oleh

Terlibat Aksi Terorisme, Husein Hasny FPI Ternyata Konseptor Untuk Kegiatan Amaliah

Online – Densus Antiteror 88 Polri mengamankan terduga teroris yakni eks Wakil Ketua Bidang Jihad Front Pembela Islam (FPI), Husein Hasny alias HH (56).

Husein Hasny merupakan satu dari empat terduga teroris yg ditangkap Densus antiteror 88 Polri. Mantan wakil Bidang Jihad itu diamankan saat berada di showroom mobil bekas di kawasan Condet, Jakarta Timur siang kemarin.

beincash

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menbongkar peran Husein terkait penangkapan tiga teroris lainnya di Desa Sukasari, Cibarusah, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ketiga terduga teroris itu adalah ZA (37), BS (43), & AJ (46).

Dalam jaringan ini, mengatakan Fadil, pria yg diduga anggota FPI itu berperan sebagai donator perakitan bom.

Selain jadi donator, tambah Fadil, Husein juga jadi konseptor terkait kegiatan para terduga teroris untuk melancarkan aksi teror bom.

“Dia yg merencanakan mengatur taktis & teknis bersama ZA. Hadir dalam beberapa pertemuan untuk mempersiapkan kegiatan-kegiatan amaliah ini. Membiayai & mengirimkan video tentang teknis pembuatan kepada tiga tersangka lainnya,” mengatakan Fadil di Polda Metro Jaya, Jakarta, diberitakan dari Suara.com, Selasa (30/3/2021).

Dalam penangkapan kepada 4 teroris, regu Densus 88 Antiteror menemukan lima buah bom aktif berbahan baku TATP (triaceton triperoxide) atau dapat diketahui dengan The Mother of Satan. Bom tersebut memiliki daya ledak akbar alias high explosive.

“Ini adalah sebuah senyawa kimia yg mudah meledak & tergolong sebagai high explosive yg sangat sensitif,” mengatakan Fadil.

Kelima bom aktif tersebut, kekinian sudah diledakkan oleh Tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya. Peledakan dialkukan di dua letak berbeda, yakni di Condet, Jakarta Timur & Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kekinian, mengatakan Fadil, Densus 88 Antiteror Polri masih mendalami ada atau tidaknya keterkaitan kelompok terduga teroris ini dengan aksi bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Termasuk mendalami keterlibatan dengan organisasi terlarang Front Pembela Islam (FPI).

“Apakah kelompok Jakarta ini ada kaitan dengan JAD yg ada di Gereja Katedral Makassar, saya kira terlalu dini bagi kami menyimpulkan,” katanya.(suara.com)

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *