oleh

Tim T1 yg Diperkuat Dua Pemain Indonesia Disebut Hanya Punya Peluang 0,98% Untuk Juara TI 10

Slot SimakNews.com – Tim T1 yg Diperkuat Dua Pemain Indonesia Disebut Hanya Punya Peluang 0,98% Untuk Juara TI 10,

Perwakilan utama wilayah Asia Tenggara (SEA) di The International 10 (TI 10), T1, disebut cuma memiliki kesempatan sebesar 0,98 persen untuk mengangkat trofi Aegis.

IDGS, Rabu, 22 September 2021 Organisasi eSports asal Korea Selatan, T1, disebut cuma punya kesempatan menang di TI 10 kurang dari 1 persen berdasarkan simulasi matematika “Monte Carlo” yg dilakukan oleh pakar statistik Dota 2, Ben “Noxville” Steenhuisen.

Put together a little stats site for probabilities of teams/regions to place at TI, and expected earnings.

For now there’s just one prediction set, but I’ll update it as more information comes in (like, known group info, matches, any format updates, etc)https://t.co/gFqIHkLxec

— Ben Steenhuisen (@Noxville) September 19, 2021

Namun T1 yg dibela dua pemain asal Indonesia (Kenny “Xepher” Deo & Matthew “Whitemon” Filemon) rupanya bukan regu dengan peluang pemenang terkecil. Dari total 18 regu peserta TI 10, T1 berada di urutan ke-13 berdasarkan peluang juaranya menurut simulasi Monte Carlo dari Noxville.

BacaJuga

Opening Ceremony Eksibisi Esports PON XX Papua 2021 Cerminkan Potensi Industri Esports, Kreatif, & Gaming Bagi Ekonomi Bangsa

Eksibisi Esports PON XX Papua Diharapkan Memperkuat Ekosistem Esports & Ekonomi Digital di Indonesia

Team Nigma Umumkan Merger dengan Organisasi eSports Asal UEA, Berubah Menjadi Nigma Galaxy!

Sedangkan raksasa China, PSG.LGD, disebut sebagai regu dengan peluang pemenang tertinggi di edisi ke-10 The International yg akan digelar di Bucharest, Rumania bulan depan itu dengan 18,86 persen. Diikuti oleh Evil Geniuses (13,77 persen) & Team Secret (12,09 persen).

Lantas bagaimana dengan pemenang bertahan OG? Menurut perhitungan Noxville, OG cuma memiliki peluang 3,22 persen.

Daftar lengkap hasil simulasi Noxville tersebut dapat kalian lihat di sini.

Wakil Asia Tenggara dalam TI 10, T1, disebut cuma punya peluang 0,98 persen untuk juara. (Foto: WePlay Holdings)

Hanya saja patut dicatat, Noxville sendiri mengakui bahwa data-data yg ia pakai dalam simulasi Monte Carlo tersebut cukup terbatas sehingga dapat dibilang kurang akurat, meski cukup layak dijadikan referensi. Seperti misalnya menempatkan PSG.LGD sebagai regu dengan peluang terbesar pemenang TI 10 merupakan hasil yg cukup logis karena penampilan perkasa PSG.LGD pada musim DPC terakhir, menciptakan mereka disebut-sebut sebagai regu Dota 2 terkuat di dunia pada saat ini.

Selain menjuarai WePlay AniMajor, PSG.LGD juga sanggup menjuarai OGA Dota PIT Invitational 2021 dengan mengpakai pemain pengganti yg sudah cukup uzur usianya bagi gamer profesional.

Tentunya simulasi matematika tidak dapat memprediksi hal-hal yg sulit diukur seperti semangat, percaya diri, hingga berbagai faktor yg bersifat psikologis lainnya.

Kita lihat saja apakah simulasi tersebut akan cukup seksama atau tidak! TI 10 akan digelar di Arena Nationala di Bucharest Stadium, Rumania, pada 7-17 Oktober 2021.

(stefanus/Online)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *