oleh

Refleksi 76 Tahun MPR RI: Pengawal Pancasila & daulat rakyat

Slot SimakNews.com

Refleksi 76 Tahun MPR RI: Pengawal Pancasila & daulat rakyat

,

WakilKetua MPR RI Jazilul Fawaid alam konferensi pers usai pidato Presiden di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta (ANTARA) – Agustus merupakan bulan yg istimewa bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain memperingati Hari Proklamasi kemerdekaan & konstitusi, bangsa Indonesia juga memperingati hari kelahiran MPR RI sebagai lembaga negara yg memegang & melaksanakan kedaulatan rakyat.

Di era krisis saat ini, tentu saja peringatan hari jadi MPR RI ini bermakna sangat mendalam. Di usianya yg ke-76 tahun, MPR RI diharapkan dapat tetap berdiri tegak dalam mengawal Pancasila sebagai ideologi bangsa & mengarusutamakan kepentingan rakyat dalam menjalankan setiap tugas pokok & fungsinya.

Genealogi MPR RI secara eksplisit termaktub dalam UUD NRI 1945. Pada bagian pembukaan konstitusi disebutkan bahwa susunan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yg berbasis pada kedaulatan rakyat yg dalam pelaksanaannya berpijak pada prinsip permusyawaratan atau perwakilan.

Untuk merealisasikan hal tersebut, dibentuklah MPR RI sebagai lembaga permusyawaratan rakyat & lembaga perwakilan dalam rangka menegakkan nilai demokrasi, keadilan sosial, serta kesejahteraan rakyat.

Baca juga: Bamsoet tegaskan MPR sebagai pengawal ideologi Pancasila

Daulat rakyat
Penyebutan MPR RI sebagai lembaga pelaksana kedaulatan rakyat tidak terlepas dari hal yg melekat atau inheren pada MPR RI sendiri yg terdiri atas para wakil rakyat yg dipilih secara langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum, baik yg berstatus sebagai anggota DPR RI maupun dari unsur DPD RI.

Pada masa lalu, MPR RI menyandang status sebagai lembaga tertinggi negara. Namun demikian, amandemen konstitusi ketiga pada 2001 merubah kedudukan MPR RI jadi setara dengan lembaga negara lainnya, seperti DPR RI, DPD RI, Presiden, BPK, MA, MK, & KY.

Sebagai lembaga negara, MPR RI memikul tugas & tanggung jawab yg besar. Eksistensi MPR RI diharapkan dapat jadi rumah kebangsaan yg solid, yg sanggup menjembatani berbagai arus perubahan, pemikiran, & aspirasi rakyat, dengan mengedepankan etika politik kebangsaan.

Keberadaan MPR RI diharapkan dapat mengawal ideologi negara sebagai suluh bagi bangsa Indonesia dalam mewujudkan tujuan nasionalnya. MPR RI juga diharapkan dapat senantiasa berdiri di samping rakyat sebagai pemegang kedaulatan yg sah atas Republik Indonesia.

Baca juga: Ilmuwan: Hakikat kemerdekaan perkuat daya tangkal ancaman ideologi

Modal organisasional
Merujuk pada berbagai pengalaman empirik kelembagaan, MPR RI memiliki modal & kapasitas yg kuat untuk menjalankan tugas & tanggung jawab tersebut.

Gelombang reformasi yg melanda pada 1998 yg mengharapkan perubahan praktik politik & pemerintahan yg mengedepankan daulat rakyat, sanggup diaktualisasikan secara nyata oleh MPR RI dengan melaksanakan amandemen UUD NRI 1945 secara gradual & komprehensif sejak 1999 hingga 2002.

Amandemen sebanyak empat kali tersebut bermakna dua hal, yakni kapasitas organisasional MPR RI yg kuat dalam melaksanakan tugas & wewenangnya dalam mengubah & menetapkan konstitusi, serta komitmen MPR RI untuk sering konsisten mewujudkan aspirasi rakyat.

Problematika kebangsaan Indonesia hari ini bersifat kompleks & multidimensi. Persoalan kebangsaan hadir di setiap lini kehidupan berbangsa & bernegara, baik aspek statis maupun aspek dinamis.

Pandemi Covid-19 yg membekap Indonesia selama kurang lebih satu setengah tahun terakhir seakan menambah derajat kompleksitas yg ada. Kita tidak dapat menutup mata & telinga bahwa masyarakat Indonesia hari ini masih mengalami kesulitan di bidang ekonomi & sosial, yg beberapa akbar merupakan implikasi negatif dari pandemi Covid-19.

Namun demikian, persoalan-persoalan yg ada tersebut seyogianya tidak menciptakan kita lemas terkulai. Dalam konteks MPR RI, problematika kebangsaan yg ada hari ini merupakan trigger untuk semakin menegaskan eksistensi & kontribusinya bagi rakyat.

MPR RI memiliki piranti lunak & piranti keras untuk menjawab seluruh tantangan kebangsaan yg ada. Piranti lunak yg dimaksudkan di sini adalah komitmen & tanggung jawab organisasional MPR RI untuk menyosialisasikan empat pilar, yakni Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, & Bhinneka Tunggal Ika, kepada seluruh rakyat Indonesia supaya dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih lagi dalam keadaan krisis seperti hari ini.

Sedangkan piranti keras yg dimiliki oleh MPR RI adalah kapabilitas organisasional & individual MPR RI yg tersusun atas wakil rakyat yg merepresentasikan setiap wilayah & keberagaman masyarakat Indonesia. Mereka diharapkan dapat memiliki komitmen yg kuat untuk menjalankan supervisi & politik legislasi yg benar-benar berorientasi bagi kepentingan rakyat.

Baca juga: Anggota MPR sebut Empat Pilar Kebangsaan semangat untuk Indonesia emas

Sosialisasi empat pilar
Di tengah segala keterbatasan yg ada, sebagai efek adanya pandemi Covid-19, MPR RI tetap konsisten menjalankan pengenalan empat pilar. Limitasi yg muncul karena adanya pandemi Covid-19 jadi pemicu bagi MPR RI untuk berfikir & bertindak secara cermat & kreatif dengan menyelenggarakan pengenalan empat pilar, baik secara luring maupun secara daring.

Diseminasi empat pilar melalui skema daring misalnya, suka tidak suka melecut organisasional MPR RI untuk terus meningkatkan kapasitasnya dalam penguasaan teknologi informasi & komunikasi. Keterbatasan karena adanya kebijakan pembatasan mobilisasi masyarakat ataupun keterbatasan yg muncul karena kendala geografis, tidak jadi penghalang bagi proses diseminasi empat pilar di manapun masyarakat Indonesia berada.

Sosialisasi empat pilar di era pandemi Covid-19 bermakna sangat penting. Tidak dimungkiri bahwa pandemi ini sudah mengguncang ketahanan nasional Indonesia, khususnya dari sisi ekonomi & sosial budaya. Masyarakat mengalami kesulitan finansial. Masyarakat juga mengalami “gegar budaya” karena harus beradaptasi dengan cara-cara baru supaya survive di masa pandemi.

Untuk mengatasi guncangan skala akbar ini, diperlukan pedoman & pijakan yg menyentuh segala lini supaya bangsa Indonesia tetap memiliki daya lenting (resilience) & bangkit dari krisis. Pedoman tersebut ada pada empat pilar kebangsaan.

Di sinilah urgensi peran yg dimiliki oleh MPR RI. MPR RI dituntut untuk mendiseminasikan nilai-nilai yg terkandung pada empat pilar tidak secara normatif atau konseptual, tetapi lebih kontekstual & empirik dengan menyajikan solusi konkret atas permasalahan yg dihadapi oleh masyarakat saat ini.

Baca juga: Ketua MPR: Kurangnya nasionalisme generasi muda jadi ‘bom waktu’

Solusi nyata
Solusi konkret yg dimaksud di situ dapat diaksentuasikan dengan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menengok kembali praktik-praktik perekonomian Pancasila yg mungkin belum diterapkan secara konsisten selama ini.

Menengok kembali prinsip musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan, merupakan langkah bijak bagi para pemangku kebijakan saat ini supaya lebih solid dalam merespons keadaan & akibat pandemi.

Sekali lagi, ini menuntut kejelian & kecerdasan dari para pengawak MPR RI untuk menyajikan solusi konkret & empirik atas problematika masyarakat hari ini. Dengan demikian, peran & kontribusi MPR RI akan benar-benar nyata & dirasakan.

Hal-hal yg sifatnya global & jangka panjang merupakan skop yg juga jadi pencermatan bagi MPR RI. MPR RI yg juga memainkan peran diplomasi antarnegara melalui diplomasi parlemen juga senantiasa berkomitmen untuk menjalankan politik luar negeri & praktik diplomasi yg selaras dengan prinsip politik luar negeri bebas-aktif.

Di tengah turbulensi kepentingan antarnegara yg diwarnai oleh konflik & ketegangan dewasa ini, MPR RI senantiasa berkomitmen untuk menjalankan diplomasi parlemen yg sering berorientasi pada perdamaian (perpetual peace) & ketertiban dunia.

Dirgahayu MPR RI, berjuang untuk mengawal ideologi & daulat rakyat.

*) Dr. H. Jazilul Fawaid, S.Q., M.A., Wakil Ketua MPR RI Periode 2019-2024

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2359034/refleksi-76-tahun-mpr-ri-pengawal-pancasila-dan-daulat-rakyat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *