oleh

Sengketa Tanah, Rumah Dik Doank Didatangi 10 Pemuda Sambil Marah-marah

Dik Doank [Instagram/@dd_dikdoank]

“Kalo begitu (diacak-acak) tinggal di videoin aja & dapat dilaporkan,” mengatakan kuasa hukum Dik Doank.

Simaknews.com – Presenter Dik Doank digugat seorang pakar waris Madi Kenin atas tanah di Kandank Jurank Doank. Ahli waris mengklaim, tanah seluas 2.540 meter persegi di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan itu adalah miliknya.

Kasus tersebut sudah didaftarkan di Pengadilan Negeri Tangerang. Ahli waris menuntut Dik Doank membayar Rp 5,5 miliar atas tanah itu.

Namun ternyata sebelum memasukan gugatan, sudah ada 10 orang yg mengaku perwakilan pihak pakar waris Madi Kenin mendatangi kediaman Dik Doank.

Mereka tak berhasil berjumpa dengan Dik Doank. Kebetulan lelaki bernama lengkap Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denada Kusuma ini tak ada di rumah.

Baca Juga: Dituntut Rp 5,5 M Terkait Sengketa Tanah, Dik Doank Cuma Punya Rp 50 Juta

Dik Doank [dd_dikdoank]

“Datang ke rumah Om Dik & marah-marah. Itu kan tidak bagus,” mengatakan Deddy DJ, kuasa hukum Dik Doank saat dihubungi Suara.com, Kamis (22/10/2020).

Saat datang, ada istri Dik Doank yg jadi mediator 10 pemuda itu dengan suaminya.

“Disikapi dengan positif sama istri Om Dik. Mereka (10 orang pemuda) komunikasi melalui telepon (dengan Dik Doank),” ujar Deddy DJ.

Deddy bersyukur kedatangan mereka tak hingga mengacak-acak tempat tinggal Dik Doank.

“Kalo begitu (diacak-acak) tinggal di videoin aja & dapat dilaporkan,” mengatakan dia.

Baca Juga: Jerinx SID Ditahan hingga Dik Doank Digugat

Melanjutkan proses hukum, Dik Doank menolak untuk menyerah. Sebab ia memang membeli tanah itu & memiliki bukti.

“Om Dik Doank ini beli tanah 20 tahun lalu dari lima orang yg berbeda. Ada yg sudah sertifikat & masih AJB,” mengatakan Deddy.

Tapi katanya, tak ada satupun transaksi yg dilakukan dengan pakar waris bernama Madi Kenin. Keyakinan itu merujuk pada surat C desa yg dimiliki pakar waris.

“C Desa, itu adalah dokumen yg ada di desa. Menurut keterangan mereka, tidak pernah menjual tanah kepada siapapun,” terang sang pengacara.

Meski merasa yakin kasus itu dimenangkan Dik Doank, namun lelaki 52 tahun itu tetap memberikan waktu bagi lawannya mencabut gugatan.

“4 November nanti akan ada sidang lagi. Kita akan menolak damai & berharap mereka sadar kesalahanya,” ujar Deddy.

12

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed