oleh

Stafsus Menag: Hari libur keagamaan digeser untuk kewaspadaan

Slot SimakNews.com – Stafsus Menag: Hari libur keagamaan digeser untuk kewaspadaan,

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas & Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media & Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo. ANTARA/HO-Dukumen Pribadi.

Kebijakan ini sangat relevan sebagai langkah antisipasi munculnya kasus baru COVID-19Jakarta (ANTARA) – Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media & Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo mengatakan keputusan pemerintah menggeser hari libur keagamaan untuk kewaspadaan kepada pandemi COVID-19 yg belum selesai.

“Kebijakan ini sangat relevan sebagai langkah antisipasi munculnya kasus baru COVID-19,” mengatakan Wibowo di Jakarta, Selasa.

Wibowo mengakui bahwa pandemi di Indonesia mengalami tren penurunan. Namun, hal itu tidak boleh mengendorkan kewaspadaan, utamanya dalam disiplin penerapan protokol kesehatan.

Baca juga: Kemenag: Libur Hari Maulid Nabi digeser 20 Oktober

“Meski pandemi menurun, harus tetap waspada. Disiplin protokol kesehatan harus tetap dijalankan,” mengatakan Wibowo.

Menurut Wibowo, keberhasilan Indonesia mengerjakan penanganan pandemi dengan baik tidak terlepas dari upaya serius pemerintah & dukungan kedisiplinan umat beragama di Indonesia dalam menerapkan protokol kesehatan.

Namun demikian, lanjut dia, pandemi COVID-19 masih belum usai & semua pihak masih harus terus waspada.

Pemerintah memutuskan untuk menggeser hari libur Maulid Nabi 1443 H & menghapus cuti bersama Natal 2021.

Ketua MUI KH Cholil Nafis mengkritik kebijakan itu tidak lagi relevan dengan alasan COVID-19 mulai reda bahkan hajatan nasional mulai normal.

Menurut Wibowo, MUI sebagai salah satu ormas Islam semestinya turut serta menolong upaya pemerintah dalam penanganan pandemi, bukan malah mengeluarkan pernyataan-pernyataan yg potensial mengendorkan kedisiplinan umat sehingga kontraproduktif kepada upaya bersama dalam memerangi COVID-19.

“Di tengah masa pandemi ini marilah kita menjalankan ibadah & merayakan hari akbar agama dengan khusyuk seraya bertanggung jawab dalam melindungi kesehatan keluarga tersayang, kerabat, sahabat, masyarakat, & bangsa ini,” katanya.

Pemerintah menggeser hari libur Maulid Nabi tahun ini dari tanggal 19 Oktober jadi 20 Oktober. Sebelumnya, perubahan juga dilakukan pada hari libur peringatan tahun baru Hijriah dari 10 Agustus jadi 11 Agustus 2021.

Baca juga: Kemenag salurkan 3,6 juta paket data internet bantu kelancaran PJJ
Baca juga: Menag Yaqut apresiasi kerukunan beragama di Bangka Belitung

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2453849/stafsus-menag-hari-libur-keagamaan-digeser-untuk-kewaspadaan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *