oleh

Sinopsis Film Kucumbu Tubuh Indahku & Daftar Deretan Penghargaanya

Slot SimakNews.com

Sinopsis Film Kucumbu Tubuh Indahku & Daftar Deretan Penghargaanya

,

Sinopsis Film Kucumbu Tubuh Indahku & Daftar Deretan Penghargaanya – Poster film Kucumbu Tubuh Indahku. [Instagram Garin Nugroho]

Penasaran tentang film Kucumbu Tubuh Indahku? Simak informasi sinopsis Kucumbu Tubuh Indahku berikut.

Simaknews.com – Indonesia memang tidak pernah kekurangan sineas-sineas berbakat dengan karya-karya ciamik, salah satu diantaranya adalah Garin Nugroho. Salah satu film garapannya, Kucumbu Tubuh Indahku ramai menyita perhatian. Bagaimana sinopsis Kucumbu Tubuh Indahku?

Sinopsis Kucumbu Tubuh Indahku bercerita tentang perjalanan hidup seorang penari Lengger. Film ini sempat menuai kontroversi karena mengangkat isu-isu yg dianggap terlalu sensitif di Indonesia. Isu yg diangkat oleh sutradara kawakan tanah air tersebut mencakup isu lesbian, gay, biseksual & transgender (LGBT).

Penasaran tentang film Kucumbu Tubuh Indahku? Simak informasi di bawah, berikut adalah ulasan tentang sinopsis film Kucumbu Tubuh Indahku.

Sinopsis Kucumbu Tubuh Indahku

Baca Juga: Sinopsis Warkop DKI Reborn dari Jangkrik Boss hingga Terbaru

Film yg dirilis pada 18 April 2019 ini menceritakan tentang perjalanan hidup seseorang bernama Juno (Muhammad Khan), dari ia kecil hingga dewasa. Latar film ini diambil pada sekitar tahun 1980-an dimana ada seorang anak kecil yg bernama Juno (Raditya Evandra) yg harus menjalani kehidupan dengan sebatang kara.

Sang ayah memutuskan untuk meninggalkan Juno pasca tragedi berdarah G30S PKI, ditengah perjalanan Juno dalam mengarungi kehidupan ia dipertemukan dengan sanggar seni Tari Tengger yg dipimpin oleh seorang seniman (Sujiwo Tejo).

Semenjak pertemuan ini Juno memutuskan untuk memiliki tujuan hidup sebagai penari Lengger. Ia merasa tarian Lengger merupakan salah satu kebudayaan daerah yg perlu dilestarikan.

Perjalanan Juno dalam meraih cita-citanya tidak berjalan dengan mulus, selama ia tinggal di sanggar tari tersebut ia kerap kali mendapati hal-hal yg berseberangan dengan prinsip hidupnya. Salah satunya adalah topik yg sering diangkat oleh sang guru. Juno merasa bahwa isu tersebut terlalu vulgar & sensitif untuk dibahas.

Bahkan pada salah satu kesempatan Juno sempat mendapati sang guru yg memberikan sanksi mati pada seorang murid yg terpergok mengerjakan hubungan badan. Karena Juno merasa tidak nyaman dengan lingkungan yg ada pada sanggar tersebut ia akhirnya memutuskan untuk hengkang & memilih untuk tinggal di rumah bibinya (Dwi Winarti)

Baca Juga: Sinopsis Godzilla: King of The Monsters

Nasib malang menghampiri Juno, kali ini ia mendapatkan pelecehan seksual yg dilakukan oleh sang guru kepadanya. Kejadian tersebut begitu membekas dalam benak Juno hingga saat ia remaja, ia merasakan perasaan jatuh sayang untuk perdana kalinya.

Juno merasa apa yg ia rasakan kali ini sebagai perasaan yg tidak wajar, akhirnya ia memutuskan untuk memendam perasaannya tersebut karena tidak harap dianggap aneh oleh orang lain. Pada sebuah kesempatan Juno berjumpa dengan seorang petinju amatir (Randy Pangalila), pertemuan tersebut jadi sebuah momen penting dalam kehidupan Juno.

Penghargaan untuk Kucumbu Tubuh Indahku

Di samping isu kontroversi yg muncul terkait respon yg diberikan kepada film Kucumbu Tubuh Indahku, film ini berhasil meraih sederet penghargaan yg cukup membanggakan.

Berikut adalah beberapa penghargaan yg berhasil diraih oleh film Kucumbu Tubuh Indahku pada penghargaan film berskala Nasional:

Piala Citra: Film Panjang Terbaik (2019)Piala Citra: Sutradara Terbaik (2019)Piala Citra: Pemeran Utama Terbaik (2019)Piala Citra: Pemeran Utama Pria Terbaik (2019)Piala Citra: Pendukung Pendukung Pria (2019)Piala Citra: Pengarah Artistik Terbaik (2019)Piala Citra: Penata Musik Terbaik (2019)Piala Citra: Penata Busana Terbaik (2019)

Demikian adalah ulasan tentang sinopsis Kucumbu Tubuh Indahku lengkap dengan deretan penghargaanya. Semoga dapat memberikan wawasan informasi baru bagi anda pesayang film di seluruh Indonesia.

Kontributor : Dhea Alif Fatikha

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *