oleh

Putri Koster minta orang tua tanamkan nasionalisme sejak dini

Ketua TP PKK Bali Putri Koster & Komandan Kodim 1611/Badung Kolonel Inf I Made Alit Yudana dalam acara Dialog Perempuan Bali Bicara bertajuk “Membangun Karakter & Kepribadian Anak Dalam Mempertahankan NKRI” (Antaranews Bali/Dok Pemprov Bali/2020)

Denpasar (SIMAKNEWS) – Ketua Tim Pengerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengajak para orang tua untuk menanamkan semangat nasionalisme sejak dini pada putra-putri mereka sehingga terbentuk tabiat anak yg punya dedikasi pada Tanah Air.

“Upaya membentuk tabiat anak yg punya loyalitas & kesayangan kepada Tanah Air absolut dilakukan sejak dini mulai dari lingkungan keluarga. Para orang tua dapat menanamkan semangat kebangsaan melalui hal-hal sederhana, seperti mengenalkan lagu-lagu kebangsaan,” mengatakan Putri Koster dalam acara Dialog Perempuan Bali Bicara bertajuk “Membangun Karakter & Kepribadian Anak Dalam Mempertahankan NKRI”, di Denpasar, Jumat.

Masih terkait dengan semangat kebangsaan, khususnya menjelang HUT Ke-75 Kemerdekaan RI, Putri Koster menyampaikan keprihatinan karena belakangan banyak remaja yg lupa dengan sila-sila dalam Pancasila. Ia mengaku miris manakala menyaksikan sebuah video viral seorang remaja yg tidak hafal ketika ditanya sila dalam Pancasila.

Baca juga: Putri Koster: Usia dini masa keemasan untuk tanamkan nasionalisme

“Ditanya sila pertama, dia jawab satu untuk semua. Itu hal yg sangat mendasar, mesti dihafalkan, dipahami, & dihayati. Hal-hal yg mendasar seperti itu harus jadi perhatian. Kita dapat mulai dari lingkungan keluarga,” ucapnya.

Para orang tua diminta jangan bosan mengedukasi putra-putri mereka tentang pentingnya semangat nasionalisme dalam konteks menjaga keutuhan NKRI. “Mereka adalah generasi yg akan meneruskan tongkat estafet, jadi harus punya jati diri yg kokoh,” ujarnya.

Putri Koster juga menyinggung pembentukan tabiat secara lebih luas yg harus dimulai sejak anak berada dalam kandungan. “Upaya untuk membentuk tabiat yg baik harus dimulai sejak dalam kandungan, perdengarkan hal yg baik-baik. Lanjut setelah lahir, pada masa usia emas tanamkan hal-hal terbaik supaya mereka jadi anak yg ‘suputra’ (berbudi luhur). Pola asuh itu terus dijaga, menyesuaikan dengan umur anak,” ujarnya.

Baca juga: Putri Koster: Orang tua benteng pertahanan keluarga di era milenial

Menurut ibu dua orang putri ini, mendidik anak memang bukan hal yg sederhana. Namun, mengatakan dia, itu bukan hal yg rumit & tak harus dibuat ruwet.

“Intinya jangan terlalu banyak teori, mulai saja dari kebiasaan-kebiasaan kecil seperti berbagi tugas di rumah. Itu akan memupuk rasa disiplin pada diri seorang anak,” katanya sembari mengingatkan supaya orang tua jadi contoh, bukan memberi contoh.

Selain menanamkan kebiasaan baik di lingkungan keluarga, orang tua diingatkan pula untuk tetap memberi kasih sayang & kehangatan bagi putra-putri mereka.

“Jangan dipikir kalau anak-anak kita sudah cukup cuma dengan diberi materi. Mereka butuh sentuhan kasih sayang orang tua. Ibarat tanah, kita tak harap anak kita seperti tanah kering, tetapi jadi tanah yg subur dengan siraman kasih sayang,” ucapnya.

Sependapat dengan Putri Koster, Komandan Kodim 1611/Badung Kolonel Inf I Made Alit Yudana yg juga jadi pembicara pada dialog itu juga menekankan pentingnya sosok orang tua sebagai panutan.

Baca juga: Putri Koster: intensifkan interaksi keluarga dengan bertatap muka

“Seorang anak biasanya mengamati dulu, baru kemudian bertanya. Oleh sebab itu, sangat penting bagi orang tua untuk jadi contoh,” mengatakan Alit Yudana.

Terkait dengan upaya menanamkan semangat kebangsaan pada anak-anak, pihaknya mengambil peran melalui program bela negara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *