oleh

Sultan HB X pertimbangkan “lockdown” total DIY

Slot SimakNews.com

Sultan HB X pertimbangkan “lockdown” total DIY

,

Gubernur Daerah Istimewa Yogtakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. ANTARA FOTO/Luqman Hakim

Kita kan sudah bicara ‘ngontrol’ di RT/RW, kalau gagal terus mau apa lagi. Kita belum tentu dapat cari jalan keluar, satu-satunya cara ya ‘lockdown totally’Yogyakarta (ANTARA) – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mempertimbangkan menerapkan “lockdown” secara total untuk menekan tingginya kasus COVID-19 di wilayahnya.

“Kita kan sudah bicara ‘ngontrol’ di RT/RW, kalau gagal terus mau apa lagi. Kita belum tentu dapat cari jalan keluar, satu-satunya cara ya ‘lockdown totally’,” mengatakan Sri Sultan di Kantor Kepatihan, Yogyakarta, Jumat.

Menurut Sultan, melalui kebijakan PPKM Mikro yg kembali diperpanjang hingga 28 Juni 2021, Pemda DIY bahkan sudah mengatur secara mendetail mengenai pengetatan teknis kegiatan masyarakat hingga di level RT/RW.

Melalui kebijakan itu, penyelenggaraan kegiatan masyarakat tidak cuma mensyaratkan persetujuan dari kelurahan, tetapi juga harus disertai persetujuan kecamatan.

Baca juga: Tjahjo Kumolo: Pemerintah belum berlakukan “lockdown”

Baca juga: Di Kota Mojokerto-Jatim, satu lingkungan di “lockdown” akibat COVID-19

“PPKM ini kan sudah bicara menangani di RT/RW, padukuhan, kalau itu pun gagal, mobilitas-nya seperti ini kalau ‘weekend’, ya terus mau apa lagi, ya ‘lockdown’,” mengatakan Raja Keraton Yogyakarta ini.

Sri Sultan juga mengaku heran dengan tingkat pemanfaatan tempat tidur atau “bed occupancy rate” (BOR) pasien COVID-19 di DIY yg mengalami kenaikan begitu cepat dalam sepekan. Dari biasanya di kisaran 36 persen, kini sudah mencapai 75 persen.

Mengenai wacana penerapan “lockdown” ini, Sultan akan segera menggelar rapat bersama dengan mengundang para dokter beserta pemerintah kabupaten/kota di DIY.

“Saya sudah bicara masalah karantina di masing-masing kabupaten, ya saya mendengar nanti hari Senin siang kita rapat bersama baik dengan dokter-dokter maupun dengan kabupaten/kota. Mereka mau lebih mengetatkan masyarakatnya tidak,” tutur-nya.

Ia menyadari bahwa kasus COVID-19 yg terus berkembang secara fluktuatif tidak cuma terjadi di Tanah Air. Bahkan beberapa negara lain seperti Malaysia & Singapura sudah menerapkan “lockdown” lagi.

“Jadi mungkin grafik-nya memang fluktuatif, tidak ada pick, naik turun. Tetapi lepas dari kondisi seperti itu ya memang harus punya kemampuan mendisiplinkan diri. Kalau enggak ya selamanya begini terus,” ujar Sultan.

Pada Jumat (18/6), kasus konfirmasi COVID-19 di DIY bertambah 592 kasus sehingga secara kumulatif mencapai 51.338 kasus. Sementara kasus sembuh bertambah 237 kasus jadi 44.843 kasus & meninggal bertambah 12 kasus sehingga total kasus meninggal mencapai 1.342 kasus.

Baca juga: KBRI Kuala Lumpur, KAHMI salurkan logistik ke WNI terdampak “lockdown”

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2219374/sultan-hb-x-pertimbangkan-lockdown-total-diy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *