oleh

Terungkap, Santriwati yg Diperkosa Kiai SB di Jombang, Salah Satunya Pacar Anak Si Kiai

-Umum-1 views

Online – Kasus pencabulan hingga pemerkosan yg dilakukan oleh seorang kiai berinisial SB di sebuah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menyita perhatian khalayak.

Belakangan terungkap, salah satu dari belasan korban pencabulan merupakan pacar dari anak kandung si kiai tersebut.

beincash

Santriwati itulah yg menciptakan kasus yg sudah terjadi sejak dua tahun lalu itu terungkap ke permukaan.

Karena tak kuat menanggung siksaan kiai bejat tersebut, santriwati malang asal Jogoroto itu pun kemudian memilih kabur dari pondok pesantren tersebut.

“Bukan asal Jombang saja, ada juga korban yg dari Jawa Tengah, dari luar daerah. Kemungkinan ada lagi, nanti kita kembangkan lagi,” terang Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho.
Dalam mencabuli santriwatinya, SB juga bukan sembarang pilih. Ia memilih santriwatinya yg berparas cantik untuk melampiaskan hawa nafsunya.

“Semua santri sudah dipulangkan semua hingga masalah ini diproses,” mengatakan Agung.
Buntut dari kasus ini, warga sekitar pondok pesantren tersebut mendesak pemerintah & polisi untuk menutup ponpes tersebut.

SB sudah diringkus oleh Polres Jombang pada Kamis malam (11/2/2021). Ia ditangkap berkat laporan dari dua orang tua yg anaknya jadi korban kebejatannya.

Saat ditangkap polisi, SB dengan entengnya mengaku kalau dirinya khilaf.

Berdasarkan informasi yg dihimpun, SB bahkan sudah mencabuli para santriwatinya sejak dua tahun terakhir. Sejauh ini, korban yg melapor sudah enam orang, namun akbar kemungkinan korbannya masih banyak yg belum melapor.

“Korban rata-rata berusia 16 & 17 tahun,” mengatakan Agung.
Dalam mengerjakan perbuatannya, SB akan menyambangi asrama putri & mengetuk pintu mereka. Ia kemudian masuk & memaksa korban untuk melayani nafsu birahinya.

“Karena yg bersangkutan ini sebagai pimpinan pondok pesantren sehingga ada rasa takut korban,” ujar Agung.
Menurut salah satu santriwati yg jadi korban, SB kerap memaksa korban untuk mengerjakan seks oral dengan dalih supaya ilmu yg diterima korban jadi berkah di kemudian hari.

Bukan sekali dua kali, SB mengerjakan perbuatannya itu kepada santriwati tersebut sebanyak lebih dari tiga kali.(indozone.id/artikelasli)

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *