oleh

RAPBN 2022, Pemulihan dan Keberlanjutan ke Depan – Artikel

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI MH Said Abdullah. Foto: Humas DPR RI

jpnn.com – Pada 27 April 2021 lalu pemerintah telah membicarakan Kerangka Kebijakan Ekonomi Makro & Pokok Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2022.

Pada hari yg sama, saya telah melayangkan rilis ke publik terkait Kerangka ekonomi makro & kebijakan fiskal untuk APBN 2022. Pada kesempatan ini, saya akan memberikan catatan atas KEM PPKF 2022 yg dibuat oleh pemerintah.

Desain KEM PPKF 2022 melihat pentingnya tiga kebijakan strategis sebagai bagian fundamental reformasi struktural; pembangunan sumber daya manusia, penyediaan infrastruktur, & reformasi regulasi & birokrasi.

Slot info lainnya:

  • Soroti Masalah Ketahanan Pangan, Gerindra Berikan 4 Catatan untuk RAPBN 2021

Target dari ketiga kebijakan strategis tersebut adalah terjadi pembesaran komposisi tingkat produktivitas & modal dalam penopang pertumbuhan ekonomi.

Modal kebijakan yg dimiliki oleh pemerintah adalah Undang Uncang Ciptaker & pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI).

Sesungguhnya ketiga agenda strategis tersebut bukan hal baru, & tidak salah bila pemerintah menetapkannya sebagai jawaban tantangan di tahun 2022.

Slot info lainnya:

  • Said Abdullah: Semangat Bung Karno Harus Dicontoh Dalam Membangun Papua

Berkaca atas pelaksanaan program program strategis yg telah dijalankan selama ini, kami sulit menemukan susunan puzzle yg utuh, yg menggambarkan korelasi antara masalah, output & outcome antar sektor.

Sejak perintah konstitusi anggaran pendidikan 20% APBN, & dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 20  tahun 2003 hingga sekarang hasilnya sangat tidak memuaskan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *