oleh

Sah! Pemerintah Larang Pekerja Asing dari China dll Masuk ke Indonesia dengan Pesawat Carter

Online – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memutuskan untuk melarang tenaga kerja asing yg masuk ke Indonesia dengan mengpakai pesawat carter. Kebijakan ini berlaku selama masa pelarangan mudik hingga 17 Mei mendatang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan langkah ini diambil guna menekan kasus aktif COVID-19 yg ditemukan pada pekerja mancanegara tersebut.

“Tidak ada lagi penerbangan carter yg melayani tenaga kerja asing selama peniadaan mudik,” tuturnya usai Rapat Terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Senin, 10 Mei.

Budi menambahkan, kebijakan ini akan ditinjau ulang setelah masa pelarangan mudik usai.

“Kalau ada yg harap kembali disarankan menunda,” tuturnya.

Sementara itu, untuk aktivitas charter pesawat di dalam negeri tetap diperbolehkan dengan memperhatikan kelengkapan dokumen yg dibutuhkan serta menjalankan protokol kesehatan yg ketat.

“Untuk layanan sewa dalam negeri tetap diizinkan dengan memenuhi persyaratan perjalanan di masa peniadaan mudik ini,” jelas dia.

Seperti yg diberitakan sebelumnya, maskapai nasional Lion Air sempat melayani penerbangan carter tujuan Wuhan-Jakarta pada periode 18 April 2021 -19 April 2021 untuk melayani warga negara asing asal China. Disebutkan bahwa penumpang yg menaiki pesawat sewaan itu datang ke Indonesia untuk keperluan pekerjaan.

“Penerbangan sudah sesuai dengan peraturan penerbitan Flight Approval & memenuhi syarat keimigrasian & kesehatan, serta kepentingan nasional dalam menangani penyebaran wabah COVID-19,” ungkap Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto pada Minggu, 2 Mei.

Senada, Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis menyebut penerbangan carter yg dijalankan perusahaan sudah mengantongi berbagai izin legal & juga aspek kesehatan.

“Penerbangan sewa untuk penumpang spesifik secara grup (bukan penumpang umum) yg dijalankan oleh Lion Air sudah memenuhi persyaratan terbang & mendapatkan izin terbang (flight approval) pada 18-19 April 2021 dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan,” katanya, Jumat, 2 Mei. (voi.co.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *