oleh

Riza sebut 17 jabatan eselon II DKI kosong hal yg biasa

Slot SimakNews.com – Riza sebut 17 jabatan eselon II DKI kosong hal yg biasa,

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. ANTARA/Mentari Dwi Gayati/am.

Jakarta (ANTARA) – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut 17 jabatan eselon II di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yg kosong, adalah hal yg biasa dalam pemerintahan dari daerah hingga pusat.

“Itu memang ada prosesnya, ada masanya kemudian ada penyebabnya yakni ada pergantian, penyegaran, mutasi kan biasa. Jabatan itu di mana saja dari tingkat pusat hingga kelurahan di seluruh Indonesia itu biasa ada penyegaran ada mutasi ada reposisi & sebagainya,” mengatakan Riza di Balai Kota Jakarta, Kamis.

Karena banyaknya jabatan kosong tersebut, cukup banyak posisi strategis di DKI Jakarta yg diisi oleh pelaksana tugas (plt). Namun, Riza menyebut banyaknya plt tersebut juga dikarenakan kondisi pemerintahan DKI sendiri.

“DKI ini kan besar, anggarannya besar, ruang lingkupnya besar, tanggung jawabnya besar, posisi jabatannya juga besar, justru posisi jabatan yg berganti juga lebih banyak dari daerah-daerah lain,” ucap Riza.

Untuk mengisi kekosongan jabatan itu sendiri, Riza menyebut Pemprov DKI Jakarta sedang mengerjakan proses pengisian jabatan lewat prosedur lelang yg ditargetkan tanggal 4 Juni 2021 mendatang dapat rampung.

“Jadi kita tunggu. Kami mengajak semua ASN yg memenuhi syarat dapat mengikuti proses lelang, supaya ASN & pimpinan daerah juga memahami kinerja, kemampuan, kelebihan & kekurangannya,” ucap dia.

“Tentu kita berharap semua yg memenuhi syarat dapat ikut dalam proses lelang sehingga Pemprov DKI mendapatkan opsi yg banyak & opsi yg baik untuk jabatan-jabatan tersebut yg pada akhirnya memberikan kinerja yg baik dalam proses pembangunan,” tutur dia.

Diketahui, lelang jabatan ini jadi sorotan usai 239 PNS DKI dimarahi Gubernur Anies Baswedan karena dinilai enggan mengikuti proses lelang jabatan untuk mengisi 17 jabatan eselon II, meski mereka sudah memenuhi syarat untuk mengikuti prosesnya & ada instruksi Sekda DKI Jakarta terkait lelang tersebut.

Sesuai Instruksi Sekretariat Daerah Nomor 2 Tahun 2021 tentang Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprov DKI Jakarta, 17 jabatan yg dilelang itu adalah:

1. Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah.

2. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

3. Kepala Badan Pendapatan Daerah.

4. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

5. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan & Pertanian.

6. Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

7. Kepala Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif.

8. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil & Menengah.

9. Kepala Dinas Perumahan & Kawasan Permukiman.

10. Kepala Biro Pembangunan & Lingkungan Hidup Setda.

11. Kepala Biro Pemerintahan Setda.

12. Wakil Kepala Badan Pendapatan Daerah.

13. Wakil Kepala Dinas Kesehatan.

14. Wakil Kepala Dinas Pendidikan.

15. Wakil Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

16. Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur.

17. Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara.

Keengganan PNS & kekosongan jabatan 17 pejabat eselon II ini juga jadi sorotan anggota DPR Komisi II yg juga mantan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat yg merasa heran atas fenomena tersebut, karena menurutnya, eselon II merupakan jabatan strategis untuk mengembangkan potensi diri.

“Agak aneh juga. Umumnya ASN harap meningkatkan kariernya dengan menduduki jabatan-jabatan strategis, untuk menjawab tantangan sekaligus mengaktualisasikan potensi yg mereka miliki,” mengatakan Djarot kepada wartawan, Kamis.

Djarot, yg kini jadi anggota Komisi II DPR, mengatakan pada era kepemimpinannya bersama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kekosongan jabatan tidak pernah terjadi. Sebab, banyak cadangan ASN yg sudah mengikuti lelang jabatan.

“Hal ini, seingat saya, tidak pernah terjadi di masa Ahok-Djarot. Hampir tidak ada kekosongan jabatan karena DKI mempunyai stok yg cukup banyak ASN, yg sudah mengikuti lelang jabatan, sehingga, kalau ada yg mundur atau tidak cakap bekerja, dapat cepat diganti,” tutur Djarot.

“Perumpamaan dari Pak Ahok seperti dalam sepakbola. Kita punya banyak pemain cadangan yg siap menggantikan mereka yg tidak dapat kerja dengan baik,” ucapnya.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2167062/riza-sebut-17-jabatan-eselon-ii-dki-kosong-hal-yang-biasa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *