lael -
in

Terkuak, Laeli Pelaku Mutilasi Incar ‘Mangsa’ untuk Dirampok Via Tinder

Online – Fakta baru terungkap dalam kasus mutilasi Rinaldi Harley Wismanu (32). Tersangka Laeli Atik Supriyatin (27) ternyata sudah mengincar korban via aplikasi Tinder sebagai target untuk dirampok.

Hal itu tertuang dalam proses rekonstruksi yg digelar di Polda Metro Jaya, yg merepresentasikan tempat perencanaan di Depok, Jumat (18/9/2020). Tersangka Laeli, yg sudah mengenal korban sejak setahunan, memulai percakapan dengan korban via aplikasi Tinder pada Sabtu (5/9).

Advertisements

“Adegan 1 di rumah kosan pelaku daerah Depok, Sabtu, 5 September 2020, pelaku LAS memulai percakapan dengan korban lewat Tinder. Lokasi kosan di Depok. Melakukan perencanaan mencari korban & menemukan korban yg mereka tetapkan inisial R,” ujar AKP Noor Marghantara saat membacakan reka adegan.

Laeli kemudian mengajak korban bertemu. Rinaldi Harley Wismanu & Laeli Atik Supriyatin pun sepakat berjumpa di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat.

“Lalu mereka janjian yg perdana di Kopi Kenangan Stasiun Juanda, antara Saudari LAS & korban R,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengungkap bahwa pembunuhan itu dilatarbelakangi motif ekonomi. Tersangka Laeli Atik & kekasihnya, Djumadil Al Fajri, berniat menguasai harta korban.

“Mereka mengetahui korban ini memiliki finansial & sehingga kedua tersangka berencana menghabisi korban & mengambil barang-barang & uang korban. Motifnya adalah harap menguasai harta milik korban,” jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Kapolda mengatakan kedua tersangka menguras uang Rp 97 juta lewat ATM korban. Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan dari kedua tersangka.

“Barang bukti ada 11 buah emas Antam kurang-lebih 11,5 gram dari berbagai jenis. Dua unit laptop, jam tangan, perhiasan & ada beberapa kartu visa dari Bank Mandiri, BNI, BCA, & lain-lain,” tuturnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan kedua tersangka menguras uang korban setelah mengetahui PIN ATM korban.

“Tersangka ini berupaya mengambil harta daripada si korban dengan cara mengpakai ATM. Setelah dia ketahui PIN dari korban langsung karena memang rayuan dari Saudari L (Laeli),” jelas Yusri.

Hasil kejahatan itu kemudian dipakai kedua tersangka untuk membeli barang-barang, di antaranya perhiasan emas & motor.

“Emas, kemudian motor,” ucap Yusri.

Kasus ini terkuak setelah polisi menerima laporan soal hilangnya korban sejak 9 September 2020. Tim Subdit Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kompol Handik Zusen, AKP Noor Marghantara, & AKP Mugia kemudian menangkap sejoli ini di Depok, pada Rabu (16/9/2020).(detik.com)

Report

What do you think?

888 points
Upvote Downvote

Written by Agen Slot

Agen Slot Online Terbaru 2020

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0