000 1WO57J 1 -
in

Transformasi PSG setelah injeksi Qatar

Para pemain Paris Saint-Germain ambil bagian dalam latihan menjelang final Liga Champions melawan Bayern Muenchen di Stadion Luz di Lisbon (22/8/2020). ANTARA/AFP/Matthew Childs/aa.

Jakarta (ANTARA) – Seandainya Paris Saint-Germain mengalahkan Bayern Muenchen pada final Liga Champions, Senin dini hari di Lisbon, citra yg mungkin ada adalah air mata kegembiraan Neymar atau suasana seremoni super meriah di ibu kota Prancis, tetapi yg mungkin paling berbahagia adalah Emir Qatar, tulis AFP dalam laporannya akhir pekan ini.

Advertisements

Penampilan perdana klub ini dalam final lomba antarklub elite Eropa tersebut terjadi pada bulan ketika mereka merayakan hari jadi ke-50, namun titik awalnya adalah 30 Juni 2011.

Saat itulah Qatar Sports Investments (QSI) membeli PSG di mana saat itu presidennya Nasser al-Khelaifi berjanji mengubah klub itu sebagai “tim hebat & brand yang kuat di kancah internasional”.

Tidak ada keraguan QSI sudah mencapai hal itu, bahkan pada saat mereka yg mengkritik Qatar mempertanyakan motivasi negara kecil kaya gas dari tanah Arab itu.

Baca juga: Kala tim-tim ‘liga petani’ mendominasi Liga Champions
Baca juga: Ini perkiraan Wayne Rooney soal final Liga Champions

PSG baru-baru ini menjuarai liga Prancis yg ketujuhnya dalam delapan musim terakhir & treble domestik keempat dalam enam tahun terakhir.

Kini, setelah beberapa kali tampil mengecewakan di pentas Eropa mereka melenggang ke pertandingan antarklub terbesar & paling bergengsi dari semua laga yg ada.

“Sejak kami tiba di sini, Liga Champions sudah jadi impian kami, & kami hampir memenuhi impian kami saat ini,” mengatakan Khelaifi setelah timnya mengalahkan RB Leipzig dalam semifinal.

PSG sudah akbar sebelum QSI -di bawah kepemilikan raksasa TV berbayar Prancis Canal Plus pada 1990-an, dengan bintang-bintang seperti George Weah, mereka menjuarai liga pada 1994 & mencapai semifinal Liga Champions setahun kemudian.

Mereka mengangkat satu-satunya trofi Eropa yg dapat mereka raih, Cup Winners’ Cup, pada 1996.

Baca juga: Presiden PSG: Kami pantas berada di final Liga Champions

Situasi sulit

Tetapi pada 2011 klub ini dihadapkan kepada keadaan sulit. Mereka baru saja finis keempat dalam Ligue 1 tetapi setahun sebelumnya menempati urutan ke-13.

Penonton di Stadion Parc des Princes berkurang setelah klub ini berhenti menjual tiket kepada anggota dua kelompok pendukung yg saling bersaing karena masalah hooliganisme.

Di bawah kepemilikan Khelaifi, sosok yg dihormati di Qatar, PSG seketika jadi klub yg sama sekali lain.

Mereka cuma butuh dua tahun untuk naik ke posisi kelima dalam Football Money League Deloitte. Pendapatan mereka yg pada musim 2012-2013 cuma di bawah 400 juta euro (Rp6,9 triliun), melonjak empat kali lipat dalam waktu singkat setelah ditangani QSI.

Hanya Real Madrid, Barcelona, Bayern Muenchen & Manchester United yg mengalahkan mereka dalam urusan finansial ini.

Baca juga: Pendapatan 30 klub top Eropa setara pendapatan 682 klub

Musim itu PSG kembali ke Liga Champions setelah delapan tahun absen & menjuarai Ligue 1 pertamanya di era Qatar.

Mereka mendatangkan megabintang David Beckham. Kesepakatan komersial akbar diteken dengan Otoritas Pariwisata Qatar & penyedia mobile Qatar, Ooredoo.

Angka terakhir Deloitte menempatkan mereka pada urutan kelima lagi dengan pendapatan 635,9 juta euro (Rp11 triliun).

PSG mengerjakan dua transfer termahal dalam sejarah ketika mendatangkan Neymar dari Barcelona seharga 222 juta euro (Rp3,8 triliun) & Kylian Mbappe dari Monaco seharga 180 juta euro (Rp3,1 triliun), pada 2017.

Klub sudah menghabiskan total 1,3 miliar euro (Rp22,6 triliun) untuk biaya transfer saja dalam sembilan tahun terakhir ini.

Baca juga: Menurut bos PSG dari Qatar, transfer Neymar tak mahal
Baca juga: Juara Liga Champions jadi misi Mbappe sejak gabung PSG

Manfaat politis

Dalam istilah sepak bola, ini semua tentang memberikan kesuksesan di lapangan. Tetapi tujuan QSI, & motivasi di balik keterlibatan Qatar, jauh lebih dalam.

Situs web QSI sendiri berbicara soal visi “diakui secara internasional sebagai perusahaan investasi olahraga, rekreasi & hiburan terkemuka di Qatar & luar negeri.”

Memilih PSG, yg berbasis di salah satu kota terbesar & paling glamor di Eropa, adalah cara Qatar untuk membangun brand-nya menyusul keberhasilannya jadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Baca juga: Qatar dedikasikan stadion baru untuk pejuang terdepan lawan COVID-19
Baca juga: Qatar selesaikan pembangunan stadion ketiga untuk Piala Dunia 2022

“Ini semua tentang branding, tentang menghubungkan diri Anda dengan turnamen-turnamen penting & bergengsi di satu sisi, & klub yg glamor & sukses di sisi lain,” mengatakan Nicholas McGeehan, direktur Fair Square Projects, yg merupakan penyelidik & pembela hak-hak terkemuka pekerja migran di Teluk, kepada AFP.

Piala Dunia & kepemilikan Qatar atas PSG sudah menyoroti perlakuan negara ini kepada pekerja migran, tetapi manfaat reputasi sepertinya lebih akbar ketimbang biaya yg dikeluarkan.

“Pada akhirnya ini tentang politik, kekuasaan & pengaruh, bukan sepak bola,” mengatakan McGeehan.

Di jalanan Doha, perhatian lebih tersita kepada Liga Premier Inggris daripada pada PSG, sekalipun minat mulai membesar.

Toko PSG di mal Villaggio di Doha pekan ini dihiasi dengan poster bertuliskan “WE ARE PARIS – LISBOA 2020” yg menutupi separuh bagian depan toko itu.

Baca juga: Pekerja stadion Piala Dunia Qatar berbulan-bulan tak digaji
Baca juga: Pandemi paksa panitia Piala Dunia Qatar berhentikan karyawan

“Jika mereka menang, mereka pasti akan menciptakan dua pawai kemenangan, satu di Paris & satu lagi di sini,” mengatakan manajer toko Abdul, yg mengenakan seragam PSG terbaru.

Bukan cuma Paris, Qatar Airways memiliki kesepakatan sponsor dengan Bayern & beralih ke Twitter guna menyebut laga final sebagai #Qlassico.

Bagi McGeehan, keberhasilan PSG akan berdampak positif kepada Qatar & Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, khususnya dalam konteks krisis Teluk yg sudah menyebabkan Arab Saudi, Uni Emirat Arab & negara-negara tetangga lainnya memutuskan hubungan diplomatik, ekonomi, & perjalanan ke & dari Doha.

“Dalam soal gengsi Emir, ini adalah keuntungan politik yg sangat akbar bagi dia. Modal politiknya akan melambung tinggi di kalangan rakyat Qatar,” mengatakan dia.

“Brand mereka tersebar di pertandingan sepak bola terbesar yg terjadi setiap tahun di Eropa. Mereka akan menggelar turnamen sepak bola terbesar di dunia dalam beberapa tahun. Tak ada hasil kerja yg lebih bagus dari pencapaian itu.”

Baca juga: Mengapa Bayern Muenchen begitu dominan di Jerman ?
Baca juga: Thomas Tuchel akui Bayern lebih unggul di final Liga Champions

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/1683866/transformasi-psg-setelah-injeksi-qatar

Report

What do you think?

888 points
Upvote Downvote

Written by IDN Sport

Staff pada Grup operator label swasta terbesar yang menggunakan tulang punggung kami di ASIA. Rekam jejak yang terbukti selama lima tahun dan lebih dari 300 klien dengan basis klien terbesar dari jaringan multipemain.

Bergabung bersama IDNSport.net dan rasakan apa itu game online masa depan. Kami memiliki semua alat yang diperlukan untuk mengungguli persaingan dan kami menyediakan kolaborasi ujung ke ujung untuk memastikan kemajuan bisnis yang berkelanjutan. Jangan lewatkan kesempatan ini dan bergabunglah dengan jaringan game online terbesar di Asia!

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0