oleh

Siapa yg Menyuruh Laskar MRS Menyerang Polisi?

-Umum-9 views
VERSI POLISI: Adegan rekonstruksi penembakan laskar FPI di tol Jakarta-Cikampek. Empat laskar FPI disebut hendak merebut senjata api milik polisi. (ALI KHUMAIN/ANTARA)

Online – Hasil investigas Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebutkan Laskar Front Pembela Islam (FPI) menyerang polisi dengan senjata api saat bentrok di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek beberapa waktu lalu. Siapa yg menyuruh Laskar mengerjakan itu?

beincash

Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto mengatakan biasanya sebuah organisasi memiliki standar operasional prosedur (SOP) atau aturan disiplin organisasi. SOP jadi acuan dalam setiap tindakan, termasuk saat pengawalan. Dia tidak tahu apakah di FPI ada SOP atau tidak.

“Hanya saja logikanya sebuah pengawalan yg dilakukan sebuah organisasi tentunya harus mengpakai SOP atau aturan disiplin organisasi,” ujar Bambang Rukminto kepada wartawan, Minggu (10/1/2021).

Lain cerita bila penyerangan dilakukan kelompok yg bukan organisasi. Menurut dia, kecil kemungkinan setiap pergerakan anggotanya berdasarkan SOP.

“Bila yg menyerang itu diakui sebagai bagian organisasi, tentunya pimpinan organisasi harus ada yg bertanggung jawab,” katanya.

Menurut dia, penyerangan kepada polisi harus diselidiki sehingga fakta di balik peristiwa ini akan terungkap. “Bukan cuma menyerang petugas, menyerang masyarakat biasa atau membahayakan orang lainpun tak dibenarkan & dapat dipidana,” tegasnya.

Pakar hukum Universitas Indonesia Indriyanto Seno Adji mengatakan rilis Komnas HAM harus ditindaklanjuti secara tuntas, khususnya terkait penyerangan ke polisi. Menurut dia, proses hukum akan mengungkap penyerangan itu karena suruhan atau Laskar FPI bergerak sendiri.

“Siapapun di FPI yg memiliki keterkaitan dengan penyerangan ini harus bertanggungjawab secara hukum,” ujar Indriyanto.

Jadi, lanjut Indriyanto, pengungkapan peristiwa di KM 50 harus dilakukan secara utuh. Menurut dia, kematian Laskar FPI adalah akibat atau akibat dari serangan terlebih dahulu kepada polisi. “Kedua masalah tersebut sebagai bagian tidak terpisahkan,” pungkasnya.

Komnas HAM menyampaikan, peristiwa bermula dari mobil rombongan Rizieq Shihab yg dibuntuti polisi sejak keluar gerbang Kompleks Perumahan The Nature Mutiara Sentul. Rombongan Rizieq keluar di pintu tol Karawang Timur & tetap dibuntuti.

Lalu, enam mobil rombongan Rizieq melaju terlebih dahulu meninggalkan dua mobil pengawal Rizieq yakni Toyota Avanza berwarna silver & Chevrolet Spin. Anam mengatakan, dua mobil pengawal tersebut berjaga supaya mobil yg membuntuti tidak dapat mendekati rombongan Rizieq.

Setelah menunggu, mobil laskar FPI akhirnya berjumpa lagi dengan mobil polisi. Dua mobil laskar FPI melewati sejumlah ruas dalam kota Karawang & diikuti oleh tiga mobil pembuntut.

Kemudian, menurut Anam, terjadi kejar-kejaran yg berujung pada baku tembak sepanjang jalan Internasional Karawang Barat hingga KM 49 & berakhir di Tol Jakarta Cikampek KM 50.

Reka ulang berhasil menggambarkan bahwa anggota laskar FPI terlebih dahulu menyerang & menembak polisi saat kejadian. Sedangkan investigasi Komnas HAM menyebutkan peritiswa di KM 50 tidak akan terjadi bila mobil yg ditumpangi anggota FPI tidak menunggu mobil yg dikendarai polisi.

“Ini memang penting bagi kita semua dengan anggapan begini, kalau enggak ada proses menunggu, peristiwa KM 50 tidak akan terjadi,” mengatakan Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM M Choirul Anam. (radarsurabaya.com)

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *