oleh

PSG.LGD Juara OGA Dota PIT Invitational, Kalahkan Team Spirit di Grand Final

Slot SimakNews.com – PSG.LGD Juara OGA Dota PIT Invitational, Kalahkan Team Spirit di Grand Final,

Cukup jarang dijumpai suatu regu eSports tetap tampil perkasa meski mengpakai pemain pengganti. Namun PSG.LGD memang berada di kelasnya sendiri & tetap mengangkat trofi demi trofi meski midlaner-nya tidak dapat tampil dalam tiga turnamen terakhir yg mereka ikuti.

IDGS, Sabtu, 11 September 2021 Dengan Cheng “NothingToSay” Jin Xiang berhalangan tampil karena terjebak di Malaysia, coach PSG.LGD, Zhang “xiao8” Ning terpaksa menggantikan perannya sebagai midlaner. Meski sempat kalah di grand final ESL One Fall 2021 dari Tundra Esports, PSG.LGD kemudian bangkit & menjuarai OGA Dota PIT Invitational masih bersama sang coach xiao8 sebagai pemain pengganti.

The winners of SAPPHIRE #OGADOTAPIT INVITATIONAL are @PSGeSports!

Congratulations to @Team_Spirit and @TundraEsports for nd and rd place and big thanks to all the teams for their participation!

Big shout-out to our talent team, you guys are amazing!#dota2 pic.twitter.com/4H7egrCGnB

— OGA Dota PIT (@OGADotaPIT) September 10, 2021

Di laga grand final melawan Team Spirit yg digelar kemarin malam, PSG.LGD tampil dominan & menang 3-1 di mana sang carry, Wang “Ame” Chunyu sekali lagi membuktikan diri sebagai salah satu carry terbaik dunia di kancah profesional Dota 2.

Recap

Di gim pertama, fase laning terkesan adem ayem sebelum kemudian pada menit ke-20 Team Spirit mulai mendorong setiap lane PSG.LGD dengan kuat. Ame yg mengpakai Slark didukung oleh Io namun Illya “Yatoro” Mulyarchuk carry dari Team Spirit yg mengpakai Sven tampil bagus & jadi ujung tombak bagi rekan-rekannya. Team Spirit sendiri berhasil mengunci Ame hampir di setiap perang akbar sehingga mereka tidak kesulitan memperoleh keunggulan demi keunggulan. Alhasil Team Spirit pun memenangkan gim pertama.

Di gim kedua, PSG.LGD mendemonstrasikan permainan Dota 2 tingkat tinggi di mana mereka meraih setiap obyektif satu demi satu dengan begitu sistematis & mulus. Kali ini giliran Ame mengpakai Sven & ia tampil sangat dominan hingga memaksa Team Spirit mengetik gg di menit ke-37.

Di gim ketiga, Team Spirit memilih strategi bertahan dengan mengambil dua hero defensif support, Omniknight & Shadow Demon sehingga draft mereka kekurangan inisiasi & roamer. Hal itu menciptakan mereka kesulitan dalam kontes penguasaan map sehingga PSG.LGD pun terus menekan hingga memaksakan Mega Creeps. Team Spirit bertahan mati-matian dengan draft defensif mereka, namun hal itu cuma menunda kekalahan mereka saja. Mereka akhirnya menyerah di menit ke-40.

Di gim keempat, Team Spirit merubah strategi dengan mengandalkan Alexander “TORONTOTOKYO” Khertek sebagai core di mana ia mengpakai Templar Assassin di midlane. Hanya saja PSG.LGD bergerak cepat & menguasai fase laning di mana Faceless Void Ame hingga mendapat Beyond Godlike. Praktis, strategi ofensif Team Spirit berantakan & mereka terpaksa kembali bermain bertahan karena PSG.LGD berhasil memaksakan Mega Creeps. Hasilnya Team Spirit pun harus menyerah di menit ke-42.

BacaJuga

Eks Roster Valorant Brent Esports Direkrut Team Secret

Moonton Akan Revamp Hanabi & Tingkatkan Peran Marksman Pada Season Depan

8 Judul Gim Jadi Olahraga Resmi di Asian Games 2022 Hangzhou, Dapat Sumbang Medali Bagi Negara!

Performa luar biasa xiao8 & Ame.

Meski sudah lama tidak bermain di level pro serta sudah berusia 32 tahun, xiao8 menunjukkan bahwa ia tidak kalah dengan para pemain terbaik di dunia sebagai midlaner. Meski ia jarang tampil dominan atas lawan-lawannya di midlane, rotasi yg ia lakukan sangat menolong rekan-rekannya di lane lain serta pergerakannya sangat bermanfaat bagi PSG.LGD, baik untuk menciptakan ruang atau membuka kesempatan. Pada intinya, meski secara teknis xiao8 sudah tidak jagoan lagi, namun ia sanggup menalanginya dengan permainan intelejen serta kekompakan di atas rata-rata.

Wang “Ame” Chunyu, yg saat ini disebut-sebut sebagai carry terbaik di lomba eSports Dota 2. (Kredit: Valve)

Ame juga pantas disebut sebagai kunci keberhasilan PSG.LGD di sepanjang OGA Dota PIT Invitational kali ini. Ia sering tampil stabil & hampir tidak pernah menciptakan kesalahan seperti para carry dari tim-tim lain. Selain itu naluri membunuh Ame juga sangat tajam. Tak mengherankan kenapa ia saat ini dijuluki sebagai pemain carry terbaik di dunia Dota 2.

Pastinya menarik melihat bagaimana hebatnya PSG.LGD begitu NothingToSay kembali bermain bersama mereka di The International 10 nanti. Rumor menyebut NothingToSay akan langsung terbang ke Rumania & menunggu teman-temannya di sana untuk mempersiapkan diri merebut trofi Aegis.

(Stefanus/Online)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *