oleh

Program 100 hari kerja Bang Ayi di Negeri Salawang Segantang

Slot SimakNews.com – Program 100 hari kerja Bang Ayi di Negeri Salawang Segantang,

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman. ANTARA/ahmadi.

Koba, Babel, (ANTARA) – Istilah 100 hari perdana kerja bagi kepala daerah kerap kali kita dengar, bahkan kalimat itu tidak asing di telinga publik & seolah bagaikan waktu “kritis” bagi pejabat politik yg baru saja terpilih secara demokratis untuk dapat melewati karir politiknya lima tahun ke depan.

Entah sejak kapan istilah “100 hari” ini mulai jadi patron kinerja kepala daerah di negeri ini, namun yg pasti seluruh kepala daerah yg terpilih dalam pesta demokrasi serentak di 270 daerah pada Desember 2020, menjadikan 100 hari perdana untuk pencapaian targetkan & menunaikan janji politik.

Tentu saja, masing-masing kepala daerah di negeri ini memiliki target & takaran yg berbeda pula dalam merealisasikan program kerja dalam rentang waktu kritis (100 hari) kerja itu.

Realisasi program pemerintah daerah dalam 100 hari perdana kerja memang bukan amanat institusi, tetapi itu adalah amanah rakyat yg ditumpangkan ke pundak kepala daerah.

100 hari perdana kerja adalah janji pejabat politik kepada rakyat yg harus dipertanggungjawabkan secara moril & berimplikasi kepada program pembangunan daerah.

Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung termasuk satu dari 270 daerah yg menyelenggarakan suksesi melalui pesta demokrasi pada 9 Desember 2020.

Pasangan terpilih Algafry Rahman-Herry Erfian juga “dikejar” oleh waktu 100 hari perdana untuk membuktikan sisi-sisi keberhasilannya dalam menakhodai kabupaten yg dijuluki “Negeri Selawang Segantang” itu.

“Iya, kami juga memiliki target & progres dalam 100 hari perdana memimpin kabupaten ini,” mengatakan Bang Ayi (sapaan akrab) Bupati Bangka Tengah itu.

Baca juga: Bupati Algafry lanjutkan program “Bangka Tengah Unggul”

Mantan Ketua DPRD Bangka Tengah itu mengakui tidak ada takaran & tolok ukur 100 hari kinerja kepala daerah, itu cuma waktu ideal saja untuk melewati fase awal dalam menunjukkan keberhasilan dalam pembangunan.

Namun demikian, mengatakan dia, 100 hari kerja bukanlah sebuah momok tetapi sebaliknya jadi pelecut semangat yg lebih menggebu bagi pemimpin baru & masyarakat menunggu.

“Saya bersama wakil bahkan sudah merancang & merencanakan apa saja yg harus dilakukan dalam 100 hari perdana jadi pemimpin daerah ini,” tuturnya.

KKPE dan corona

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman atau kerap disapa Bang Ayi sejak dilantik pada 26 Februari 2021, mulai merencanakan program kerja dalam rentang waktu 100 hari yaitu mengatasi masalah kesehatan, kesejahteraan, pendidikan & ekonomi (KKPE).

Menurut politisi Partai Golkar itu, wabah corona yg mendera daerah berimbas kepada kesehatan, kesejahteraan, pendidikan & ekonomi masyarakat.

“Ini adalah persoalan mendasar yg memiliki efek jangka panjang, harus diselesaikan dengan cepat dalam waktu yg lebih cepat juga,” ucapnya.

Pria kelahiran 26 Juni 1975 itu langsung “tancap gas” mengatasi persoalan mendasar itu karena semuanya berhubungan dengan hak dasar masyarakat.

Pembatasan aktivitas masyarakat akibat pandemi COVID-19 menimbulkan degradasi kesehatan, ekonomi, kesejahteraan & pendidikan masyarakat.

Alumnus Universitas Islam Bandung ini berpendapat pembenahan & strategi jadi mengatakan kunci untuk keluar dari masalah tersebut karena semua daerah juga menghadapi persoalan yg sama.

Menurut dia, semuanya sudah ditata dalam 100 kerja dirinya bersama wakil sejak dilantik pada 26 Februari 2021 yg berkolaborasi dengan pemerintah provinsi & meningkatkan kinerja seluruh OPD.

Masyarakat jadi “juri” atau regu penilai yg menilai kinerja bupati bersama wakilnya dalam fase 100 hari pertama. Takarannya ada di publik, poin penilaiannya juga ada di masyarakat.

“Kami cuma menunaikan janji baik secara politik, pemerintahan maupun secara moril kepada masyarakat. Bagi kami sudah berbuat maksimal, kendati masih jauh dari mengatakan sempurna tetapi setidaknya kami masih punya waktu untuk ratusan hari ke depannya,” mengatakan pria yg pernah menjabat sebagai Ketua KNPI Bangka Tengah itu.

Program “Silakso”

Kehidupan sosial masyarakat jadi masalah yg cukup serius sejak pandemi COVID-19 merambah hingga ke pelosok daerah. Pemerintah daerah sangat mencermati itu & dapat jadi masalah akbar yg dapat menghambat program pembangunan kalau tidak segera diatasi.

Pasangan Algafry Rahman-Herry Erfian sejak terpilih sudah menciptakan kerangka program dalam rangka mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Baca juga: Kapolri paparkan capaian kinerja 100 hari di DPR RI

Beberapa hari setelah dilantik, bupati meminta Dinas Sosial Bangka Tengah segera merealisasikan program Silakso yaitu sistem layanan kesejahteraan sosial.

Silakso ini merupakan sistem layanan terpadu satu pintu untuk mengatasi persoalan sosial masyarakat di seluruh pelosok desa & berbasis elektronik, di mana warga dapat berkeluh kesah, melaporkan, mengkritik & mendaftarkan bukti diri diri melalui aplikasi Silakso yg dikelola dinas terkait.

“Program ini memudahkan saya untuk memantau secara elektronik & lebih cepat terkait kondisi masyarakat saya di bawah sana,” ujarnya.

Menurut dia, keadaan pandemi saat ini semua berbasis elektronik & smart city untuk bekerja lebih cepat & tepat, sehingga dibutuhkan ketangkasan, kreativitas & ketanggapan.

Aplikasi Silakso juga berisikan data base masyarakat yg terdampak COVID-19, juga bermuatan informasi & komunikasi dua arah antara pemerintah daerah dengan masyarakat.

Program kesejahteraan masyarakat lebih terbuka, transparan & berbasis masyarakat. Sehingga warga yg terdampak sosial tidak luput dari perhatian pemerintah.

“Kesejahteraan itu penting, bagaimana daerah dapat dikatakan maju kalau masyarakatnya belum sejahtera,” Ketua DPD Golkar Bangka Tengah itu.

Program Internet Desa

Program internet desa memang merupakan program lanjutan yg terus diperbarui & waktunya sudah tepat untuk direalisasikan saat ini. Pemkab Bangka Tengah menargetkan semua desa sudah tersambung layanan internet.

“Saat ini masih banyak desa yg belum terjangkau jaringan internet, ini penting untuk kemajuan daerah & pelaksanaan program pendidikan di tengah pandemi virus corona,” mengatakan Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah Iskandar.

Hingga sekarang pembelajaran tatap muka di sekolah belum dapat dilaksanakan, pelajar masih mengikuti proses pembelajaran melalui dalam jaringan (daring).

“Program internet desa tentu saja menolong orang tua & pelajar, untuk menunjang pembelajaran sistem daring,” ujarnya

Diskominfosta Bangka Tengah menargetkan semua desa tersambung internet dalam tahun ini & saat ini sudah mulai direalisasikan pada beberapa desa di Kecamatan Simpangkatis

“Kita bekerja sama dengan perusahaan jaringan untuk merealisasikan program ini & ini memang jadi program kerja yg tertuang dalam visi & misi kepala daerah,” mengatakan Kepala Diskominfosta Bangka Tengah, Erwin David.

Ia menjelaskan, saat ini sudah terpasang infrastruktur FO sepanjang 24 kilometer dengan titik utama di Dusun Pangkalraya yg bekerja sama dengan PT Indonesia Comnets Plus.

Pemasangan FO tersebut sepenuhnya diserahkan kepada PT Indonesia Comnets Plus tanpa dibebankan biaya kepada pemerintah daerah. “Pemerintah daerah tidak ada beban anggaran untuk pembangunan FO tersebut, ini bentuk kontribusi pihak perusahaan saja dalam rangka mendukung program internet desa,” katanya.

Ia menjelaskan, seluruh masyarakat Sungaiselan sudah dapat mengakses internet tanpa kendala untuk mendapatkan beragam informasi terkait dengan program pemerintah daerah.

Baca juga: Pengamat: Wali Kota Medan artikulasi kelebihannya di 100 hari kerja

“Bahkan spesifik di SDN 21 & SMPN 3 Sungaiselan diberikan fasilitas layanan internet gratis untuk mendukung kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Namun, mengatakan dia, masyarakat biasa juga dapat mendapatkan akses internet gratis di dua lembaga pendidikan tersebut. “Internet gratis dapat didapatkan di SDN 21 & SMPN 3 Sungaiselan, kalau di luar itu akses internet masih tetap berbayar. Namun setidaknya masyarakat sudah dapat terlayani jaringan internet hingga ke pelosok di Kecamatan Sungaiselan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, ke depan pemerintah daerah menargetkan seluruh pelosok desa sudah terlayani jaringan internet tanpa hambatan.

“Pak Bupati harap setiap desa ada rumah internet gratis, tentu ini kita tindak lanjuti & dikomunikasikan dengan PT Indonesia Comnets Plus untuk progres & teknisnya,” ujarnya.

Program “Ngopilada”

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengoptimalisasikan program ngobrol pagi bersama kepala daerah (Ngopi Lada), untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Program Ngopi Lada ini memang sengaja saya buat untuk menyerap aspirasi warga & juga sekaligus melibatkan mereka dalam kegiatan pembangunan daerah khususnya di daerah pedesaan,” ujarnya.

Bupati langsung turun ke bawah menemui warga desa untuk berdiskusi & ngobrol pagi yg sekaligus menampung semua aspirasi masyarakat.

Dalam kegiatan Ngopi Lada ini bupati melibatkan sejumlah kepala OPD supaya mereka mendengar langsung & menindaklanjutinya.

Ngopi Lada merupakan program baru sejak Negeri Selawang Segantang itu dipimpin pasangan Algafry Rahman-Herry Erfian sebagai wadah aspirasi.

Bupati harap dalam setiap derap langkah pembangunan daerah melibatkan masyarakat & mereka dapat menikmati hasil pembangunan.

Program Ngopi Lada juga jadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan mereka & pemerintah daerah menolong membuka peluang pasar.

Hariyanto, seorang warga Bangka Tengah berkomentar bahwa program Ngopi Lada dapat jadi wadah untuk berjumpa langsung antara warga dengan pimpinannya.

Baca juga: Pimpinan DPRD Surabaya beri catatan jelang 100 hari kerja Eri-Armuji

“Kita sangat setuju dengan program ini, biasanya menemui kepala daerah itu sangat sulit karena beliau banyak agenda. Dengan adanya kegiatan ini, kami tidak perlu lagi menemui kepala daerah tetapi kepala daerah langsung menemui warganya,” ujarnya.

Penanganan COVID-19

Penanganan & pencegahan bencana corona jadi program prioritas Bupati Algafry Rahman & Wakil Bupati Herry Erfian dalam 100 hari kerja, setelah dilantik & diamanahkan jadi pemimpin di Negeri Selawang Segantang itu.

“Pandemi virus corona yg melanda daerah, mengancam semua sendi kehidupan termasuk mengancam kesehatan,” katanya.

Menurut dia, kesehatan masyarakat jadi prioritas yg tidak boleh diabaikan karena merupakan hak dasar masyarakat.

“Kunci kemakmuran, masyarakat harus sehat,” lanjutnya.

Berbagai strategi sudah siapkan untuk menekan & memutus mata rantai COVID-19 & terus berkoordinasi dengan lembaga terkait supaya memiliki persamaan persepsi & tekat memerangi bencana tersebut.

Program kesehatan lebih diperkuat supaya tercipta ketahanan kesehatan masyarakat di tengah pandemi virus corona. Penerapan protokol kesehatan terus dikampanyekan sebagai benteng terakhir untuk membendung serangan virus.

Program vaksinasi juga terus bergulir secara masif kepada masyarakat dari berbagai komponen, begitu juga alat kesehatan yg memadai & penanganan kesehatan lebih baik kepada warga yg terkonfirmasi positif virus corona baru.

Baca juga: KPK sebut kritik ICW atas 100 hari kerja sebagai perbaikan

Terus meningkatkanya grafik kasus warga yg tertular virus berbahaya itu, mengatakan dia, jadi perhatian serius dengan menyediakan sejumlah rumah karantina & tenaga kesehatan yg benar-benar cakap di bidangnya.

Namun demikian, mengatakan politisi Partai Golkar ini, pencerahan masyarakat dalam menjalankan hidup di tengah adaptasi kebiasaan baru, jadi kunci untuk dapat mengendalikan virus yg bergentayangan bagaikan “hantu” itu.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2235186/program-100-hari-kerja-bang-ayi-di-negeri-salawang-segantang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *