oleh

Sejarawan ceritakan karakter Bung Karno memimpin yg patut diteladani

Slot SimakNews.com – Sejarawan ceritakan karakter Bung Karno memimpin yg patut diteladani,

Arsip foto – Patung Bung Karno menunggang kuda berdiri di depan area kompleks kantor Kementerian Pertahanan, Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (6/6/2021). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc

Nah, mendiang Herbert Faith, Indonesianis & profesor ilmu politik asal Australia mengategorikan Bung Karno sebagai sosok pemimpin solidarity maker’Jakarta (ANTARA) – Sejarawan sekaligus Pemred Historia Bonnie Triyana menceritakan karater kepemimpinan dari Presiden Soekarno yg patut jadi teladan.

Bonnie Triyana dalam keterangannya diterima di Jakarta, Kamis, mengatakan kalau ditelisik lebih jauh, pola kepemimpinan politik di Indonesia memiliki dua kategori. Pertama adalah pemimpin berjiwa “administrator” laksana seorang manager & kedua pemimpin berkarakter “solidarity maker”.

Tipe “solidarity maker” merupakan pemimpin yg mempunyai sikap, pembawaan & kemampuan untuk menggalang solidaritas orang-orang dari berbagai macam latar belakang untuk mencapai satu tujuan.

“Nah, mendiang Herbert Faith, Indonesianis & profesor ilmu politik asal Australia mengategorikan Bung Karno sebagai sosok pemimpin ‘solidarity maker’,” mengatakan Bonnie dalam program BKNP PDIP dengan tema akbar “Bung Karno Series”.

Dia menjelaskan kepemimpinan “solidarity maker” itu didasari oleh tabiat sosok karismatik & kecerdasan yg melekat dengan Ir. Soekarno yg dapat memengaruhi orang banyak.

“Terbukti dengan begitu banyak pengikutnya serta juga beliau sangat disegani oleh kawan maupun lawan. Dari bukti-bukti itu dapat disimpulkan bahwa Bung Karno merupakan pemimpin yg berkarakter penggalang solidaritas,” ucap Bonnie

Menurut dia dengan kemampuan & kecerdasan yg multi dimensi, Bung Karno dalam kepemimpinan-nya sering kali mengpakai cara yg spontanitas & autentik.

Baca juga: Dosen UGM paparkan alasan Bung Karno pakai peci hitam

Baca juga: PDIP: Banyak orang belum tahu Bung Karno lahir di Surabaya

Contoh kecil dari aksi unik itu dilakukan Bung Karno, suatu waktu berkunjung ke Italia, saat iring-iringan mobil tamu negara kepresidenan yg membawa Bung Karno tiba-tiba menepi mendadak ke sebuah restoran.

“Otomatis para pengawal dengan serentak kaget. Ada apa ini? Setelah diketahui kemudian, ternyata Bung Karno harap makan es krim langsung di negara asalnya,” tutur Bonnie.

Bung Karno juga merupakan sosok yg ceria, suka menyanyi & menari. Karena ketertarikan Bung Karno kepada kesenian inilah, maka Resimen Tjakrabirawa tak cuma disiapkan untuk pengawalan, tetapi juga harus siap sewaktu-waktu bermain musik supaya dapat menghibur Presiden.

“Mereka membentuk band yg jadi asal muasal istilah ‘ABS’ alias ‘asal bapak senang’. Sebuah istilah yg awalnya berarti positif, tetapi kini jadi peyoratif & dimaknakan sebagai upaya menjilat atasan,” mengatakan dia.

Bonnie mengutip Wakil Komandan Resimen Tjakrabirawa pengawal Bung Karno, Maulwi Saelan, yg menyebutkan Bung Karno merupakan sosok yg tidak pernah mau untuk berjarak dengan masyarakat.

Suatu saat, Bung Karno pernah “ngambek” marah kepada tindakkan pengamanan yg berlebihan & tidak pas dengan prinsipnya.

“Saat itulah, Maulwi menjawab bahwa, ‘Spontanitas yg tidak terkendali itu sangatlah berbahaya buat Bung’,” mengatakan Bonnie menirukan Maulwi.

Setelah itu, lanjut Bonnie Bung Karno & Maulawi terdiam. Maulwi pun merasa akan makin dimarahi atau kehilangan jabatannya, namun tak disangka beberapa menit setelah kemarahan Bung Karno, Bung Karno kembali & berbicara dengan bahasa Belanda.

“Hai Maulwi, Je hebt gelijk, anda benar. Saya minta maaf ya,” ucap Bonnie menirukan ucapan Bung Karno.

Baca juga: Megawati mengisahkan saat Bung Karno naik kuda jinak

Baca juga: Suarahgaloka pentaskan monolog serial “Bung Karno”

Karakter seperti itu menciptakan kekaguman pada Bung Karno sebagai sosok yg karismatik & sangat disegani, tetapi sanggup untuk menerima kritik.

Bung Karno pun menurut Bonnie jugalah nyaris tak pernah memegang uang. Bahkan uang untuk beli rokok, Bung Karno menaruh gengsi meminjam uang pada pengawalnya.

“Saat dijatuhkan sebagai presiden pun kita tahu beliau tak punya rumah pribadi. Itulah bentuk-bentuk spontanitas Bung Karno yg autentik, bukan pencitraan, tidak dibikin-bikin, semua sebagaimana adanya” ujarnya.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2216170/sejarawan-ceritakan-karakter-bung-karno-memimpin-yang-patut-diteladani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *