IMG 20200819 WA0059 -
in

Sekjen: Parlemen modern menjadi kebutuhan DPR RI

Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Indra Iskandar (HO-Dok Humas DPR)

Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Indra Iskandar menyampaikan bahwa keberadaan parlemen modern jadi kebutuhan DPR.

Advertisements

“Sama halnya dengan parlemen di negara-negara lain, konsep parlemen modern diperlukan untuk menjawab tantangan zaman yg semakin maju & berbasis teknologi,” mengatakan Indra dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Rabu.

Indra menyampaikan hal itu selaku promovendus (kandidat doktor) pada sidang terbuka promosi doktoral bidang ilmu manajemen bisnis Sekolah Bisnis IPB Bogor, Rabu.

Promovendus memaparkan hasil disertasinya yg berjudul “Strategi Pengembangan Kapabilitas Organisasi, Sumber Daya Manusia, & Teknologi untuk Meningkatkan Kinerja Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia”.

Baca juga: Sekjen: Anggaran “DP” kendaraan anggota DPR batal

Sidang promosi di pimpin langsung oleh Dekan Sekolah Bisnis IPB Prof. Dr. Ir. Noer Azam Achsani, MS, Wakil Dekan SB-IPB Dr. Ir. Nimmi Zulbainarni, SPi, MSi, penguji luar Prof. Dr. Chandra Wijaya, MSi, MM selaku Guru akbar Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, & perwakilan program studi Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MS.

Selaku promotor adalah Prof. Dr. Ir. Mohamad Syamsul Ma’arif M.Eng., Dr. M. Joko Affandi S.U. & Dr. Ir. Anggraini Sukmawati MM.

Sebagai organisasi, mengatakan Indra, Sekretariat DPR dihadapkan pada lingkungan yg memiliki karakteristik VUCA, yakni Volatility (perubahan yg cepat), Uncertainty (tidak menentu), Complexity (sangat beragam), Ambiguity (tidak jelas).

Menurut dia, perubahan yg cepat dikarenakan teknologi informasi & komunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai dipakai.

“Pada era seperti ini maka kita akan mengalami kelimpahan (abundance) pada organisasi, SDM, & teknologi. Pada kondisi ini keberadaan parlemen modern sebagai resolusi DPR RI tahun 2019 sudah jadi kebutuhan DPR,” katanya.

Baca juga: Sekjen DPR RI: Belum ada pembicaraan apapun tentang aset DPR RI

Secara umum, parlemen di seluruh dunia juga menghadapi tantangan yg sama akibat akibat globalisasi serta tuntutan masyarakat kepada informasi.

Setjen sebagai sistem pendukung utama DPR RI berada di bawah eksekutif & pimpinan DPR RI sebagai lembaga politik, lanjut dia, jadi aktor kunci dalam mewujudkan parlemen modern didukung dengan keleluasaan dalam hal regulasi sebagai kebutuhan supaya andal dalam menjalankan tugas & fungsinya.

“Parlemen modern yg ditandai dengan keterbukaan, teknologi informasi & representasi jadi suatu keniscayaan dengan SDM yg unggul berbasiskan teknologi informasi terkini sebagai sistem organisasi pendukung yg efektif, profesional, modern, & mandiri,” katanya.

Secara teori, mengatakan Indra, ketika dimensi kapabilitas organisasi sudah diterapkan dengan baik akan menimbulkan kekakuan pada organisasi, akan tetapi Setjen DPR yg mengpakai empat dimensi kapabilitas organisasi mengimplementasikannya untuk meningkatkan kinerja tanpa menimbulkan kekakuan pada organisasi Setjen DPR.

Baca juga: Terkait COVID-19, Sekjen DPR belum pastikan opsi perpanjang masa reses

“Hal ini terjadi dikarenakan Setjen DPR harus profesional, tidak memihak, & melayani DPR yg membutuhkan fleksibilitas,” katanya.

Sidang terbuka promosi doktoral itu dihadiri beberapa pimpinan DPR RI & pimpinan alat kelengkapan DPR RI, rekan & kerabat promovendus.

Promovendus dinilai para penguji layak mendapatkan gelar doktor dengan predikat sangat memuaskan.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/1678242/sekjen-parlemen-modern-menjadi-kebutuhan-dpr-ri

Report

What do you think?

888 points
Upvote Downvote

Written by dono

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0