58589 syekh ali jaber dan gus miftah di podcast deddy corbuzier -
in

Sebelum Ditusuk, Syekh Ali Jaber Harap Umrahkan Anak 9 Tahun

Syekh Ali Jaber & Gus Miftah di podcast Deddy Corbuzier.

Syekh Ali Jaber tak menyangka jadi korban penusukan.

Simaknews.com – Syekh Ali Jaber akhirnya membeberkan fakta sebenarnya, terkait penusukan dirinya oleh lelaki bernama Alfin Andriam. Kejadian tersebut berlangsung di Bandar Lampung, Minggu (13/9/2020) ketika Syekh Ali menghadiri acara ceramah.

Advertisements

Syekh Ali Jaber mangaku sama sekali tak menyangka dirinya akan jadi korban penusukan. Pasalnya, selama 12 tahun tinggal di Indonesia, ia tak pernah berniat menyakiti orang.

“Bagi saya, ini pengalaman baru. Karena selama di Indonesia, 12 tahun, nggak pernah saya menyakiti orang. Mau agama atau kelompok manapun, saya nggak pernah bahas. Jadi saya berusaha untuk jd orang baik, khususnya suci hati,” mengatakan Syekh Ali Jaber, dalam podcast Deddy Corbuzier yg diunggah Rabu (16/9/2020).

Syekh Ali mengungkap, ia memulai acara di Lampung sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, selain memberikan tausiah, ia juga menyaksikan wisuda siswa hafiz Alquran anak-anak.

19139 gus miftah bertemu syekh ali jaber 1600275819 -Syekh Ali Jaber, Gus Miftah & Deddy Corbuzier hinggakan pesan ke masyarakat. – (Instagram/@gusmiftah)

“Saya ada kebiasaan, kalau acara wisuda saya tes bacaan. Karena saya orangnya menggerakkan hafalan, tetapi bacaan yg benar. Makanya saya minta mana wisudawan untuk menunjukkan kemampuannya,” ujar Syekh Ali.

Syekh Ali kemudian meminta salah satu wisudawan naik ke atas pentas & menunjukkan kemampuannya membaca Alquran. Kemudian seorang anak perempuan berusia 9 tahun naik ke atas pentas & berani membaca hafalan Alquran.

Setelah puas melihat bocah sembilan tahun membaca Alquran, Syekh Ali Jaber pun menawarkan kepada si anak hadiah. Si anak ini kemudian turun pentas & bertanya kepada ibunya, tentang hadiah apa yg diharapkan.

“Dia tanya sama ibunya, dia mau sepeda. Saya tanya, anda dapat naik sepeda? Nggak. Gimana mau sepeda tetapi nggak dapat. Tanya ibumu lagi, mau hadiah apa lagi,” ungkap Syekh Ali Jaber.

Dalam hatinya, Syekh Ali Jaber harap si ibu & anak mengucapkan keharapan untuk umrah. Dan benar saja, saat si anak sembilan tahun ini naik pentas lagi, ia mengucapkan keharapan untuk umrah.

“Sesuai yg saya mau. Saya suruh ibunya naik ke atas panggung. Saya bilang mau foto. Sebenarnya mau kasih kejutan. Selamat ibu & anaknya dapat hadiah umrah, tetapi pakai selfie. Saya kan nggak pegang hp. Tapi pas dibuka hp-nya ibu ini nggak dapat, karena data terlalu penuh,” ucap Syekh Ali Jaber.

Syekh Ali Jaber kemudian menawarkan kepada jemaah untuk mau meminjamkan ponselnya. Tapi, jemaah malah kebanyakan fokus dengan mengambil foto & video. Di saat menunggu jemaah memberikan ponsel, ada seorang lelaki yg lari ke arah Syekh Ali.

“Subhanallah, qadarullah, ada orang mendekat sambil lari. Pikiran saya dalam waktu sekian detik, saya pikir mau dikasih hp. Karena kan saya menunggu hp. Pinjam hp dari jemaah, karena mau foto,” tutur Syekh Ali Jaber.

“Begitu datang, saya terkejut dengan dia lari. Dan titik yg sama, saya kan masih begini, masih ngobrol santai. Pas dia dekat saya, dia pun ketika melihat saya memandangi dia, dia kaget,” sambung Syekh Ali Jaber.

65881 alpin andriapelaku penusukan syekh ali jaber dokist 1600275822 -Alpin Andria,pelaku penusukan Syekh Ali Jaber. (Dok.Ist)

Syekh Ali Jaber menduga target si pelaku sebenarnya bukan bagian lengannya. Tapi leher. Namun karena Syekh Ali refleks & memiringkan badannya ketika orang mendekat & mau menusuknya, sehingga yg jadi target pun bagian lengan atas mendekati bahu.

“Saya belum ngeh ada apa, nggak ngeh pisau. Saya merasa kalau posisi saya diam, kemungkinan habis. Ketika tertusuk, dia nampaknya masih pegang kuat (pisau). Saya kira dia mau cabut buat nusuk lagi. Tapi pisaunya patah. Karena saya berdiri, nggak diam. Saya berdiri, awalnya harap melawan, karena sudah sadar (jadi korban penusukan). Tapi saya berdiri, otomatis patah. Saya kan lebih akbar dibanding dia,” lanjut Syekh Ali Jaber.

Meski sudah terjadi penusukan, jemaah tidak langsung beraksi. Rupanya, kebanyakan jemaah tak sadar kalau Syekh Ali Jaber jadi korban penusukan. Baru setelah baju Syekh Ali bersimbah darah, jemaah pun menyadari.

“Karena jemaah juga kaget. Semua menunggu hp barang kali. Ketika saya berdiri semua jemaah tahan dia. Begitu saya lepas baju, saya buang pisau, baru sadar luka cukup dalam dirobek bajunya luar & dalam. Saya sadari jemaah lagi memukul pelaku,” tutur Syekh Ali Jaber.

12

Report

What do you think?

592 points
Upvote Downvote

Written by Agen Slot

Agen Slot Online Terbaru 2020

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0