oleh

Sekar Perhutani: 6.000 karyawan dirumahkan merupakan konsekuensi logis

Ketua Umum Serikat Karyawan (Sekar) Perhutani Muhammad Ikhsan. ANTARA/dokumen pribadi

Semarang (ANTARA) – Ketua Umum Serikat Karyawan (Sekar) Perhutani Muhammad Ikhsan mengatakan pensiun dini kepada 6.000 karyawan Perum Perhutani merupakan konsekuensi logis sehubungan dengan penetapan kawasan hutan dengan pengelolaan spesifik (KHDPK) seluas 1.000.000 hektare.

beincash

“Kami berharap implementasi program Perhutanan Sosial tidak menyimpang dari cita-cita awal, yakni menciptakan Perhutani sehat,” mengatakan Muhammad Ikhsan kepada ANTARA di Semarang, Sabtu petang.

Baca juga: Menteri LHK: Perhutanan sosial dapat jadi area pengembangan terpadu

Baca juga: KLHK intensifkan formulasi aturan pengelolaan perhutanan sosial

Hutan lindung yg rusak, kemudian hutan produksi & hutan lindung zona konflik penguasaan lahan (tenurial), misalnya, kalau diambil alih oleh Pemerintah, menurut Muhammad Ikhsan, bakal mengurangi beban Perhutani.

Oleh karena itu, Ketum Sekar Perhutani ini juga berharap implementasi program Perhutanan Sosial di Pulau Jawa tetap memperhatikan kepastian areal kerja Perum Perhutani untuk kelangsungan usahanya. Hal ini mengingat kawasan-kawasan yg secara existing menopang pendapatan perusahaan tetap dalam wilayah kelola.

Ia mengatakan bahwa Perum Perhutani selama ini sudah mengembangkan pengelolaan kolaboratif bersama masyarakat.

Kolaborasi ini yg sudah memberi akses seluas-luasnya kepada masyarakat & berjalan harmonis, menurut dia, perlu dipertahankan sehingga tetap dalam kelola Perum Perhutani.

“Selama ini karyawan memahami bahwa sudah saatnya memberikan kesempatan masyarakat sekitar hutan sebagai pelaku utama. Pemahaman tersebut menjelma dalam kebijakan-kebijakan Perhutani,” ujarnya.

Baca juga: Mereguk manisnya madu melalui perhutanan sosial

Menyinggung kembali soal konsekuensi kehilangan kesempatan bekerja kurang lebih 6.000 karyawan Perhutani, pihaknya berharap mereka mendapat kompensasi atas hilangnya hak bekerja & hak-hak pensiun lainnya.

“Kami berharap rimbawan-rimbawan hebat yg sudah bekerja, bahkan mempertaruhkan nyawa demi kelestarian hutan mendapat apresiasi & kompensasi yg sesuai,” katanya.

Dengan pengalaman mengelola tingkat tapak, sebagai polisi hutan, sebagai pendamping masyarakat, lanjut dia, segenap anggota Serikat Karyawan Perhutani akan jadi kawan pemerintah untuk ikut mengawal supaya tujuan mulia program Perhutanan Sosial tercapai.

Sebagai wujud sayang hutan, anggota Serikat Karyawan Perhutani juga akan ikut mengawal supaya implementasi program Perhutanan Sosial tidak menyimpang & menyebabkan kerugian negara, penyalahgunaan wewenang, salah sasaran, & bentuk penyimpangan lainnya.

Baca juga: PPLH dorong pemerintah percepat izin perhutanan sosial di Tulungagung

Baca juga: Menteri LHK: Perhutanan sosial Lumajang masuk kategori platinum

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2079350/sekar-perhutani-6000-karyawan-dirumahkan-merupakan-konsekuensi-logis

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *