oleh

Soal Penceramah Harus Besertifikasi Wawasan Kebangsaan, LBH Pelita Umat Langsung Bereaksi – Nasional

Slot SimakNews.com – Soal Penceramah Harus Besertifikasi Wawasan Kebangsaan, LBH Pelita Umat Langsung Bereaksi – Nasional,

jpnn.com, JAKARTA – Ketua LBH Pelita Umat Chandra Purna Irawan menyoroti rencana Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengerjakan sertifikasi penceramah alam rangka penguatan moderasi beragama & wawasan kebangsaan para dai.

Dalam pendapat hukumnya yg diterima Slot Informasi Online, Rabu (2/6), Chandra menyatakan sertifikasi penceramah dikhawatirkan menimbulkan perpecahan & gesekan di akar rumput, serta adanya potensi persekusi dari pihak tertentu kepada dai yg tidak memiliki sertifikasi tersebut.

“Sebelum ada sertifikasi saja kerap marak persekusi serta terkadang agenda kegiatannya dibatalkan & penceramahnya diusir atas tuduhan radikal,” ucap Chandra.

Slot info lainnya:
  • Para Kiai Berkumpul di Kemang Selatan, Minta Gus AMI Memimpin Indonesia

Dia menilai pemerintah semestinya tidak mengerjakan indelingsbelust yaitu mendefinisikan, pengkotak-kotakan yg semuanya dilakukan oleh & menurut persepsi pemegang kekuasaan negara.

“Sebelumnya terkait definisi radikal apakah memiliki dasar hukum? Di dalam perundangan-undangan yg mana? Pasal berapa? Ditambah lagi dengan tes wawasan kebangsaan. Wawasan kebangsaan yg seperti apa?” mengatakan Chandra mempertanyakan.

Berikutnya, Chandra meminta pemerintah jangan menjadikan TWK sebagai alat untuk menyingkirkan orang-orang atau penceramah yg kerap dituduh radikal, intoleran, & anti kebangsaan.

Slot info lainnya:
  • Penjelasan Firli Bahuri soal Nasib 75 Pegawai KPK, Simak Kalimatnya

“Atau berpotensi menjadi alat gebuk pemerintah untuk membungkam lawan-lawan politiknya,” tegas ketua eksekutif BPH KSHUMI (Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia) itu.

Menurut Chandra, selama ini masyarakat menilai & beranggapan mereka yg senantiasa dekat & ‘membenarkan’ pemerintah dianggap sebagai Pancasilais atau memiliki wawasan kebangsaan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *