oleh

Puan: petugas harus tegas tapi humanis hadapi warga nekat mudik

Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri rapat koordinasi kesiapan Posko Pengendalian Transportasi pada masa Idul Fitri 1442 H, di Mapolresta Cirebon, Rabu. (DPR RI)

Jakarta (ANTARA) – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta petugas di lapangan bekerja tegas tetapi tetap humanis saat menghadapi warga yg nekat mudik di masa pelarangan Mudik Lebaran 2021.

“Situasi & dinamika di lapangan kita berhadapan dengan orang yg ngotot mau pulang. Bagaimana menerapkan di lapangan, tetap disiplin & humanis, dapat menguatkan keengganan masyarakat untuk mudik,” mengatakan Puan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Hal itu dikatakan Puan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) kesiapan Posko Pengendalian Transportasi pada masa Idul Fitri 1442 H, di Polresta Cirebon, Rabu.

Dia meminta koordinasi seluruh pihak terkait dilakukan dengan baik untuk menghasilkan persepsi yg sama dalam pelaksanaan larangan mudik Lebaran.

Puan menegaskan bahwa dirinya akan terus mengawasi pelaksanaan aturan pelarangan mudik tahun ini.

Baca juga: Menhub, Ketua DPR, Kakorlantas pantau Tol Trans Jawa naik helikopter

Menurut dia, petugas di lapangan harus fleksibel, misalnya bagaimana kalau ada rombongan 50 orang pengendara motor yg solidaritasnya tinggi, karena itu pentingnya memberi pemahaman.

“Harus sopan, santun, tetapi tegas, misalnya di H-1, H-2 Lebaran, semuanya mau ketemu keluarga. Jadi perlu sinergi & gotong royong dalam rentang waktu peniadaan mudik,” katanya.

Rakor diawali paparan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono tentang kesiapan Polri dalam pelarangan mudik Lebaran 2021.

Menurut dia, Korlantas Polri akan membangun 381 titik penyekatan, & 158 titik penyekatan di antaranya adalah di Jawa Barat, sebagai bukti serius meniadakan mudik Lebaran tahun ini.

Berdasarkan data Korlantas, perkiraam pemudik dari Jabodetabek & Banten menuju Jawa & Sumatra mencapai tiga juta orang. Dari jumlah perkiraan tersebut, pemudik paling banyak menuju Jawa Tengah, Jawa Barat, & Jawa Timur, yg didominasi pengendara mobil pribadi (34,5 persen).

Baca juga: Larangan mudik, Doni Monardo: 18,9 juta orang masih nekat

Operasi Ketupat untuk peniadaan mudik akan dilakukan pada 6-17 Mei 2021, dengan titik penyekatan dari Lampung hingga Denpasar.

Dalam Rakor tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi & Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono sama-sama mengapresiasi supervisi yg dilakukan Puan Maharani.

Pengawasan, perhatian, & masukan DPR RI sangat diperlukan demi kesuksesan pelaksanaan pelarangan mudik & penambah semangat aparat yg bertugas di lapangan.

“Terima kasih kepada Bu Puan secara langsung memantau Jawa Barat. Ini memotivasi kami dalam bertugas, terima kasih untuk masukan & arahan, khususnya tentang santun & tegas dalam pelarangan mudik,” ujar Istiono.

Rakor yg digelar di Polresta Cirebon itu dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, & Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono beserta jajaran.

Baca juga: Polri siagakan petugas di 381 titik penyekatan mudik

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2139954/puan-petugas-harus-tegas-tapi-humanis-hadapi-warga-nekat-mudik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *