oleh

Survei SMRC: 84,3 persen publik ingin presiden tetap dipilih rakyat

Slot SimakNews.com – Survei SMRC: 84,3 persen publik ingin presiden tetap dipilih rakyat,

Tangkapan layar Peneliti sekaligus Direktur Komunikasi SMRC, Ade Armando, dalam peluncuran hasil survei nasional SMRC bertajuk “Sikap Publik Nasional kepada Amendemen Presidensialisme & DPD” secara daring, di Jakarta, Minggu (20/6/2021). (ANTARA/Syaiful Hakim)

Jakarta (ANTARA) – Hasil survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terbaru menunjukkan bahwa 84,3 persen publik harap pemilihan presiden tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat, bukan oleh MPR. “Hanya 8,4 persen warga yg setuju presiden tidak dipilih langsung oleh rakyat, tetapi dipilih oleh MPR,” mengatakan Peneliti sekaligus Direktur Komunikasi SMRC, Ade Armando, dalam peluncuran hasil survei nasional SMRC bertajuk “Sikap Publik Nasional kepada Amendemen Presidensialisme & DPD” secara daring, di Jakarta, Minggu. Menurut Ade, temuan ini dapat dilihat sebagai respons kepada adanya keharapan beberapa pihak untuk mengembalikan pasal-pasal tentang pola pemilihan presiden oleh parlemen yg diketahui sebelum amandemen UUD 1945 di masa awal reformasi. “Saat ini ada kelompok-kelompok yang, dengan beragam alasan, mengangkat ide tentang perlunya pemilihan presiden dilakukan cukup oleh MPR tanpa harus melalui pemilihan langsung oleh rakyat,” ujar Ade.

Baca juga: Survei SMRC: Mayoritas warga menolak Jokowi maju di Pilpres 2024 Survei SMRC itu menunjukkan mayoritas rakyat tidak mendukung ide pemilihan presiden oleh MPR seperti di era Orde Baru. “Mayoritas rakyat menganggap pemilihan langsung adalah opsi terbaik,” mengatakan Ade. Survei SMRC juga menunjukkan 74,7 persen publik rakyat berpendapat presiden harus bertanggungjawab kepada rakyat karena presiden dipilih oleh rakyat. Hanya 18,4 persen yg berpendapat Presiden semestinya bertanggungjawab pada MPR. Menurut Ade, penelitian ini diajukan dalam survei SMRC terkait adanya wacana yg diusung kelompok-kelompok tertentu mengenai perlunya amendemen baru UUD 1945 yg mengatur hubungan presiden, MPR, & rakyat. Survei SMRC ini, menurut Ade, menunjukkan mayoritas rakyat merasa penataan mengenai hubungan antara presiden, MPR, & rakyat yg termuat dalam UUD 1945 adalah yg terbaik. Survei SMRC menunjukkan bahwa mayoritas warga, 74,7 persen setuju dengan pendapat bahwa, “Presiden bekerja sesuai dengan janji-janjinya kepada rakyat pada masa kampanye pemilihan presiden & harus bertanggung jawab pada rakyat karena presiden dipilih oleh rakyat”. Sebaliknya, cuma 18,4 persen yg setuju pendapat bahwa, “Presiden bekerja menurut GBHN yg ditetapkan MPR & karena itu presiden harus bertanggung jawab pada MPR”. “Ini menguatkan kesimpulan bahwa rakyat menganggap lebih baik presiden dipilih langsung oleh rakyat dan, pada gilirannya, bertanggungjawab pada rakyat, daripada dipilih oleh MPR & kemudian bertanggungjawab pada MPR,” papar Ade Armando. Survei nasional SMRC tersebut dilakukan pada 21-28 Mei 2021. Penelitian melalui wawancara tatap muka ini melibatkan 1072 responden yg dipilih melalui metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage acak sampling) dengan margin of error penelitian ± 3,05 persen.

Baca juga: NasDem tanggapi santai hasil survei tidak lolos ambang batas parlemen
Baca juga: PKB: Tren positif elektabilitas jadi stimulus tingkatkan kerja politik

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2222238/survei-smrc-843-persen-publik-ingin-presiden-tetap-dipilih-rakyat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *