oleh

Sidang Suap Lobser, Edhy Prabowo: Pak Jokowi, Pak Prabowo, Saya Minta Maaf

Slot SimakNews.com – Sidang Suap Lobser, Edhy Prabowo: Pak Jokowi, Pak Prabowo, Saya Minta Maaf,

Online – Eks Menteri Kelautan & Perikanan Edhy Prabowo menyampaikan permintaan maaf terkhusus kepada Presiden Joko Widodo serta Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yg sekaligus Menteri Pertahanan.

Edhy meminta maaf karena terlibat kasus suap izin ekspor benih lobster yg kini menjeratnya sebagai terdakwa.

Hal itu dihinggakan Edhy dalam pembacaan pledoi atau nota pembelaannya di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Jumat (9/7/2021) sore.

“Permohonan maaf secara spesifik saya hinggakan kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo & Ketua Umum Partai Gerindra Bapak Prabowo Subianto, yg selama ini sudah memberikan amanah atau kepercayaan kepada saya,” mengatakan Edhy dalam pembacaan Pledoinya, Jumat (9/7/2021).

Edhy menambahkan, permohonan maafnya pun ditujukan kepada seluruh pimpinan maupun staf & seluruh pegawai KKP atas kejadian kasus tersebut.

“Saya hinggakan kepada para pimpinan, staf & seluruh pegawai KKP yg sudah merasa terganggu dengan adanya perkara ini,” ujar Edhy

Edhy menyebut, dengan umurnya yg kini sudah berusia 49 tahun, sama sekali tak sanggup menerima beban yg cukup berat yg kini sudah menimpanya dalam kasus korupsi.

“Usia di mana manusia sudah banyak berkurang kekuatannya untuk menanggung beban yg sangat berat. Ditambah lagi saat ini saya masih memiliki seorang istri yg sholehah & tiga orang anak yg masih membutuhkan kasih sayang seorang ayah,” ucapnya

Maka itu, dia menilai tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK dengan pidana penjara selama lima tahun, dianggap cukup berat.

Apalagi, Edhy mengklaim bahwa apa yg dihinggakan Jaksa dalam dakwaannya sama sekali jauh dari keterangan para saksi-saksi yg dihadirkan dalam sidang.

“Apalagi tuntutan tersebut didasarkan atas dakwaan yg sama sekali tidak benar & fakta-fakta yg sangat lemah,” imbuhnya

Untuk diketahui, Edhy dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK lima tahun penjara dalam perkara suap izin ekspor benih lobster di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Selasa (29/6/2021).

Selain pidana badan, Edhy juga turut membayar denda mencapai Rp 400 juta, subsider enam bulan kurungan penjara.

“Menyatakan terdakwa Edhy Prabowo terbukti secara sah & meyakinkan bersalah mengerjakan tindak pidana korupsi. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa berupa pidana penjara selama 5 tahun & denda Rp400 juta subsider 6 bulan kurungan,” mengatakan Jaksa KPK dalam pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (29/6/2021).

Jaksa KPK juga memberikan pidana tambahan kepada terdakwa Edhy Prabowo berupa membayar uang pengganti mencapai Rp 9.687.447.219 & USD 77 ribu

Dalam dakwaan jaksa, Edhy Prabowo disebut menerima suap sekitar Rp 24.625.587.250.000 & USD 77.000 terkait kasus suap izin ekspor benih lobster tahun 2020.

Jaksa Ronald merincikan, penerimaan suap Edhy diterimanya melalui perantara yakni, sekretaris pribadinya Amiril Mukminin & staf khususnya Safri menerima total USD 77.000 dari bos PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito.

Sedangkan uang suap senilai Rp 24 miliar juga diterima Edhy juga dari Suharjito. Di mana, Edhy mendapatkan uang itu melalui Amiril Mukminin; staf pribadi istri Edhy, Ainul Faqih & staf spesifik Edhy, Andreau Misanta Pribadi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Edhy didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. (suara.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *