oleh

Siap Didenda, Melanie Subono Ogah Jadi Kloter Pertama Divaksin Corona

Melanie Subono [Simaknews.com/Yuliani]

Dia mengaku sudah menyiapkan uang dendanya.

Simaknews.com – Vaksin Covid-19 sudah tiba di Indonesia & siap diberikan kepada masyarakat secara gratis. Namun, Melanie Subono menolak jadi generasi perdana yg disuntikkan vaksin tersebut.

beincash

“Gue pasti mau (vaksin), tetapi nggak mau jadi generasi pertama,” ucap Melanie Subono saat ditemui di kawasan Puri Indah Jakarta Barat, belum lama ini.

Melanie Subono bahkan sudah menyiapkan uang buat jaga-jaga apabila didenda akibat menolak divaksin.

“Gini, beberapa bulan lalu gue denger ada isu & wacana kalau orang nggak mau divaksin harus bayar Rp 5 juta,” tutur Melanie Subono.

Baca Juga: Foto Komodo Hadang Truk Viral, Melanie Subono: Maafkan Kami Komodo

Melanie Subono [Simaknews.com/Yuliani]

“Gua udah ngumpulin sih Rp 5 jutanya,” sambungnya sembari tertawa.

Bukan tanpa alasan. DIa merasa setiap obat yg disuntikkan ke tubuh akan memiliki efek samping. Melanie Subono juga mengibaratkan hal tesebut dengan jamu.

“Bukannya apa-apa, gue belajar sesederhana di sekolah, kayak minuman, contohlah jamu yg nggak akan ada efek sampingnya, itu aja bikin resepnya harus dites panjang dulu sebelum akhirnya dikasih ke publik,” jelasnya.

Perempuan berusia 44 tahun itu juga menyebut, vaksin Covid-19 yg cocok dengan masyarakat luar negeri belum tentu cocok di tubuh masyarakat Indonesia.

Sebabnya, aktivis sosial sekaligus musisi ini masih ragu & tak mau jadi kloter perdana yg disuntik vaksin.

Baca Juga: Tolak UU Cipta Kerja, Melanie Subono Sedih Ingat Pejuang Kemerdekaan

“Itu minuman loh yg akan diinjeksi ke badan, negara lain nggak mau beli terus dilempar ke kita, mungkin bagus, mungkin nggak. Tapi gue akan ikutin pelajaran di SMP kalau vaksin itu harus ada sekian ribu sample, apa yg cocok dengan kita belum tentu cocok untuk orang Jepang atau yg lain,” tuturnya.

Ditambah, Melanie Subono juga menilai vaksin belum tentu dapat menyelesaikan masalah pandemi. Semua bergantung pada cara masyarakat menjaga diri.

“Pandemi selesai atau nggak selesai nggak ada urusan sama vaksin, masyarakat mau disiplin atau nggak. Gue orang kritis sama pemerintah yaa, tetapi kali ini masyarakat kita yg susah, soal pake helm aja banyak yg nggak paham kenapa harus pakai helm,” ujarnya.

“Gue nggak pernah keluar rumah kecuali untuk kerja, sebelum kerja gue suntik imun booster, besoknya kerja, selesai kerja gue SWAB. Nggak pernah yg iseng keluar rumah,” imbuhnya lagi.

Pemerintah Indonesia mengatakan siap memberikan vaksin corona pada 2021. Semua masyarakat akan diberikan itu secara gratis.

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *