oleh

Terkuak! Kronologi Serka T Berhubungan Intim dengan 8 Prajurit TNI, Ada yg Direkam

-Umum-0 views

Online – Pengadilan Militer II-8 Jakarta menetapkan prajurit TNI AD, Serma T (25) terbukti melanggar perintah atasan yakni soal larangan jadi homoseksual atau LGBT. Hal tersebut merujuk pada situs Mahkamah Agung (MA) sebagaimana dilihat Suara.com, Senin (9/11/2020).

Sementara itu, prajurit TNI lainnya, Serka G yg jadi saksi dinyatakan tidak bersalah mengerjakan tindak pidana. Dengan demikian, dia dibebaskan dari dakwaan oditur militer.

Namun, dalam kesaksiannya, Serka G mengakui kalau dia pernah berhubungan sesama tipe dengan sejumlah prajurit TNI. Mereka di antaranya adalah Kapten A, Sertu W, Serda R, Letkol D, Serda A, Kapten E, Mayor Y, Kapten A, & PNS E.

“Bahwa selain dengan Terdakwa, Saksi juga pernah mengerjakan hubungan asusila sesama tipe dengan Kapten A, Sertu W, Serda R, Letkol D, Serda A, Kapten E, Mayor Y, Kapten A, & PNS E,” berikut pengakuan Serka G yg tertuang dalam putusan Pengadilan Militer Jakarta.

Meski demikian, Serka tidak dinyatakan bersalah & pada 18 Mei 2020, Pengadilan Militer II-8 Jakarta membebaskan dirinya. Dengan demikiam, dia dikembalikan pada Perwira Penyerah Perkara untuk diselesaikan menurut saluran Hukum Disiplin Prajurit.

“Tidak terbukti secara sah & meyakinkan bersalah mengerjakan tindak pidana sebagaimana dakwaan,” begitu putusan tersebut.

“Pertama, Ketidaktaatan yg disengaja” atau kedua : yg mengerjakan perbuatan cabul dengan orang lain yg karena jabatan adalah bawahannya. Kedua, membebaskan terdakwa dari segala dakwaan Oditur Militer. Ketiga, memerintahkan supaya perkara terdakwa ini dikembalikan kepada perwira penyerah perkara untuk diselesaikan menurut saluran hukum disiplin prajurit,” sambung putusan tersebut.

Sebelumnya, Serma T juga terbukti bersalah lantaran merekam hubungan sesama tipe mengpakai ponsel genggam. Dalam sidang yg dipimpin oleh hakim ketua Letkol Chk M Rachmat Jaelani SH, Serma T selaku terdakwa dihukum penjara selama 8 bulan.

“Memidana terdakwa oleh karena itu dengan pidana pokok penjara selama 8 (delapan) bulan. Menetapkan selama terdakwa berada dalam tahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yg dijatuhkan. Pidana tambahan dipecat dari dinas militer,” ujar majelis hakim.

Kronologi

Kasus bermula saat Serma T mengerjakan hubungan sesama tipe di kawasan Cijantung, Jakarta Timur. Selanjutnya, dia kembali mengerjakan hal serupa di sebuah mess di Kepulauan Riau pada Januari 2019.

Kegiatan tersebut dilakukan berulang-ulang pada April 2019 & Juni 2019. Hubungan sesama tipe itu dilakukan di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Dalam hal ini, tepatnya pada April 2019 & Juni 2019, Serma T merekam aktivitas hubungan seksual dengan Letda Laut (KH) dr. A. Tak cuma itu, Serma T mengambil gambar mengpakai ponsel genggam saat berhubungan.

Dengan demikian, Serma T dinyatakan terbukti bersalah mengerjakan tindak pidana dengan sengaja & tanpa hak mentransmisikan dokumen elektronik yg memiliki muatan yg melanggar kesusilaan.

Baca Juga:
Dipecat karena Gay, Brigadir TT Gugat Polri ke PTUN

Hal yg kemudian menciptakan Serma T harus mendekam di penjara lantaran dia melanggar UU ITE. Pasalnya, perbuatan Serma T selaku terdakwa bertentangan dengan norma-norma yg berlaku di masyarakat, baik norma agama, susila, & kepatutan.

Tak cuma itu, perbuatan Serma T sangat berdampak buruk bagi kesatuan. Hakim menilai, perbuatan Serma T merupakan penyakit yg sulit untuk disembuhkan — terlebih hal itu dilakukan oleh seorang prajurit.

“Keadaan-keadaan yg meringankan Terdakwa menyesali perbuatannya & berjanji tidak akan mengulangi lagi. Terdakwa berterus terang sehingga memperlancar jalannya persidangan,” beber majelis.

Dipecat

Merujuk pada Surat Telegram Kasad Nomor ST/2497/2012 tanggal 28 Desember 2012 tentang mencegah terjadinya tindak pidana susila atau perbuatan yg tidak patut dilakukan oleh Prajurit & bertentangan dengan perintah kedinasan atau perbuatan yg tidak sesuai dengan norma kehidupan prajurit.

Dengan demikian, Serma T sudah melanggar Pasal 103 KUHPMilite, yakni terkait melawan perintah dinas/atasan. Ada pertimbangan majelis hakim untuk kemudian jadi dasar pemecatan kepada Serma T.

Serma T dikhawatirkan akan menganggu & menggoyahkan sendi-sendi disiplin di lingkungan TNI kalau dia masih dipertahankan. Dengan demikian, dia harus dipisahkan dari kehidupan TNI dengan cara dipecat.

“Majelis Hakim berpendapat bahwa Terdakwa sudah terbukti tidak cukup layak untuk dipertahankan di lingkungan kehidupan TNI sebagai prajurit TNI. Apabila Terdakwa tetap dipertahankan dikhawatirkan akan mengganggu & menggoyahkan sendi-sendi disiplin & tata tertib kehidupan prajurit TNI, oleh karenanya harus dipisahkan dari kehidupan TNI dengan cara dipecat,” beber majelis hakim.(suara.com/artikelasli)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *