oleh

Tipu 400 Emak-emak, Bos Arisan Fiktif Mojokerto Beli Mobil hingga Bangun Rumah

Slot SimakNews.com – Tipu 400 Emak-emak, Bos Arisan Fiktif Mojokerto Beli Mobil hingga Bangun Rumah,

Online – Tarmiati (42) alias Mia, bos arisan fiktif yg menipu ratusan emak-emak mengpakai uang hasil kejahatannya untuk membangun rumah di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, korban mengerjakan penipuan berkedok arisan paket lebaran 2020 hingga 2021.

“Ada 400 korban yg tertipu. Modusnya uang para korban akan dikembalikan utuh & dapat bonus lima persen setiap bulannya, serta ditambah beberapa parcel lebaran seperti kue,” mengatakan Dony, Senin (24/5/2021).

Dony menambahkan, pelaku Mia beraksi kurang lebih satu tahun, mendatangi para kelompok arisan yg berisi ibu-ibu menawarkan satu brosur arisan paket lebaran.

“Pelaku sudah mengambil uang senilai Rp 430 juta. Kami masih memberi kesempatan kepada masyarakat dengan mendirikan posko pengaduan kasus yg dilakukan oleh tersangka,” jelas dia.

Mantan Kapolres Pasuruan Kota ini menyebut bahwa pelaku & suaminya melarikan diri dengan membawa aset dua mobil & beberapa aset yg disimpan.


“Tanggal 18 Mei, tersangka diamankan dengan satu unit mobil Avanza warna hitam, satu unit mobil colt, uang tunai Rp 2.100.000, tabungan BNI, ATM BNI 46, ATM BCA, rekening BNI 46 & buku tabungan,” beber dia.

Alumni Akpol 2000 ini membeberkan, pelaku menjalankan arisan ini untuk gali lubang tutup lubang dengan memutar uang dari para pengikutnya.

“Ternyata tersangka meminjam uang ke masyarakat lain dengan kembang 10 persen & itu yg diputarkan kepada para korban. Awalnya selama 6 bulan berjalan lancar dengan upaya pinjam ke warga lain dari keuntungan peminjaman itu ia berikan ke korban lain. Sebagian dipakai membangun rumah, beli mobil, sehingga terkesan bisnis ini berhasil,” paparnya.

Sementara Mia mengaku kalau dirinya menjalankan bisnis ini sejak Tahun 2014. Dan cuma Tahun 2021 tidak berjalan dengan mulus.

“Saya sebenarnya sudah beberapa kali mengadakan arisan, tetapi untuk Tahun 2021 ini belum dapat mengembalikan. Saya pinjam ke kelompok, rumahan, pinjam BPKB & pinjam sertifikat untuk digadai ke bank untuk menutupi arisan,” saya Mia.

“Kerugian kurang lebih Rp 1 miliar untuk bayar utang, cicil angsuran BPKB, bangun rumah itu tahun 2018, habis sekitar Rp 400 juta. Saya mohon maaf, sebenarnya saya tidak mau seperti ini & saya sudah berusaha mencari pinjaman lagi. Tapi saya tidak dapat, karena terlilit utang terlalu banyak,” pungkasnya. (kumparan.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *