oleh

Terungkap! Ini Alasan Artis TA Terlibat Prostitusi Online

Slot SimakNews.com – Terungkap! Ini Alasan Artis TA Terlibat Prostitusi Online,

Online – Artis sekaligus model berinisial TA terlibat terlibat prostitusi online. Terungkap di persidangan alasan TA terjun ke dunia gelap prostitusi. Apa alasannya?

Dalam persidangan kasus itu, TA sempat dihadirkan. Berdasarkan keterangannya yg tercatat di dokumen putusan yg diunggah di situs Mahkamah Agung (MA), diketahui alasan TA terlibat prostitusi online.

“Bahwa motivasi saksi mengerjakan perbuatan tersebut demi uang, karena uang bayaran dari main sinetron diterimnya 2 bulan sekali sehingga untuk membayar asistennya saksi mengerjakan perbuatan tersebut,” ujar hakim sebagaimana tertuang dalam lampiran putusan yg dilihat detikcom pada Rabu (21/7/2021).

Persidangan juga mengungkap sejak kapan seniman TA terlibat prostitusi online. TA diketahui sudah sejak tahun 2017 melakoni prostitusi online.

“Bahwa saksi ditangkap karena terlibat prostitusi online sejak tahun 2017. Pada tahun 2017, saksi cuma menerima tujuh orderan (pesanan),” ujar dia.

TA dikatakan sempat berhenti selama satu tahun atau pada tahun 2018-2019. Dia tak menerima orderan lantaran memiliki kekasih.

Baru pada awal 2020, TA kembali menerima pesanan prostitusi online. Sejak awal tahun hingga diamankan di akhir tahun 2020, TA sudah menerima 5 orderan.

TA juga mengaku dirinya terlibat prostitusi online lantaran ditawarkan oleh rekannya kepada tamu. Dia mengaku tak pernah menawarkan diri sendiri.

Sekedar diketahui, kasus prostitusi ini terungkap usai polisi menciduk seniman TA. TA diamankan polisi saat tengah berada di hotel kawasan Bandung pada Kamis (17/12). Dia diduga terlibat praktik prostitusi.

Kasus ini sudah diputus di pengadilan. Empat orang pelaku yg terlibat praktik itu divonis 6 bulan hingga 10 bulan bui.

Dalam putusannya, majelis hakim menyebut keempatnya terbukti bersalah sesuai Pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (1)UU RI No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE & Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tent ang acara hukum pidana.

“Para terdakwa sudah terbukti secara sah & meyakinkan secara bersama-sama mengerjakan tindak pidana dengan sengaja & tanpa hak sudah menciptakan dapat diaksesnya informasi elektronik yg memiliki muatan yg melanggar kesusilaan,” ujar hakim dalam putusannya.

Dalam amar putusannya itu, hakim menghukum keempat terdakwa dengan putusan antara lain AH & RJ sanksi seberat 6 bulan penjara. Sedangkan MR & VD sanksi 10 bulan penjara. Keempatnya juga dikenakan denda Rp 50 juta subsidair satu bulan kurungan.(detiknews.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *