oleh

Setelah Kantornya Disidak & Ditegur Keras Anies Baswedan, PT Equity Life Indonesia Beri Penjelasan

Slot SimakNews.com

Setelah Kantornya Disidak & Ditegur Keras Anies Baswedan, PT Equity Life Indonesia Beri Penjelasan

,

Online – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengerjakan sidak ke sejumlah perusahaan di Jakarta terkait penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Salah satu perusahaan yg disidak oleh Anies adalah PT Equity Life Indonesia.

Diberitakan Tribunnews.com, di perusahaan ini, Anies emosi melihat banyaknya karyawan yg masih WFO.

“Kenapa dilanggar? Kenapa aturannya dilanggar?” tanya Anies kepada seorang pria berbaju batik.

Tak langsung menjawab, pria tersebut cuma diam sambil menunduk.

Anies lalu mempertanyakan soal kebijakan perusahaan ke karyawannya di kantor.

“Mereka (karyawan yg masuk) ikut aturan perusahaan bukan? Perusahaannya menyuruh masuk?,” tanya Anies.

Pria itu menjawab cuma 25% karyawan yg masuk.

Ketika mendengar hal itu, Anies langsung menegur si pria & memintanya mengikuti aturan PPKM Darurat.

“Setiap hari kita nguburin orang pak, bapak ambil tanggung jawab. Semua buntung pak, enggak ada yg untung,” ucapnya.

Perusahaan yg melanggar aturan WFH itu pun langsung ditutup Gubernur Anies Baswedan & jajarannya.

Anies kemudian menempel stiker penyegelan kantor-kantor di Sudirman Sahid Center yg melanggar aturan.

Setelah disidak oleh Anies, PT Equity Life Indonesia buka suara.

Melalui pernyataan resmi yg diunggah akun Instagram resminya, Equity Life Indonesia menyatakan PT Equity Life Indonesia beserta kantor-kantor pemasarannya merupakan perusahaan asuransi jiwa yg termasuk dalam sektor usaha esensial.

Hal itu berdasarkan ketentuan Instruksi Mendagri No 15 Tahun 2021 Perihal PPKM Darurat Jawa-Bali & Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 875 Tahun 2021 Perihal PPKM yg diterbitkan 2 Juli 2021.

Karena masuk dalam sektor esensial, PT Equity Life Indonesia tetap membuka kantor pemasaran & layanan di seluruh Indonesia secara terbatas di masa PPKM Darurat.

“Kami memastikan dalam menjalankan aktivitas bisnis maupun operasional sering mematuhi ketentuan yg ditetapkan oleh Pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan yg berlaku & termasuk pemberlakukan maksimum karyawan work from office (WFO) sebesar 50%,” tulisnya. (tribunnews.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *