi, Hasto & Basarah menyerahkan beberapa cenderamata kepada Dubes Uzbeskitan, antara lain logo partai & batik pemberian dari Megawati Soekarnoputri.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2076138/uzbekistan-minta-izin-terkait-adegan-bung-karno-pada-film-imam-bukhari

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *