oleh

Satgas jelaskan alasan pemerintah tak terapkan “lockdown”

Slot SimakNews.com

Satgas jelaskan alasan pemerintah tak terapkan “lockdown”

,

Petugas keamanan & relawan memeriksa salah satu akses masuk dusun di Desa Sidogede, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang yg menjalani mikro lockdown akibat merebaknya wabah COVID-19 di desa tersebut. (ANTARA/Heru Suyitno)

Jakarta (ANTARA) – Ketua Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Hery Trianto menjelaskan alasan pemerintah hingga saat ini tidak mengambil kebijakan penerapan “lockdown” atau karantina wilayah.

Hery Trianto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, menjelaskan bahwa substansi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro sebagai kebijakan untuk mencegah penyebaran COVID-19 yg berjalan selama ini sama dengan “lockdown”.

“Jadi jangan dibenturkan antara kebijakan lockdown dengan pembatasan kegiatan masyarakat. Substansinya sama, membatasi mobilitas masyarakat untuk menekan laju penularan,” mengatakan Hery.

Baca juga: Epidemiolog usulkan karantina wilayah di Kabupaten Kudus

Pemerintah memperpanjang PPKM mikro, 15-28 Juni 2021. PPKM mikro mengpakai acuan beleid Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2021.

Aturan itu menjelaskan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro & mengoptimalkan posko penanganan COVID-19 di desa & kelurahan untuk pengendalian penyebaran COVID-19.

PPKM mikro membatasi kegiatan di tempat kerja/perkantoran, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, mengatur pemberlakuan pembatasan kegiatan restoran & pusat perbelanjaan, mengatur kegiatan di tempat ibadah, kegiatan fasilitas umum, serta kegiatan seni, sosial & budaya.

Hery mengatakan petugas di lapangan memperketat pelaksanaan PPKM mikro melalui operasi yustisi yg melibatkan TNI & Polri. Petugas di lapangan memantau kegiatan & menertibkan masyarakat yg tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Tujuannya untuk mengurangi mobilitas supaya masyarakat lebih banyak di rumah. Karena faktor penularannya manusia. Jadi, kalau aktivitas manusianya dikurangi, akan menekan penularan,” mengatakan dia.

Hery menegaskan, PPKM mikro sebenarnya cukup efektif menekan laju penularan COVID-19. Belakangan, kasus positif meningkat karena beberapa hal.

Seperti, masyarakat tidak mematuhi larangan bepergian, larangan mudik lebaran. Menurut Hery, pemerintah sudah berupaya supaya masyarakat tidak bepergian & mudik, tetapi ternyata banyak yg tidak mengikuti imbauan pemerintah.

Baca juga: Warga jalani karantina wilayah di Cilangkap dapat bantuan makanan

“Kasus di Kudus, kita tahu di sana ada ziarah setelah Lebaran di Sunan Muria & Sunan Kudus, kemudian itu dianggap salah satu yg memicu penularan. Di Bangkalan juga sama, setelah Lebaran masyarakat punya tradisi berkumpul. Ketika berkumpul terjadi interaksi, terjadi risiko penularan,” mengatakan Hery.

Penyebab lainnya lanjut dia adalah varian baru COVID-19 yg diduga turut mempercepat penularan.

Dengan PPKM mikro menurut Hery kebijakan mitigasi risiko hingga tingkat RT/RW semakin mudah. Hingga saat ini ada puluhan ribu desa yg membentuk posko.

Posko aktif melaporkan perkembangan kondisi di daerah masing-masing. Efektivitas kebijakan PPKM mikro sudah terlihat hingga pertengahan Mei.

“Sehingga kita dapat data yg lebih valid tentang apa sebenarnya yg terjadi di berbagai daerah. Ketika kita dapat memetakan zona risiko hingga ke RT/RW, tentu saja itu akan semakin baik, kita semakin presisi,” katanya.

Selain itu, Hery mengatakan, kebijakan mikro lockdown juga sudah diterapkan beberapa daerah. Misal, satu RT mengerjakan mikro lockdown karena ada lima keluarga yg terpapar COVID-19.

“Ini terjadi di beberapa daerah. Mikro lockdown sudah dilakukan sebenarnya, tetapi skalanya mikro,” ujar Hery.

Baca juga: Menko PMK berharap PPKM Mikro jurus manjur tekan penularan COVID-19
Baca juga: Satgas apresiasi upaya Pemprov Jateng karantina wilayah di akhir pekan

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2222598/satgas-jelaskan-alasan-pemerintah-tak-terapkan-lockdown

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *