oleh

Survei: Mayoritas publik anggap Pancasila-UUD 1945 tak boleh diubah

Slot SimakNews.com – Survei: Mayoritas publik anggap Pancasila-UUD 1945 tak boleh diubah,

Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk “Sikap Publik Nasional kepada Amendemen Presidensialisme & DPD”. (ANTARA/HO-Survei SMRC)

Jakarta (ANTARA) – Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terbaru menunjukkan mayoritas publik atau warga Indonesia menganggap rumusan Pancasila & UUD 1945 tidak boleh diubah atas alasan apapun.

“Sekitar 68,2 warga setuju dengan pendapat Pancasila & UUD 1945 adalah rumusan terbaik & tidak boleh diubah atas alasan apapun bagi Indonesia yg lebih baik,” mengatakan Peneliti sekaligus Direktur Komunikasi SMRC, Ade Armando, dalam peluncuran hasil survei nasional SMRC bertajuk “Sikap Publik Nasional kepada Amendemen Presidensialisme & DPD”, secara daring di Jakarta, Minggu.

Sementara itu, lanjut dia, cuma 7 persen warga menganggap rumusan Pancasila & UUD 1945 perlu diubah supaya Indonesia jadi lebih baik.

Menurut Ade, temuan ini menunjukkan rakyat Indonesia merasa tidak perlu lagi ada upaya mengamandemen UUD 1945 seperti yg dilakukan MPR di masa-masa awal reformasi.

“Mayoritas rakyat menganggap rumusan Pancasila & UUD 1945 saat ini sudah yg terbaik,” ujar Ade.

Baca juga: Survei SMRC: 84,3 persen publik harap presiden tetap dipilih rakyat

Oleh karena itu, mengatakan dia, adanya narasi untuk mengamandemen kembali UUD 1945 pada dasarnya tidak sejalan dengan pendapat rakyat.

“Misalnya belakangan ini terdengar adanya wacana supaya dilakukan perubahan isi UUD 1945 tentang pemilihan presiden, masa jabatan presiden, ataupun peran DPD,” ujar Ade.

Wacana tentang perubahan ketetapan-ketetapan dalam UUD 1945 tersebut juga tidak sejalan dengan mayoritas pendapat masyarakat bahwa UUD 1945 semestinya dianggap sudah final saat ini.

Menurut Ade, survei ini menunjukkan tingginya komitmen sikap rakyat untuk mempertahankan Pancasila & UUD 1945.

Selain 68,2 persen warga yg menganggap Pancasila & UUD 1945 adalah rumusan terbaik & tidak boleh diubah, mengatakan Ade, terdapat pula 15,2 persen warga yg berpendapat “Walaupun Pancasila & UUD 1945 buatan manusia & karena itu mungkin ada kekurangan, sejauh ini keduanya paling pas bagi kehidupan Indonesia yg lebih baik”.

Oleh karena itu, sangat jelas sikap rakyat tentang tidak perlunya ada amandemen kembali UUD 1945.

Menurut Ade, pandangan mayoritas warga ini nampaknya terkait dengan evaluasi tentang perjalanan bangsa.

Survei SMRC menunjukkan 80 persen warga menilai bahwa bangsa ini sedang berjalan ke arah yg benar.

“Penilaian ini tidak berbeda signifikan sejak 5 tahun lalu. Bahkan, perbandingan dalam jangka yg lebih panjang, 21 tahun, evaluasi positif ini semakin tinggi,” paparnya.

Mengingat sentimen publik yg positif ini, menurut Ade, dapat dipahami kalau warga menganggap rumusan Pancasila & UUD 1945 saat ini sudah tidak perlu diutak-atik lagi.

Survei nasional SMRC tersebut dilakukan pada 21-28 Mei 2021. Penelitian melalui wawancara tatap muka ini melibatkan 1072 responden yg dipilih melalui metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage acak sampling) dengan margin of error penelitian ± 3,05 persen.

Baca juga: Survei SMRC: Mayoritas warga menolak Jokowi maju di Pilpres 2024

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2222258/survei-mayoritas-publik-anggap-pancasila-uud-1945-tak-boleh-diubah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *