oleh

Surat Wasiat Pelaku Bom Makassar & Penyerang Mabes Polri Miliki Kemiripan

Online – Surat wasiat yg ditinggalkan terduga teroris, baik pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan maupun penyerang Mabes Polri Jakarta Selatan, memiliki kemiripan.

Berikut ini surat wasiat yg dibuat oleh teroris Muh Lukman Alfariz, pelaku pengeboman di depan pintu gerbang Gereja Katedral Makassar di Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3/2021) Pukul 10.20 WITA.

beincash

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wasiat kepada orang yg saya sayangi karena Allah

Wahai Ummy ku, minta maafka kalo ada salahku baik perilaku maupun lisanku, jangan ki lupa senantiasa beribadah kepada Allah & jangan ki tinggalkan sholat. Semoga Allah kumpulkanki di Surganya.

Ummy sekali lagi minya maaf ka, ku sayang sekali tetapi Allah lebih menyayangi hambanya.

Makanya saya tempuh jalanku sebagai mana jalan Nabi/Rasul Allah untuk selamatkan ki & dapat ki kembali berkumpul di surga.

Satu ji pesanku buat kita ummy, berhenti ambil uang bank, karena uang bank itu riba & tidak diberkahi oleh Allah.

Baca juga: Penyerang Mabes Polri Tewas karena Tembakan Mematikan di Jantung

Ini ada uang simpananku 2.350.000 untuk bayar pinjaman di bank & itu uang kontrak rumahku masih ada 5 bulan di karyawan laundrynya mus. 500.000/bulan na kontrakan ambil meri tiap bulan, simpan ki untuk bayar pinjaman.

Pitto, minta maaf ka kalau ada salahku dek, baik itu lisanku maupun perbuatanku dulu.

Satu pesanku untuk kau dek, jaga ummy baek-baek. Kau mami dapat jaga ummy & jangan juga malas-malasan sholat & jangan i bergaul-gaul, fokus saja bantu ummy.

Istiqomah ki semua di jalan ini nah ummy, Pitto & keluarga ku yg saya sayangi karna Allah, semoga Allah kumpulkan ki di surga & semua sodarahnya & keluarga bapakku

Muh. Lukman Alfariz

Sedangkan ini adalah surat wasiat yg ditinggalkan Zakiah Aini, penyerang Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kelurahan Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2021) pada sekitar pukul 16.30 WIB.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wasiat kepada orang yg saya sayangi karena Allah

Wahai mamaku, maafin Zakiah yg belum pernah membalas pemberian keluarga. Mama, ayah jangan lupa senantiasa beribadah kepada Allah SWT & jangan tinggalkan salat. Semoga Allah kumpulkan kembali keluarga di surga.

Mama, sekali lagi Zakiah minta maaf. Zakiah sayang banget sama Mama. Tapi Allah lebih menyayangi hamba-Nya, Makanya Zakiah tempuh jalan ini sebagaimana jalan Nabi/Rasul Allah untuk selamatkan Zakiah & dengan izin Allah dapat memberi syafaat untuk Mama & keluarga di akhirat.

Pesan Zakiah untuk Mama & keluarga, berhenti berhubungan dengan bank (kartu kredit) karena itu riba & tidak diberkahi Allah.

Pesan berikutnya supaya Mama berhenti bekerja jadi Dawis yg menolong kepentingan pemerintah thogut.

Pesan berikutnya untuk kaka supaya rumah Cibubur jaga Dede & mama, iadah kepada Allah, & tinggalkan penghasilan dari yg tidak sesuai jaran Islam, serta tinggalkan kepercayaan kepada orang-orang yg mengaku mempunyai ilmu, dekati ustad/ulama, tonton kajian dakwah, tidak membanggakan kafir Ahok & memakai hijab kak. Allah yg akan menjamin rezeki kak. Maaf ya kak, Zakiah tidak dapat membalas semua pemberian kakak…

Untuk Mba Leli supaya memperingatkan Mama, jaga Mama ya Mba. Untuk Bp, jangan tinggalkan ibadah solat 5 waktu, maafin ya Mba, pe kalau ada salah lisan & lainnya. Jaga mama, ayah, dede baik-baik.

Mama, Ayah, semua lihat di samping itu adalah tingkatkan amalan. Insya Allah dengan karunia Allah amalan jihad Zakiah akan menolong memberi syafaat kepada keluarga di akhirat. Jihad adalah tertinggi dalam Islam.

Inti pesan Zakiah kepada mama & keluarga adalah supaya tidak mengikuti kegiatan pemilu. Karena orang-orang yg terpilih itu akan menciptakan hukum tandingan Allah bersumber Alquran-Assunah.

Demokrasi, Pancasila, UUD, pemilu, berasal dari ajaran kafir yg jelas musyrik. Zakiah nasehatkan kepada mama & keluarga supaya semuanya selamat dari fitnah dunia yaitu demokrasi, pemilu & tidak murtad tanpa sadar.

Sekali lagi maafkan Zakiah ma, ayah, kakak, Mba Leli, awi, Bpe, ka Effa, dede, Baim, Kevin, semuanya. Maafkan bila ada salah mengatakan & perbuatan. Semoga Allah kumpulkan kembali di surga-Nya. Amiinn….

Zakiah Aini

(sindonews.com)

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *